Kabar baik untuk para penikmat musik cadas karena salah satu dedengkot extreme metal asal Inggris, Cradle of Filth (COF), bakal merilis album baru. Ini akan meneruskan album terakhir yang mereka lepas pada 2017 lalu.
Cradle of Filth mengumumkan bahwa mereka akan melepas album ke-13 yang diberi tajuk Existence Is Futile. Rencananya, album tersebut bakal dirilis secara resmi pada 22 Oktober mendatang melalui Nuclear Blast Records.
Menyoal album barunya, Cradle of Filth sebetulnya sudah memberi bocoran sejak Februari lalu. Beberapa informasi penting sudah terungkap saat itu, kemudian pada pengumuman terbarunya mereka memberikan detail lebih lanjut termasuk tanggal rilis, daftar lagu, artwork album, dan single baru dari 12 nomor yang ada di dalam album.
Selain sebagai preview dari album baru, ‘Crawling King Chaos’ adalah potongan sinematik dari suguhan black/death metal simfonik band. Vokal scream khas Dani Filth yang devilish dan instrumentasi yang intens dengan gempuran blast beat drum dan riffing galak sarat harmoni yang memorable. Lagu ini sukses membuat para fans COF menjadi tidak sabar menunggu Existence is Futile dirilis.
Untuk tema sendiri, Cradle of Filth tidak mengusung tema bahagia atau positif. Konten album ini mencerminkan sentimen filosofis yang lebih dalam mengenai eksistensialisme dan okultisme.
“Album ini tentang eksistensialisme, ketakutan eksistensial, dan ketakutan terhadap hal yang tidak diketahui,” jelas vokalis Dani Filth. “Konsepnya tidak diciptakan oleh pandemi. Kami telah menulisnya jauh sebelum itu dimulai, tetapi pandemi adalah ujung dari sejauh mana dunia ini mengarah, paham ‘kan? Menurut gue judulnya, Existence is Futile, memang terdengar sedikit mengerikan”.
“Tetapi sekali lagi, ini lebih tentang mengakui kebenaran itu dan mengatakan bahwa segala sesuatu diizinkan karena tidak ada yang benar-benar penting, yang meniru pepatah okultis Aleister Crowley. Kita semua tahu bahwa kita akan mati, jadi sebaiknya kita menikmati hidup selagi kita memilikinya. Lagu terakhir di album ini, ‘Us, Dark, Invincible’ benar-benar mendorong poin itu. Juga, artwork untuk album ini dibuat oleh seorang artis visioner dari Latvia, Arthur Berzinsh, yang juga menggarap artwork sampul dua album terakhir, dan juga berbau sangat indah namun apokaliptik," lanjutnya.
Adapun, proses penggarapan album Existance Is Futile dilakukan selama masa lockdown pada 2020 lalu. Cradle of Filth dibantu oleh produser Scott Atkins dalam proses rekaman di Grindstone Studios di Suffolk, Inggris.
Album ini akan tersedia dalam format CD, beberapa varian vinyl, kaset pita, dan digital. Lo sudah bisa melakukan pre-order melalui toko situs web Nuclear Blast.
Tracklist album Existence Is Futile dari Cradle of Filth:
- The Fate Of The World On Our Shoulders
- Existential Terror
- Necromantic Fantasies
- Crawling King Chaos
- Here Comes A Candle… (Infernal Lullaby)
- Black Smoke Curling From The Lips Of War
- Discourse Between A Man And His Soul
- The Dying Of The Embers
- Ashen Mortality
- How Many Tears To Nurture A Rose?
- Suffer Our Dominion
- Us, Dark, Invincible
Sisters Of The Mist (Bonus track)
Unleash The Hellion (Bonus track).
Cradle of Filth yang dikenal sebagai band horor ini telah berdiri sejak 1991. Pada 2018 lalu, mereka pernah melangsungkan konser di Indonesia.
Dalam tur dunia yang digelar dalam rangka promosi album teranyarnya "Cryptoriana – The Seductiveness of Decay", Cradle Of Filth menyambangi Jakarta tepatnya di MS Hall Vicky Sianipar tanggal 28 April 2018 kemarin.
Cradle Of Filth sukses membuat penonton yang memadati Vicky Sianipar "mengangguk" ria dengan tembang emasnya seperti The Death of Love, Her Ghost in the Fog, hingga Nymphetamine di jelang penghujung acara.
Baca juga: Cradle of Filth Siap Gelar Konser di Jakarta
Ketika itu Cradle of Filth membawakan lagu-lagu dari album Cryptoriana – The Seductiveness of Decay rilisan tahun 2017. Album ini kembali diproduseri oleh Scott Atkins, produser langganan Cradle of Filth sejak album Darkly, Darkly, Venus Aversa (2010), dan direkam di studio milik Atkins, Grindstone Studios di Suffolk, Inggris. Sementara desain sampul, fotografi, dan video Cradle of Filth dikerjakan oleh Arthur Berzinsh, yang dikenal dengan interpretasinya atas mitos-mitos klasik Eropa.
“Album ini kental dengan pengaruh horror gotik era Victoria, aspek ini terlihat dari pemilihan judul album ini. Kata Cryptoriana menyiratkan tergila-gilanya era Victorian terhadap hal-hal supernatural, seperti makam dan hantu. Sub-judul album ini, The Seductiveness Of Decay menegaskan lebih lanjut ketertarikan era ini terhadap kematian, dan gemilangnya proses panjang pemusnahan diri,” jelas Dani ‘Filth’ Davey, vokalis Cradle of Filth.
Image source: Instagram/Cradle of Filth
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 31/08/2021
3 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Ald /
21/02/2025 at 06:05 AM
Brawijaya Hutabarat
21/04/2025 at 20:04 PM
Agung Sutrisno
05/06/2025 at 22:53 PM