Cukup lama tak merilis karya orisinil, Coheed and Cambria memberikan kabar mengejutkan buat para penikmat musik mereka. Unit progressive rock asal New York Amerika Serikat itu merilis sebuah lagu baru.
Diberi tajuk 'Shoulders', lagu ini resmi dilepas pada 21 Juli lalu di semua layanan pemutar musik streaming. Coheed and Cambria juga menghadirkan video lirik untuk single terbaru mereka yang akan segera disusul dengan video musiknya.
“Dalam seni, dalam karir Anda, dalam hubungan, tidak peduli berapa banyak yang Anda berikan dari diri sendiri atau mencoba, Anda harus menerima bahwa tidak segala sesuatu dalam hidup bisa menjadi sempurna,” kata penyanyi/gitaris Claudio Sanchez mengenai lagu Shoulders.
"Itu adalah jenis pesan dari ‘Shoulders’ dan pemikiran yang mengilhaminya. Saya pikir energi berani yang berasal dari riff itu memberi saya kepercayaan diri untuk mengekspresikannya," jelasnya.
Dirumorkan bahwa lagu Shoulders ini akan menjadi pembuka jalan dari album terbaru Coheed and Cambria. Kepada Consequence Of Sound, Sanchez juga mengonfirmasi bahwa Coheed and Cambria sedang mengerjakan musik baru selama pandemi COVID-19 melanda.
"Saya akan jujur. Sering kali, dengan band-band yang telah ada dan membangun basis penggemar yang kuat seperti yang kami miliki, saya pikir mungkin ada kecenderungan, sengaja atau tidak, untuk mencoba memberi penggemar apa yang mereka inginkan dan tidak mengambil terlalu banyak risiko," ujar Sanchez.
"Tapi setelah membuat musik begitu lama dan memasuki pandemi, kami tidak ingin batasan dalam proses kreatif. Rekaman [berikutnya] akan menjadi apa yang saya harapkan orang-orang menganggap band ini berada pada tahun 2021/2022," tuturnya.
"Ini adalah rekaman yang lebih modern, ini adalah rekaman dari Coheed and Cambria, kami melihat ke depan, bukan ke belakang. Saya pikir pengaruh terbesar dari rekaman ini adalah putra saya dan menavigasi peran sebagai orang tua dalam dunia baru yang aneh yang kita semua temukan."
Sebelum merilis lagu baru ini, Coheed and Cambria sebetulnya sempat melepas lagu bersama vokalis kawakan, Rick Springfield berjudul Jessie's Girl 2. Ini merupakan sekuel dari lagu Springfield di tahun 1981 dengan judul Jessie's Girl.
Selain musik baru, Coheed and Cambria juga dijadwalkan bakal menggelar tur di Amerika Serikat bersama The Used. Tur bersama ini akan dimulai pada 27 Agustus mendatang di Irvine, California dan berakhir pada 24 September di Jacksonville, Florida.
Tur ini menjadi pertama kalinya bagi kedua band untuk tampil bersama sejak 2003. “Ketika ide itu muncul di kepala saya, saya teringat pada hari saya bertemu istri saya. Kami bertemu pada tahun 2003 di Marquee Theatre di Jacksonville, Florida, ketika Coheed mendukung The Used. Menurut saya itu bisa membawa kembali beberapa kenangan. Saya juga merasa ada beberapa crossover yang bisa menggairahkan kedua penonton band ini," kata Sanchez mengenai tur tersebut.
Album terakhir yang dilepas Coheed and Cambria adalah Vaxis – Act I: The Unheavenly Creatures pada Oktober 2018 lalu. Single pertama yang dirilis dari album ini, The Dark Sentencer, punya durasi 10 menit.
“The Dark Sentencer” merupakan nomor prog rock khas Coheed And Cambria, yaitu perpaduan antara kisah fiksi ilmiah dan aransemen megah berliku. Menurut narator, lagu ini mengisahkan kisah cinta antara sepasang makhluk yang dikutuk di sisa-sisa bumi yang hancur karena kecelakaan intergalaktik. Bumi kini dikontrol oleh segelintir elit yang mengubah planet ini menjadi penjara swasta.
Baca juga: Kisah Asmara Fiksi Ilmiah di Karya Terbaru Coheed And Cambria
“Walau demikian masih ada tanda-tanda kehidupan dan detak harapan di tengah planet yang sudah dilupakan. Bumi yang sudah ditinggalkan ternyata masih sangat aktif… dan diubah menjadi mesin penghasil uang oleh lima kerajaan Houses of the Star Supremacy, masyarakat elit yang melihat potensi di planet yang sudah disia-siakan ini.”
“Di sini, mereka yang terbuang dan terlantar pelan-pelan terbakar, terjebak oleh kematian di tanah mereka sendiri. Di ruang-ruang antara ketidaktahuan dan pengetahuan. Kisah kami dimulai di sini, inilah masa depan, berada jauh di ingatan masa lalu kami, di tengah kisah cinta antara dua makhluk.”
“The Gavel bergerak pelan layaknya upacara pemakaman, menghindari ruang-ruang hitam menuju planet yang dipenuhi keretakan. Ini adalah vonis terakhir bagi dua tahanan yang tengah dipindahkan di antara dinding-dindingnya yang tak terelakkan menuju penjara paling tercela sekaligus dinanti, The Dark Sentencer,” tutur vokalis Carlos Sanchez.
Image source: Loudwire
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 12/08/2021
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Lukman Hakim
05/11/2025 at 23:22 PM