Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Iron Maiden - s/t (1980)

Iron Maiden adalah salah satu pilar penting heavy metal. Album debut kuintet legendaris ini adalah garda terdepan sound definitif heavy metal di dekade 80-an. Lewat album ini, Iron Maiden mengukuhkan diri sebagai pionir New Wave of British Heavy Metal.

Namun, jalan mereka menuju rekaman Iron Maiden tidak mudah. Butuh beberapa kali perombakan personel dan waktu lima tahun, sampai akhirnya mereka merekam album perdana mereka.

Berangkat dari materi demo The Soundhouse Tapes (1979), Iron Maiden digaet oleh Rod Smallwood (manajer mereka hingga hari ini), yang membantu mereka menekan kontrak dengan label EMI.

Album yang menduduki nomor empat di tangga lagu UK pada debutnya ini direkam di Kingsway Studio, London. Saat itu, Maiden dihuni Paul Di’Anno (vokal), Steve Harris (bass), Dave Murray (gitar), Dennis Stratton (gitar), dan Clive Burr (drum). Mereka telah terbiasa memainkan materi album ini selama bertahun-tahun di berbagai klub dan bar, alhasil sesi rekaman album ini hanya memakan waktu 13 hari.

Pada album ini, Maiden secara terang-terangan terpengaruh oleh sound punk rock. Berbeda rute dengan Led Zeppelin atau Deep Purple, Maiden merekam debut mereka dengan sound mentah dan kasar, berkecepatan tinggi dan bergaya vokal berat. Produksi dan mixing pas-pasan pun menambah nuansa agresif album ini.

Harris merasa mixing dua gitar di album ini terlalu rendah, terutama permainan rhythm Murray. Bassis veteran ini merasa bassnya terlalu dominan dan mengganggu sound album secara keseluruhan.

Namun faktor tersebut tak menghambat musikalitas Iron Maiden. Kombinasi rumit dari trisula Murray, Stratton, dan Harris menjadi tulang punggung Iron Maiden. Harmonisasi Murray dan Stratton yang berkecepatan tinggi nantinya akan menginspirasi band-band thrash yang dihuni duo gitaris seperti Metallica, Slayer, dan Anthrax.

Berbagai komposisi di Iron Maiden merefleksikan pertemuan ambisi kreatif progressive rock, sound kasar punk rock, dan intensitas heavy metal Judas Priest. Sound ini memastikan Iron Maiden berada di garda depan New Wave of British Heavy Metal.

Kombinasi sound tersebut jelas terdengar di lagu terpanjang album ini, “Phantom of the Opera”. Selama tujuh menit, nomor epik ini berisi komposisi progresif yang kerap berubah dan musikalitas tingkat tinggi dari tiap personel Maiden. “Phantom of the Opera” memperdengarkan dua solo gitar, satu solo bass, lengkingan berat Di’Anno, dan permainan drum Burr yang tetap konsisten selama tujuh menit.

Satu elemen lain yang konsisten mengisi Iron Maiden adalah energi besar yang dimulai dari pembuka, “Prowler” hingga penutup, “Iron Maiden”. Berlandaskan energi tersebut, Iron Maiden terdengar penuh ide segar, seperti pertemuan lengkingan solo gitar dan kecepatan punk rock, atau gaya vokal berat yang dipaksa mencapai nada-nada tinggi.

Iron Maiden memuat elemen-elemen pokok dan sound yang mereka gunakan dan  terus perbarui hingga kini. Energi mentah nan agresif juga kerap muncul di tahun-tahun awal Iron Maiden, walaupun elemen ini mulai terarah ketika Bruce Dickinson (vokal), Adrian Smith (gitar), dan Nicko McBrain (drum) bergabung.

Walau tidak se-epik atau serumit album-album Maiden berikutnya, Iron Maiden tetap terbilang salah satu album debut heavy metal tersukses. Secara langsung, album ini memulai salah satu era terpenting bagi kancah heavy metal, dan mendefinisikan sound heavy metal yang kita kenal sekarang.

 

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Classic Album #iron maiden

Article Category : Super Buzz

Article Date : 31/03/2017

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive