Iron Maiden adalah salah satu pilar penting heavy metal. Album debut kuintet legendaris ini adalah garda terdepan sound definitif heavy metal di dekade 80-an. Lewat album ini, Iron Maiden mengukuhkan diri sebagai pionir New Wave of British Heavy Metal.
Namun, jalan mereka menuju rekaman Iron Maiden tidak mudah. Butuh beberapa kali perombakan personel dan waktu lima tahun, sampai akhirnya mereka merekam album perdana mereka.
Berangkat dari materi demo The Soundhouse Tapes (1979), Iron Maiden digaet oleh Rod Smallwood (manajer mereka hingga hari ini), yang membantu mereka menekan kontrak dengan label EMI.
Album yang menduduki nomor empat di tangga lagu UK pada debutnya ini direkam di Kingsway Studio, London. Saat itu, Maiden dihuni Paul Di’Anno (vokal), Steve Harris (bass), Dave Murray (gitar), Dennis Stratton (gitar), dan Clive Burr (drum). Mereka telah terbiasa memainkan materi album ini selama bertahun-tahun di berbagai klub dan bar, alhasil sesi rekaman album ini hanya memakan waktu 13 hari.

Pada album ini, Maiden secara terang-terangan terpengaruh oleh sound punk rock. Berbeda rute dengan Led Zeppelin atau Deep Purple, Maiden merekam debut mereka dengan sound mentah dan kasar, berkecepatan tinggi dan bergaya vokal berat. Produksi dan mixing pas-pasan pun menambah nuansa agresif album ini.
Harris merasa mixing dua gitar di album ini terlalu rendah, terutama permainan rhythm Murray. Bassis veteran ini merasa bassnya terlalu dominan dan mengganggu sound album secara keseluruhan.
Namun faktor tersebut tak menghambat musikalitas Iron Maiden. Kombinasi rumit dari trisula Murray, Stratton, dan Harris menjadi tulang punggung Iron Maiden. Harmonisasi Murray dan Stratton yang berkecepatan tinggi nantinya akan menginspirasi band-band thrash yang dihuni duo gitaris seperti Metallica, Slayer, dan Anthrax.
Berbagai komposisi di Iron Maiden merefleksikan pertemuan ambisi kreatif progressive rock, sound kasar punk rock, dan intensitas heavy metal Judas Priest. Sound ini memastikan Iron Maiden berada di garda depan New Wave of British Heavy Metal.
Kombinasi sound tersebut jelas terdengar di lagu terpanjang album ini, “Phantom of the Opera”. Selama tujuh menit, nomor epik ini berisi komposisi progresif yang kerap berubah dan musikalitas tingkat tinggi dari tiap personel Maiden. “Phantom of the Opera” memperdengarkan dua solo gitar, satu solo bass, lengkingan berat Di’Anno, dan permainan drum Burr yang tetap konsisten selama tujuh menit.

Satu elemen lain yang konsisten mengisi Iron Maiden adalah energi besar yang dimulai dari pembuka, “Prowler” hingga penutup, “Iron Maiden”. Berlandaskan energi tersebut, Iron Maiden terdengar penuh ide segar, seperti pertemuan lengkingan solo gitar dan kecepatan punk rock, atau gaya vokal berat yang dipaksa mencapai nada-nada tinggi.
Iron Maiden memuat elemen-elemen pokok dan sound yang mereka gunakan dan terus perbarui hingga kini. Energi mentah nan agresif juga kerap muncul di tahun-tahun awal Iron Maiden, walaupun elemen ini mulai terarah ketika Bruce Dickinson (vokal), Adrian Smith (gitar), dan Nicko McBrain (drum) bergabung.
Walau tidak se-epik atau serumit album-album Maiden berikutnya, Iron Maiden tetap terbilang salah satu album debut heavy metal tersukses. Secara langsung, album ini memulai salah satu era terpenting bagi kancah heavy metal, dan mendefinisikan sound heavy metal yang kita kenal sekarang.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 31/03/2017
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :