Setelah terakhir kali merilis album penuh 'Reverence' pada 2018 lalu, metal hero Byron Bay ini akhirnya memulai kembali chapter baru dalam perjalanan karier mereka dengan album teranyar. Parkway Drive memulai pengerjaan album baru mereka dengan hubungan yang retak antar personel, hingga nyaris bubar. Setelah menyelesaikan masalah mereka dan mendorong batas mereka hingga titik terjauh, album baru 'Darker Still' akhirnya dirilis pada 9 September 2022 lalu. Album ketujuh yang menambah daftar diskografi mereka ini diproduseri oleh George Hadji-Christou dan dirilis melalui Resist dan Epitaph Records.
Belum lama ini, kuintet metalcore yang beranggotakan Winston McCall (vokal), Jeff Ling (gitar), Luke "Pig" Kilpatrick (gitar), Ben "Gaz" Gordon (drums), Jia "Pie" O'Connor (bass) bercerita bagaimana proses pembuatan 'Darker Still' yang begitu suram beserta faktor apa saja yang menjadi inspirasinya dalam sebuah wawancara dengan NME Australia.
Winston McCall, sang pentolan bercerita jika proses penulisan dimulai ketika Australia terbakar (musim kebakaran hutan Australia), dan di tengah-tengah proses itu, mereka merasa kalau manusia berada dalam kondisi paling dekat dengan bencana dalam hidupnya.
"Parkway Drive mencoba menangkap apa yang kami rasakan, konsep 'Darker Still', sesuai dengan ungkapan itu sendiri, sangat mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi di dunia nyata. Gelap dan suram," ujarnya.
Ia juga menambahkan hal-hal yang mempengaruhi 'Darker Still' adalah kenyataan-kenyatan seperti “Kita dilahirkan dalam keadaan ketidaktahuan, dan yang kita tahu hanyalah cinta dan perlindungan. Tetapi semakin kita terpapar ke dunia, semakin kita diajari tentang konsekuensi, rasa sakit, dan kehilangan. Semakin banyak aspek realitas yang lebih gelap mulai kita sadari. Jadi semakin kita lanjutkan, semakin kita mulai mencoba dan hidup dalam penyangkalan. Kita mulai melemparkan diri kembali ke sebelum kita mengetahui kebenaran, ke waktu yang memiliki konsekuensi yang lebih kecil. Dan itu bukan cara kenyataan bekerja. Lebih gelap dari itu."
Di sisi lain, Parkway Drive juga berencana untuk menjalankan label rekaman milik mereka sendiri, yang diberi nama Parkway Records. Mereka mengungkapkan kalau dari pertama terbentuk, mereka sudah mandiri hingga saat ini. Mereka berpisah dengan Resist Record untuk distribusi kawasan Australia, sementara untuk global mereka masih bekerja sama dengan Epitaph Records sebelum membuat 'Darker Still'.
“Kami sudah mandiri sejak awal, dan kami masih sepenuhnya mandiri. Yang sangat luar biasa, Luke melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan semua itu. Kami berpisah dengan Resist untuk di Australia, tapi secara global kami bersama Epitaph. Karena teknologi dan fakta bahwa kami sudah cukup mapan, kami hanya berpikir akan lebih baik bagi kami untuk mempertahankan kontrol akan hal itu, dan menyimpan musik kami di tangan kami sendiri," jelas Ben Gordon, pemain drum Parkway Drive.
Ketika disinggung tentang merilis band lain melalui Parkway Records, mereka juga sudah membahas perihal tersebut. Mereka menuturkan, akan sangat menyenangkan jika mereka bisa sign dengan band yang menurut mereka potensial. Tapi, sambil berjalan, mereka juga fokus dalam mengadaptasi kondisi industri musik saat ini. Perkembangan teknologi seperti platform streaming, NFT, dan metaverse menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk menjalankan Parway Records.
“Kami tentu membahas kemungkinan untuk merilis band lain lewat Parkway Records. Tapi saya pikir pertanyaan besarnya adalah industri musik akan berubah seperti apa? Terutama dengan hadirnya streaming, NFT, dan metaverse. Teknologi yang berubah begitu banyak, apakah label rekaman masih diperlukan? Karena sangat mudah untuk merilis musik sendiri saat ini. Tapi, akan sangat menyenangkan jika kami dapat sign band yang potensial bersama Parkway Records,” tambahnya.
Pentingnya untuk Tidak Overthinking
Selanjutnya, Jeff Ling bercerita pengalamannya tentang overthinking. Dengan jam panggung yang begitu banyak, nyatanya ia masih sering mengalami panic attack. Hal tersebut, menurutnya karena terlalu overthinking tiap kali manggung. Ia terlalu memikirkan apa yang harus dilakukan di atas panggung yang tak jarang berujung dengan kecemasan berlebih. Ia mengibaratkan apa yang ia rasakan, sama seperti pegolf dengan 'yips' (istilah untuk kecemasan ekstrem) yang bahkan tak mampu menyelesaikan pukulan putt yang mudah. Hal itu juga yang terjadi di studio. Setiap rekaman album studio memberikan pelajarannya masing-masing bagi sebuah band.
“Saya telah banyak manggung. Saya kadang tidak merasa baik-baik saja. Saya berada dalam kerangka berpikir yang berbeda karena terlalu memikirkan yang harus saya lakukan di atas panggung hingga menjadi sangat cemas dan hampir selalu berujung panic attack," ujar Jeff.
Jeff juga mencontohkan, salah satu pelajaran paling berkesan datang ketika mereka merekam album 'Deep Blue' dengan Joe Barresi. Ia sedang merekam bagian lead untuk lagu 'Karma'. Ada bagian tengah dalam lagu itu yang lead-nya sangat "enak" ia mainkan. Jeff merasa jika lead-nya tersebut pasti sempurna dan ia membayangkan hal tersebut akan menjadikan lagu itu menjadi sesuatu yang spesial.
Namun, yang terjadi adalah ia sangat tegang dalam proses rekamannya. Ia justru kehabisan waktu saat merekamnya, ia sibuk mengulang bagian tersebut karena ingin sempurna. Jeff merasa hal tersebut akhirnya menjadi sebuah omong kosong. Akhirnya, soung engineer yang memiliki julukan 'Evil Joe' ini menghentikan proses rekaman dan menyuruh Jeff untuk menyimpan gitarnya dan pergi keluar untuk jalan-jalan.
Joe Barresi yang juga terlibat dengan banyak nama besar seperti Melvins, Tool, hingga Queen of Stone Age ini berkata pada Jeff "Kamu terlalu memikirkannya, kamu berada di bagian otak yang salah. Jangan pikirkan itu, rasakan itu… Dan kemudian mainkan!’ Pengalaman rekaman bersama Joe Barresi itu yang akhirnya mengubah pola pikir Jeff untuk tidak overthinking.
Pada kesempatan yang sama, Winston McCall juga bicara tentang kondisi Metal saat ini. Ia menyinggung soal gatekeeping di metal dengan ramainya pembicaraan linimasa soal 'Stranger Things' beberapa waktu lalu. Ia menuturkan, jika Metallica adalah salah satu band terbesar yang pernah ada, tetapi Stranger Things di waktu saat ini adalah pintu "gerbang" bagi semua orang yang tidak mengikuti perjalanan mereka menjadi besar untuk tau dan masuk ke dalamnya. Faktanya, lewat "gerbang" Stranger Things, banyak orang yang akhirnya terkoneksi dengan metal, dan itu menurutnya adalah bentuk seni nyata yang memiliki begitu banyak nilai.
"Dibutuhkan momen-momen seperti ini untuk mematahkan persepsi, stigma yang dimiliki orang terhadap metal, dan memungkinkan orang kembali hanya untuk menikmatinya, untuk terkoneksi kembali metal. Salah satunya dengan Stranger Things, dan itu keren kok! Saya sangat menyadari apa arti momen itu bagi setiap band metal di planet ini," ujarnya.
Komunikasi adalah Kunci untuk Menjaga Band Tetap Utuh
Jeff kembali menambahkan, jika komunikasi adalah hal penting untuk menjaga keutuhan sebuah band. Parkway Drive sendiri mulai melakukan tur dunia di pertengahan karir mereka. Masih dengan semangat menggebu, semuanya masih baru serta terasa, intensi untuk menjadi lebih besar, dan belum personel yang letih.
Berkaca pada band yang jauh lebih besar dari Parkway Drive, mereka belajar melihat bagaimana sebuah band berinteraksi satu sama lain. Faktanya, ada yang menjalankan band dengan usia puluhan tahun dengan cara yang benar-benar terpisah, tidak berbicara satu sama lain, semua orang dengan gadget mereka, bahkan bepergian dengan bus yang berbeda.
Hal tersebut menurut Jeff terasa lucu, ketika ia memperhatikan berapa usia mereka, dan bagian mana dari perjalanan karier mereka ketika mulai berselisih satu sama lain, itu sangat dekat dengan posisi Parkway Drive sekarang. Berjalan 20 tahun dalam karir bermusik, dengan usia personel menginjak angka 40. Parkway Drive sendiri telah menjalani karier bermusik sebagai sebuah band selama 20 tahun, dan sebagian besar anggotanya berusia 40 tahun. Hal tersebut juga yang nyatanya membuat mereka nyaris bubar beberapa waktu lalu.
Namun, Jeff menekankan, jika salah satu pelajaran yang mereka petik adalah ketidakmampuan untuk berkomunikasi dan mengekspresikan emosi yang rentan membuat sebuah band bubar. Hal tersebut juga yang mereka perbaiki untuk menjaga Parkway Drive agar tidak bubar. Hal itu juga yang hingga saat ini membuat formasi Parkway Drive saat ini konsisten selama hampir 20 tahun ini setelah ditinggal oleh bassist Brett Versteeg pada 2004 and Shaun Cash di tahun 2006.
"Saya mengerti sekarang, mengapa band-band ini tumbuh terpisah dan memiliki semua masalah tersebut. Itu semua berasal dari ketidakmampuan untuk berkomunikasi, dan tidak mampu mengekspresikan emosi mereka dengan cara yang mereka butuhkan untuk diekspresikan,” tutupnya.
Sebagai catatan, raksasa metal Australia ini telah memiliki tujuh album studio dalam daftar diskografinya, yakni 'Killing with a Smile' (2005), 'Horizons' (2007), 'Deep Blue' (2010), 'Atlas' (2012), 'Ire' (2015), 'Reverence' (2018), 'Darker Still' (2022).
Image Source: Instagram @parkwaydriveofficial
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 22/10/2022
5 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Muhamad Saifudin
08/05/2025 at 22:38 PM
Leli Mustika Krisliani
25/09/2025 at 08:40 AM
Vivi
24/10/2025 at 23:13 PM
Brawijaya Hutabarat
12/12/2025 at 06:37 AM
EMIR MUHAMMAD
27/05/2026 at 19:34 PM