Band heavy metal Bullet For My Valentine merilis single teranyar yang berjudul No More Tears To Cry yang diangkat dari versi deluxe album self-titled mereka saat ini. No More Tears To Cry merupakan lagu yang menceritakan tentang perjuangan kesehatan mental dengan perenungan yang cukup gelap.
Sesuai dengan namanya, lagu No More Tears To Cry memang bercerita tentang kisah kelam, namun tetap menunjukkan usaha untuk tidak terpuruk di balik semua hal yang dilalui. No More Tears To Cry dirilis sebagai lagu ketiga yang dibagikan dari rilis ulang self-titled Bullet For My Valentine, setelah perilisan Omen pada bulan April dan Stitches pada bulan Mei.
No More Tears To Cry sendiri telah dirilis pada 5 Agustus 2022 kemarin melalui Spinefarm/Search And Destroy. Selain itu, mereka juga akan menampilkan trek yang belum pernah dirilis sebelumnya, yaitu Step Out From The Inside dan This Means War.
“No More Tears To Cry merupakan lagu yang sangat berbeda dari trek lain di album dan memiliki banyak kejutan di dalamnya,” Ungkap Bullet For My Valentine yang dikutip dari Nme.com.
Bullet For My Valentine awalnya merilis album self-titled mereka pada November lalu, sebelumnya akan rilis pada Oktober, tetapi ditolak karena adanya penundaan pembuatan, yang di dalamnya terdapat single Knives, Parasite, dan Rainbow Veins.
Rilisnya album ketujuh Bullet For My Valentine itu pun jadi penanda genapnya band metal asal Wales tersebut berkarya di kancah musik Internasional selama 23 tahun. Meski begitu, Bullet For My Valentine bukanlah nama yang pertama kali digunakan oleh seluruh anggota bandnya saat pertama kali terbentuk.
Pada tahun 1998 Matthew Tuck, Michael “Padge” Paget, Nick Crandle, dan Michael “Moose” Thomas mengawali karir mereka bersama dalam band metal dengan nama Jeff Killed John. Keempat pendiri band tersebut merupakan mahasiswa Bridgend College yang sama-sama kuliah di jurusan musik.
Awalnya, Jeff Killed John sering manggung sambil membawakan lagu-lagu Nirvana dan Metallica. Satu tahun berselang, Jeff Killed John mantap merilis EP perdana berjudul Better Off Alone secara independen dan dilanjutkan dengan EP kedua yang rilis pada 2002 silam dengan judul You/Play With Me.
Akhirnya pada tahun 2003, Jeff Killed John resmi mengganti nama panggung mereka menjadi Bullet For My Valentine setelah Nick Candle sang pemain bass memutuskan mundur dari posisinya dan digantikan oleh Jason James.
Perubahan nama tersebut nyatanya membawa banyak kejutan bagi band metal asal Wales tersebut. Pasalnya, Roadrunner Records sempat menyatakan bahwa mereka tertarik untuk mengajak Bullet For My Valentine untuk kerja sama di bawah naungan labelnya.
Namun sayangnya, Bullet For My Valentine memutuskan untuk menolak tawaran tersebut dan memilih menandatangani kontrak sebanyak lima buah album bersama Sony BMG. Akhirnya pada tahun 2004, Bullet For My Valentine merilis karya perdana mereka dengan sebuah EP self-titled di bawah naungan Sony BMG.
Satu tahun berselang dari perilisan EP tersebut, Bullet For My Valentine semakin mantap meriilis album perdana mereka berjudul The Poison. Album perdana Bullet For My Valentine ini ternyata berhasil menjadi sebuah album yang cukup monumental. Sebab, langkah besar pertama di ranah mainstream yang dilakukan oleh mereka berhasil membuahkan hasil karena berada di chart album Billboard 200 dan juga menempati posisi 11 untuk Independent Albums chart.
Pada tahun 2009, Bullet For My Valentine kembali meraih kesuksesan melalui album perdananya karena telah berhasil mencetak predikat Gold oleh RIAA. Penghargaan ini tak terlepas dari penjualan album perdana mereka yang menyentuh angka 500.000 keping. Total ada 4 buah single yang dirilis oleh Bullet For My Valentine sebagai amunisi mereka terjun ke dunia musik internasional, yaitu 4 Words (To Choke Upon), Suffocating Under Words of Sorrow (What Can I Do), All These Things I Hate (Revolve Around Me), dan Tears Don't Fall. Berkat single tersebut, sepanjang tahun 2005, Bullet For My Valentine merayakan perilisan album perdananya tersebut dengan melakukan tur ke hampir seluruh penjuru dunia.
Melanjutkan kesuksesannya, Bullet For My Valentine merilis album ketiga yang berjudul Fever pada 2010 dan debut di nomor tiga Billboard 200. Band metal ini pun merilis album studio keempat mereka Temper Temper pada 2013 hingga bisa memuncak di nomor 13 Billboard 200.
Album studio kelima mereka, Venom (2015) memuncak di nomor 8. di Billboard 200. Band ini merilis album studio keenam mereka, Gravity (2018). Album studio ketujuh self-titled mereka, Bullet For My Valentine (2021). Band ini telah menjual lebih dari satu juta album di Amerika Serikat dan lebih dari 3.000.000 album di seluruh dunia dan mendapatkan penghargaan “Best British Band” dengan tiga kemenangan dari Kerrang!.
Image source: Instagram
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 15/08/2022
6 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
RAHARDJO TEONOVI
04/03/2025 at 18:39 PM
Muhamad Saifudin
11/07/2025 at 19:37 PM
Vivi
23/07/2025 at 10:43 AM
Lukman Hakim
15/08/2025 at 14:28 PM
pujanadi
30/10/2025 at 09:45 AM
Cands
08/11/2025 at 20:17 PM