Amerika Serikat seakan jadi kiblat untuk lahir dan berkumpulnya band band cadas, baik rock, punk, hingga metal. Salah satu band metal yang mewarnai skena serta industri musik di Amerika Serikat adalah Brujeria. Terbentuk di tahun 1989, Brujeria dikenal sebagai salah satu band yang masih aktif mengusung genre extreme metal. Genre ini bisa dibilang masih beririsan dengan genre heavy metal namun dengan konsep visual yang lebih kelam serta permainan musik yang cenderung terdengar lebih kasar.
Nama Brujeria sendiri diambil dari sebuah kata berbahasa Spanyol yang berarti ilmu sihir. Para pendiri Brujeria, Dino Cazares, Jello Biafra, Pat Hoed, Billy Gould dan Juan Brujo merupakan kelompok anak muda di California yang lahir serta tumbuh besar sebagai bagian dari masyarakat berdarah hispanik. Maka tidak aneh jika mereka menggunakan bahasa spanyol untuk nama band yang mereka didirikan. Tidak hanya ini, Brujeria juga menyanyikan lagu-lagunya dalam bahasa Spanyol.
Dengan bernyanyi menggunakan bahasa Ibu yang kurang begitu dipahami oleh para pendengarnya kala itu, membuat para anggota Brujeria lebih bebas menyuarakan isu sosial, politik, narkotika, hingga satanisme melalui lagu-lagu yang mereka buat. Namun dengan menyuarakan isu-isu sensitif, membuat para anggota Brujeria harus tampil menggunakan nama samaran untuk menjaga identitas mereka dari pihak-pihak yang merasa kurang senang dengan apa yang mereka lakukan. Kritik dan protes kerap kali menghampiri Brujeria akibat lagu-lagu yang mereka buat dengan referensi terhadap cerita Adolfo Constanzo yang merupakan seorang gembong narkoba, pelaku human trafficking, serta seorang pembunuh bayaran.
¡Demoniaco! menjadi single perdana yang mereka rilis di tahun 1990. Dua tahun berikutnya, pada 1992 Brujeria merilis Machetazos. Single kedua tersebut juga jadi penanda akan perubahan yang terjadi di dalam tubuh Brujeria. Jello Biafra yang juga dikenal sebagai vokalis Dead Kennedys memutuskan untuk keluar dari Brujeria. Posisinya digantikan oleh Pinche Peach yang dibantu dengan Pat Hoed sebagai vokalis kedua dan meninggalkan posnya sebagai pemain drum untuk diisi oleh Raymond Herrera. Meskipun pergi dari tubuh Brujeria, Jello Biafra masih ikut berkontribusi dengan band yang didirikannya tersebut dengan merilis single Machetazos dan El Patrón yang dirilis tahun 1994 melalui label rekaman miliknya, Alternative Tentacles.
Kontroversi seakan jadi nama tengah bagi Brujeria. Ketika album perdananya rilis, Matando Güeros di tahun 1993, banyak pihak melemparkan kritik tajam kepada mereka. Pasalnya artwork untuk album tersebut menampilkan sebuah gambar kepala yang terpenggal dan dipegang di tangan. Setelah ditelisik, ternyata gambar tersebut merupakan hasil fotografi dari jurnalis Meksiko yang memotret kengerian perang pemberantasan narkoba di perbatasan Meksiko dan Amerika Serikat. Gambar kepala tersebut akhirnya Brujeria adaptasi sebagai maskot band mereka dan mendapatkan julukan Coco Loco yang kerap hadir ditemukan di sampul album dan merchandise Brujeria.
Dua tahun setelah kontroversi album perdana mereda, Brujeria merilis album kedua mereka di tahun 1995 berjudul Raza Odiada. Album ini dianggap sebagai salah satu karya terbaik bagi Brujeria lantaran mereka mulai meningkatkan kualitas permainan musiknya namun tetap membalutnya dengan tema-tema yang kontroversial. Bahkan salah satu single dari album ini berhasil membuat nama Brujeria masuk ke dalam sejarah distribusi musik metal melalui MTV berkat lagunya La Ley De Plomo. Meskipun telah mengalami pencapaian signifikan terhadap popularitasnya, para anggota yang tergabung dalam Brujeria tetap memilih untuk menjaga identitas mereka dengan menjadi anonim dan membatasi diri dari ajakan untuk konser atau tampil di atas panggung di Amerika Serikat. Dua tahun setelahnya, Brujeria menjaga eksistensinya melalui EP berjudul Marijuana. Di mini album tersebut Brujeria merekam versi parodi dari lagu Macarena.
Di awal tahun 2000, Brujeria kembali hadir dengan album terbarunya. Namun kali ini, album tersebut berhasil membuat para penggemarnya merasa sedikit kebingungan. Pasalnya, album Brujerizmo menawarkan komposisi musik metal yang diramu secara bersih serta memiliki nuansa yang lebih friendly dibandingkan dengan karya-karya Brujeria sebelumnya yang terkesan ekstrem. Di album ini juga Brujeria mengajak Nicholas Barker untuk berperan sebagai drummer kedua, Jesse Pintado sebagai gitaris, dan seorang vokalis perempuan Gaby Dominguez yang tampil dengan julukan Pititis yang berarti iblis betina.
Untuk tahun 2001, Brujeria memilih untuk merilis sebuah album kompilasi dari karya-karya terbaiknya. Album Mextremist! Greatest Hits ini berisi karya-karya klasik dari Brujeria berikut dengan beberapa versi alternatif, remix, serta video klip. Di album kompilasi ini, Brujeria juga mengajak beberapa musisi lainnya untuk berkolaborasi seperti Mucho Muchacho dan Tony Campos. Kehadiran dua album tersebut di awal era 2000-an juga semakin meningkatkan popularitas Brujeria di kalangan penggila skena metal Amerika Serikat.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 30/11/2020
17 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Ald /
19/02/2025 at 15:30 PM
Smard man
19/02/2025 at 17:27 PM
O Heni
19/02/2025 at 23:56 PM
Tiurnatalia Manalu
21/02/2025 at 11:56 AM
SARI ASTUTI
21/02/2025 at 17:43 PM
SAWI TRI
21/02/2025 at 22:17 PM
SAWI TRI
21/02/2025 at 22:17 PM
SRI YAYA ASTUTI
21/02/2025 at 22:51 PM
Shella Monica
23/02/2025 at 17:46 PM
vika hermawan
30/03/2025 at 17:27 PM
NURHANDANY DANY
20/07/2025 at 21:59 PM
Nicolas Filbert Tandun
27/08/2025 at 23:24 PM
Trisna Oen
27/08/2025 at 23:56 PM
RAJIN SILALAHI
28/08/2025 at 05:09 AM
Muhammad Jodi Indra
15/10/2025 at 17:01 PM
PETRUS ARIANTO JOVITO
08/01/2026 at 20:35 PM
Yohanes Hariono
11/02/2026 at 08:31 AM