Setelah merilis beberapa single sebelumnya, BLOODMOON atau Dougy Mandagi, vokalis Temper Trap, akhirnya merilis EP debutnya yang berjudul Giving Up Air pada 19 Agustus yang lalu. Dalam proyek solonya ini, BLOODMOON membawa 6 trek dalam EP Giving Up Air ini termasuk tiga single yang sebelumnya sudah dirilis yaitu Disarm, All In Place, dan Deeper.
Bagi Dougy, EP ini membawa kebahagiaan tersendiri bagi dirinya sendiri dalam proyek BLOODMOON. Karena lagu-lagu yang ada di dalamnya adalah gambaran dari kehidupan yang dijalaninya selama dua tahun belakangan. Dougy merasa bangga membagikan karyanya ini sebagai BLOODMOON karena telah menjadi bagian penting dari kehidupannya. Rasa bebas dirasakan Dougy ketika tahu jika semua lagu-lagu di dalam Giving Up Air adalah miliknya namun menjadi milik semua orang yang merasa terhubung dengannya. Momen inilah menjadi keajaiban yang terjadi baginya.
Enam lagu di dalam EP Giving Up Air diwarnai dengan nuansa musik elektronik dengan eksplorasi dari BLOODMOON. Liriknya cukup reflektif dari perjalanan BLOODMOON sendiri.
Salah satu lagu sudah disajikan dalam bentuk video musik yaitu As Time Goes By dimana lagu ini bercerita momen homecoming dan momen perpisahan BLOODMOON dengan masa lalunya. Video musik As Time Goes By ini dibuat oleh Deby Sucha dan bisa disajikan dalam YouTube BLOODMOON.
Sebelum Giving Up Air ini dirilis, single All In Place dirilis BLOODMOON pada 11 Juni 2022 yang lalu. Lagu ini digarap bersama dengan kolaborator sekaligus teman dekatnya, Bearcubs. All in Place dirilis via Eat Your Own Ears Recording, label musik baru asal Inggris yang bekerja sama juga dengan Future Classic dan Liberation Records.
Karya musik dari BLOODMOON yang cukup viral adalah single Disarm yang pertama kali muncul menjadi soundtrack FIFA 2022 di awal tahun 2022 dan menarik banyak penggemar bagi lagu ini selama berbulan-bulan sejak perilisannya. Bahkan, Disarm sudah di-streaming lebih dari 1 juta kali dan mendapat dukungan dari banyak platform streaming musik dari radio, dan diputar di R1, R2, dan BBC 6Music.
Sebelum proyek solo ini, Dougy sempat memutuskan hiatus pada tahun 2016. Hal ini dilakukannya setelah sebelumnya The Temper Trap menjadi salah satu musisi internasional terbesar dari Australia di dekade ini, dengan 1 juta album yang sudah terjual di seluruh dunia, sertifikasi platinum di Amerika Serikat dan Inggris, nominasi BRITS, serta 2 album mereka yang menduduki peringkat nomor 1 di tangga lagu ARIA dan 4 penghargaan ARIA di dalam negeri.
Musisi asal Indonesia ini tumbuh besar di Amerika, dan menjadi remaja dengan aksen Amerika yang kental dan tumbuh di sebuah sekolah menengah di Bali. Kabar terbarunya, Dougy pindah dari London ke kota yang saat ini menjadi rumah baginya, Berlin, hingga muncullah BLOODMOON di sana. Setelah beragam pengalaman hidup yang ia jalani dan lewati, akhirnya Dougy mantap untuk memantapkan langkahnya di dunia musik elektronik.
Disarm jadi rilisan awalan BLOODMOON hadir di dunia musik dan disajikan bersama label yang merilis All In Place juga; Eat Your Own Ears Recording. BLOODMOON memproduseri langsung lagunya bersama Jono Ma, pendiri dari duo kreatif Jagwar Ma.
Dengan sentuhan ajaibnya, Jono Ma berhasil memberikan warna yang mendalam pada vokal Dougy yang intens dan menyentuh. Disarm jadi tanda awal era progresif dan eksperimental pada karir solo Dougy sebagai BLOODMOON.
Image source: https://www.instagram.com/_bloodmoonmusic/
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 18/09/2022
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Muhamad Saifudin
11/06/2025 at 20:05 PM