Dr. Dre atau pemilik nama asli Andre Romelle Young adalah sosok ternama di industri musik khususnya di jagat rap dan hip hop. Bertindak sebagai seorang rapper, produser, Dr. Dre juga merambah dunia entrepreneur yang mampu membuatnya memiliki dinasti sendiri.
Darah musisi memang mengalir dalam tubuh Dr. Dre. Sosok kelahiran Compton, California, Amerika Serikat, merupakan anak dari pasangan musisi amatir di mana ayahnya tergabung dalam grup musik bernama Rn'B.
Sejak usianya 3 tahun, orang tua Dr. Dre sudah berpisah dan Dr. Dre ikut dengan ibunya kerap berpindah-pindah tempat tinggal karena daerah Compton berbahaya akibat terdapat banyak geng.
Setelah lulus sekolah, dia mulai sering menyambangi club Eve After Dark dan mencoba-coba menjadi DJ. Di klub itulah dia bertemu dengan DJ Yella, personil kru N.W.A. Melalui club ini mereka berdua mulai merekam materi-materi, dan lahirlah “Surgery”—lagu pertama Dre.
Kemudian, Dre bergabung ke dalam grup musik World Class Wreckin’ Cru pada tahun 1984. Grup tersebut memainkan lagu-lagu electro-hop, sound yang saat itu mendominasi kultur west coast hip-hop.
Baca juga: Dr. Dre: Mastermind Beat dari West Coast
Baca juga: Dr. Dre Garap Album Baru Usai Dirawat Akibat Aneurisma Otak
Pada tahun 1986, Dr. Dre bertemu dengan Ice Cube untuk berkolaborasi dalam materi untuk Ruthless Records, sebuah label yang dioperasikan oleh Eazy-E. Mereka pun membentuk N.W.A bersama dengan Arabian Prince. Tahun depannya DJ Yella dan MC Ren turut begabung, dan akhirnya di tahun 1988, Arabian Prince pun angkat kaki.
Saat Ice Cube pergi dari N.W.A pada tahun 1989, Dre tetap menjadi produser utama dalam merampungkan album kedua mereka. Dia juga terlibat sebagai produser untuk sejumlah rapper lain dibawah Ruthless Records.

Dr. Dre dan Aftermath Entertainment
Dr. Dre sempat bergabung dengan beberapa musisi untuk membentuk label baru bernama Death Row. Selama aktif bersama Death Row Records, Dre menggarap materi bersama Tupac, reuni kecil dengan Ice Cube dan berkolaborasi dengan Snoop Dogg. Pada 1996, Dr. Dre memutuskan pergi dari Death Row dan mendirikan labelnya sendiri, Aftermath Entertainment.
Dr. Dre kemudian merilis album melalui label rekamannya ini, Dr. Dre Presents the Aftermath, sebuah album kompilasi karyanya sendiri dan penghuni roster serta rapper baru label tersebut.
Mencuatnya label rintisan Dre ini hadir di tahun 1998. Saat itu, Jimmy Iovine, kepala label rekaman Interscope menyarankan untuk merangkul rapper muda bernama Eminem. Dre memproduseri tiga lagu untuk debut album Eminem, The Slim Shady LP yang dirilis tahun 1999.
Single yang digarap oleh Dre, “My Name Is” menjadi hits, dan album tersebut laku terjual. Momen ini menjadi titik balik Aftermath Entertainment, yang namanya melambung akibat reputasi dan penjualan album Eminem.
Single yang digarap oleh Dre, “My Name Is” menjadi hits, dan album tersebut laku terjual. Momen ini menjadi titik balik Aftermath Entertainment, yang namanya melambung akibat reputasi dan penjualan album Eminem. Di akhir 1999, album solo kedua Dre resmi dirilis. Di album berjudul 2001 ini, Dre berkolaborasi dengan sejumlah musisi dan rapper kenamaan seperti Snoop Dogg, Eminem, Mary J Blige, Xzibit, dan masih banyak lagi.
Beats Electronic dan Dr. Dre
Dengan melambungnya nama Aftermath Entertainment, Dr. Dre menyatakan ingin fokus menjadi seorang produser dan semakin jauh memperdalam dunia entrepreneur. Pada 2008, ia bekerja sama dengan Jimmy Iovine mendirikan perusahaan headphone bernama Beats by Dr. Dre.
Latar belakang didirikannya perusahaan ini adalah masalah utama yang ada di industri musik yaitu dampak pembajakan pada penjualan musik dan kualitas audio di bawah standar yang disediakan oleh perusahaan penyedia earbud plastik.
Beats awalnya bermitra dengan Monster Cable, produsen komponen audio dan video yang berbasis di Brisbane, California, untuk memproduksi dan mengembangkan produk bermerek Beats yang pertama, dan memulai debut produk pertamanya, headphone Beats by Dr. Dre Studio, pada tanggal 25 Juli 2008.
Untuk mempromosikan produknya, Beats terutama mengandalkan dukungan dari artis musik pop dan hip-hop, termasuk penempatan produk dalam video musik, dan bermitra dengan musisi dan selebriti lainnya untuk mengembangkan produk merek bersama.
Pada Agustus 2010, produsen ponsel asal Taiwan, HTC, mengakuisisi 50,1% saham mayoritas di Beats seharga 309 juta USD. Dua tahun setelah akuisisi itu, Beats tidak memperbarui kontrak dengan Monster Cable sehingga Dr. Dre dan Iovine memutuskan untuk mengawasi seluruh operasional perusahaan, dari manufaktur hingga R&D.
Pada Juli 2012, HTC menjual kembali setengah kepemilikannya di Beats seharga 150 juta USD, dengan menjadi sisa pemegang saham terbesar yaitu 25,1 persen. Satu tahun berselang, HTC menjual sisa sahamnya di Beats.
Kemudian pada 21 Januari 2014, perusahaan rintisan Dr. Dre meluncurkan Beats Music, layanan streaming musik online berbasis langganan. Beats menyatakan bahwa pihaknya bermaksud untuk memberikan jenis pengalaman streaming yang berbeda dengan apa yang tersedia di pasaran saat itu.
Lengkap dengan katalog produk yang luas dan pemasaran maksimal, perusahaannya menjadi sebuah entitas yang mengantongi banyak uang. Pada tahun 2014, Apple memborong Beats by Dr. Dre sebesar 3 juta USD. Transaksi ini menjadikan Dre salah satu musisi hip-hop terkaya di muka bumi.
Di lain sisi, dengan masuknya Apple, Beats Music dihentikan efektif dengan peluncuran Apple Music pada 30 Juni 2015. Meski demikian, keinginan Dr. Dre untuk menghentikan pembajakan di industri musik dan memberi kualitas suara musik nomor wahid masih terus berlanjut.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 05/03/2021
26 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
promotorrai promotorrai
03/04/2025 at 13:08 PM
susiaatuti516 susiaatuti516
03/04/2025 at 13:08 PM
nurhayat nurhayat
03/04/2025 at 13:08 PM
Zahra Zahra
03/04/2025 at 13:08 PM
agustrisandi2134 agustrisandi2134
03/04/2025 at 13:14 PM
landadaratu Wulandari
03/04/2025 at 13:14 PM
ayurahani ayurahani
03/04/2025 at 13:14 PM
rajadongen rajadongen
03/04/2025 at 13:14 PM
dedek.marketing dedek.marketing
03/04/2025 at 13:20 PM
dewanagung dewanagung
03/04/2025 at 13:20 PM
Suratmi Suratmi
03/04/2025 at 13:20 PM
datukmarin datukmarin
03/04/2025 at 13:20 PM
dikagarinil dikagarinil
03/04/2025 at 13:26 PM
rismad rismad
03/04/2025 at 13:26 PM
pipin187 pipin187
03/04/2025 at 13:26 PM
Imam Muslim
03/04/2025 at 13:26 PM
deliagempita deliagempita
03/04/2025 at 13:32 PM
fariznaufalalej fariznaufalalej
03/04/2025 at 13:32 PM
lalaulalau lalaulalau
03/04/2025 at 13:32 PM
myiphone507 myiphone507
03/04/2025 at 13:32 PM
Lukman Hakim
27/05/2025 at 08:46 AM
Agus Sungkawa
04/07/2025 at 20:13 PM
Garindratama Harashta
14/01/2026 at 11:57 AM
Maoreen Lokito
15/01/2026 at 18:17 PM
Cands
21/01/2026 at 03:33 AM
RENI HENDRAYANI
02/03/2026 at 22:07 PM