Beberapa band yang merilis album di masa pandemi memutuskan untuk tidak mempromosikan karya barunya secara masif. Namun tidak bagi Beartooth. Beartooth yang merupakan band hardcore punk asal Amerika Serikat ini malah menunjukan semangatnya untuk membuat acara perayaan dari rilisnya album keempat mereka, Below yang rilis pada akhir bulan Juni lalu. Perayaan yang digarap oleh Beartooth tersebut hadir dalam bentuk sebuah konser virtual yang diunggah secara live pada 14 Juli lalu dengan tajuk The Journey Below.
Beartooth menjelaskan bahwa salah satu alasan hadirnya konser virtual ini adalah keinginan mereka sebagai sebuah unit untuk menghadirkan penampilan yang berbeda kepada para penggemarnya. Tidak hanya membawakan lagu-lagu dari album terbarunya, Beartooth juga menyatakan bahwa mereka memilih lagu-lagu favorit dari para penggemar untuk dibawakan. Keterlibatan penggemar dalam pembentukan konser virtual yang diselenggarakan oleh Beartooth tidak hanya mampu memberikan penawar rindu, tapi juga membuat pengalaman konser virtual tersebut jadi semakin imersif.
Caleb Shomo selaku vokalis dari Beartooth menjelaskan bahwa Below merupakan album terbaik yang berhasil dirinya buat bersama rekan-rekannya sepanjang karier bermusik di dalam sebuah band hardcore. Vokalis dari Beartooth tersebut menjelaskan bahwa proses penggarapan materi untuk album keempatnya bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, Beartooth harus menggali dan membuka pengalaman buruk yang menimpa pada kesehatan mental seluruh anggota mereka semasa tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Caleb Shomo juga menginformasikan bahwa sebagai vokalis dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin serta jujur terhadap narasi yang ingin disampaikannya.
Sebagai sebuah unit hardcore asal Amerika Serikat, Beartooth dianggap sudah berhasil mendapatkan pencapaian yang besar dalam skena tersebut. Sejak dibentuk di tahun 2012, Beartooth secara konsisten dan semangat untuk merilis karya-karya yang dianggap mengesankan oleh berbagai pihak di industri musik. Salah satu pencapaian cepat tersebut datang dari Caleb Shomo yang lebih dulu dikenal sempat tergabung dalam Attack Attack!. Satu tahun setelah terbentuknya Beartooth, band hardcore asal Amerika Serikat ini langsung berhasil mendapatkan kontrak kerja sama dengan Red Bull Records hingga saat ini.
Sejak bergabung bersama Red Bull Records, Beartooth telah berhasil merilis EP perdana berjudul Sick di tahun 2013. Selanjutnya, Beartooth langsung menelurkan album perdana mereka dalam rentang 1 tahun berjudul Disgusting. Album kedua mereka yang berjudul Aggressive datang menyambut di tahun 2016. Disease sebagai album ketiga Beartooth diperkenalkan di tahun 2018 dan 3 tahun setelahnya lahir Below sebagai album keempat.
Caleb Shomo memulai Beartooth di tahun 2012. Kala itu dirinya masih tergabung di dalam Attack Attack!. Awalnya, kelahiran Beartooth ini difungsikan sebagai distraksi oleh Caleb Shomo demi mengekspresikan bentuk kreativitas lainnya dalam bermusik di luar Attack Attack!. Namun, setelah resmi keluar dari band tersebut, Caleb Shomo merasa cukup yakin dan percaya diri akan potensi yang dimiliki oleh Beartooth dan memutuskan untuk fokus mengeluarkan energi dan kreativitasnya untuk band yang baru dibentuknya tahun 2012 tersebut.
Meskipun masih dianggap berumur muda, tapi Beartooth sudah kerap kali bongkar pasang formasi. Untuk album terbarunya sendiri, Beartooth juga hadir dengan formasi anyar. Kamron Bradbury yang merupakan gitaris utama dalam Beartooth memutuskan untuk keluar dari band dengan alasan pribadi. Meskipun begitu, Caleb Shomo tidak gentar untuk melanjutkan proses penggarapan album keempat Beartooth yang akhirnya memberikan rasa puas baik dirinya dan juga anggota band lain di dalamnya.
Image courtesy of Kerrang
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 25/07/2021
6 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Riani El
02/12/2024 at 13:50 PM
Nicolas F
21/12/2024 at 16:28 PM
O Heni
02/05/2025 at 11:08 AM
Julia Margaret
02/05/2025 at 11:09 AM
Budi Nurcahyo
26/08/2025 at 09:10 AM
Cands
06/11/2025 at 11:46 AM