Kecintaan terhadap gitar dan musik telah membuat seorang Matthew Hughes meninggalkan sektor pekerjaan yang nyaman dan menjanjikan untuk beralih menjadi seorang entrepreneur dengan membuka toko gitar dengan nama Banker Guitar.
Barangkali muncul pertanyaan kenapa alih-alih menggunakan nama Matt Hughes sebagai brand usaha, justru digunakan nama Banker? Hal ini erat kaitannya dengan masa lalu Matt Hughes yang sebelumnya bekerja sebagai seorang bankir. Kebetulan, lagu favoritnya dari band Skynyrd berjudul Mr. Banker.
Alhasil, teman-temannya memanggil Matt Hughes dengan sebutan Mr. Banker dan akhirnya ketika ia memulai usaha berjualan gitar, Hughes mengusung nama Banker Custom. Kini Banker Guitar beroperasi di North Georgia, Amerika Serikat.
Keputusan Matthew Hughes untuk mendirikan perusahaan sendiri bukan semata didasari karena bosan bekerja, ia nyatanya punya latar belakang bermusik sejak muda. Matthew Hughes muda yang gemar nge-band, sering melakukan maintenance peralatan band sendiri karena jarak ke toko gitar cukup jauh dari rumahnya.
"Saya mulai bermain band di usia sangat muda dan karena tumbuh di daerah pedesaan toko gitar terdekat berjarak satu setengah jam. Saya selalu melakukan perawatan gitar sendiri, lalu berlanjut dengan memodifikasi dan memperbaiki gitar teman," kata Matthew Hughes kepada Chicago Music Exchange.
"Saya merakit gitar sendiri di usia 20-an awal karena gitar milik saya patah dan tidak mampu membeli gitar yang bagus. Pertama saya mulai dengan kit, kemudian membuat body gitar hingga neck," kisahnya.
Sambil bekerja sebagai bankir, Matthew Hughes tetap menyalurkan minatnya terhadap gitar dengan membuat "bengkel" gitar kecil-kecilan di belakang rumahnya. Sekian waktu berjalan, Matthew Hughes akhirnya memutuskan menjual gitar buatannya ke publik pada 2016 sekaligus menjadi tahun pertama Banker Guitars beroperasi.
"Bankir mulai menjual gitar ke masyarakat umum pada tahun 2016. Saya telah melakukan pekerjaan refinish dan restorasi dari sebuah toko kecil yang saya bangun di halaman belakang rumah saya," ujar Matthew Hughes.
"Suatu hari saya mendapat ide gila untuk memberi nama pada barang-barang yang saya buat. Lalu ide muncul dari kenyataan bahwa saya seorang bankir di siang hari dan salah satu lagu favorit saya adalah Mr. Banker oleh Lynyrd Skynyrd, jadi rasanya seperti itu semua memang ditakdirkan."
Gitar dari Banker Guitar sendiri dibuat secara handmade oleh Matthew Hughes. Ia berusaha untuk memasukkan unsur, nuansa, karakter, gitar kuno Amerika ke dalam gitar modern. Hal ini dilakukan untuk memastikan misi Banker Guitar tersalurkan.
"Misi dari Banker Guitar adalah membuat gitar gaya vintage buatan tangan yang berkualitas tinggi, layak digunakan ke tangan para musisi, kolektor, dan memberikan pengalaman yang tidak akan didapatkan dari produk perusahaan besar," jelasnya.
Bisnis Matthew Hughes semakin maju ketika perusahaan besar gitar asal Amerika Serikat, Gibson Brands, Inc, meluncurkan program kemitraan pada Juli 2019. Program ini memberi izin lisensi kepada tempat custom gitar seperti Banker Guitar, Jimmy Wallace Guitars, dan Echopark Guitars untuk menggunakan merek dagang perusahaan, yang mencakup bentuk tubuh dan headstock untuk Les Paul, Flying V, Explorer, ES-335 dan Firebird, dalam versi mereka sendiri.
Nah, Banker Guitars merupakan tempat pembuatan gitar pertama yang menandatangani kontrak kerja sama ini dengan Gibson. Matthew Hughes lantas membuat gitar dengan spek Gibson yang diberi nama 58-spec Korina V and Excalibur.
Meski namanya sudah semakin dikenal lantaran kerja sama ini, Matthew Hughes coba meredam ambisi untuk memperluas cakupan bisnisnya. Ia bertekad untuk konsisten membuat gitar berkualitas buatan tangannya sendiri sehingga membatasi jumlah produksinya dalam satu tahun.
Hal ini memungkinkan Matthew Hughes mengenal lebih jauh para pelanggannya secara pribadi. ingin secara khusus menyesuaikan setiap detail kecil tentang bagaimana instrumen akan digunakan dan apa yang diinginkan para musisi yang memesan gitar kepadanya.
"Saya berniat untuk tetap menjalankan usaha kecil-kecilan. Saya tidak pernah membayangkan akan membuat lebih dari 50-70 gitar per tahun. Saya pernah lama bekerja di perusahaan besar di Amerika dan melihat berbagai kesalahan yang datang karena ekspansi dan saya tak tertarik dengan itu," tegas Matthew Hughes.
"Saya tak pernah punya niat menjadi kaya dengan membuat gitar. Jika itu tujuan saya, maka saya pasti memilih profesi yang salah. Dengan jumlah produksi ini, saya bisa menangani semuanya, memberi klien waktu dan perhatian, mengenal orang, dan memastikan setiap gitar yang keluar dari toko saya adalah instrumen yang berharga."
"Jika saya bisa hidup layak dengan bangun setiap pagi, membuat secangkir kopi, dan berjalan menuju toko saya untuk membuat gitar sepanjang hari, saya adalah orang yang bahagia," pungkasnya.'
Image Source : Banker Guitar
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 06/05/2021
39 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
nurhayat nurhayat
14/01/2025 at 05:20 AM
Zahra Zahra
14/01/2025 at 05:20 AM
promotorrai promotorrai
14/01/2025 at 05:20 AM
agustrisandi2134 agustrisandi2134
14/01/2025 at 05:29 AM
landadaratu Wulandari
14/01/2025 at 05:29 AM
ayurahani ayurahani
14/01/2025 at 05:30 AM
rajadongen rajadongen
14/01/2025 at 05:30 AM
dedek.marketing dedek.marketing
14/01/2025 at 05:36 AM
Suratmi Suratmi
14/01/2025 at 05:36 AM
datukmarin datukmarin
14/01/2025 at 05:36 AM
dewanagung dewanagung
14/01/2025 at 05:36 AM
pipin187 pipin187
14/01/2025 at 05:43 AM
rismad rismad
14/01/2025 at 05:43 AM
Imam Muslim
14/01/2025 at 05:43 AM
dikagarinil dikagarinil
14/01/2025 at 05:43 AM
myiphone507 myiphone507
14/01/2025 at 05:49 AM
lalaulalau lalaulalau
14/01/2025 at 05:49 AM
deliagempita deliagempita
14/01/2025 at 05:49 AM
fariznaufalalej fariznaufalalej
14/01/2025 at 05:49 AM
Mulyanto Mulyanto
05/01/2026 at 09:30 AM
Aan Saputra
05/01/2026 at 09:30 AM
Lala
05/01/2026 at 09:30 AM
Syahdan
05/01/2026 at 09:31 AM
Nelly Wardani
05/01/2026 at 09:49 AM
Ayu
05/01/2026 at 09:49 AM
Ratni Ratni
05/01/2026 at 09:49 AM
Kezia
05/01/2026 at 09:49 AM
Slamet
05/01/2026 at 15:16 PM
Salwa
05/01/2026 at 15:16 PM
Erza Apriliyanti
05/01/2026 at 15:16 PM
Imam Wahyudi
05/01/2026 at 15:16 PM
Neni Sriani
05/01/2026 at 15:37 PM
Upit Sarimana
05/01/2026 at 15:37 PM
Sella
05/01/2026 at 15:38 PM
Rio
05/01/2026 at 15:38 PM
Adi
05/01/2026 at 15:56 PM
Dwi Septiani
05/01/2026 at 15:56 PM
Aidil
05/01/2026 at 15:56 PM
Riona Alpeni
05/01/2026 at 15:56 PM