Skena musik di Palembang bisa dibilang berkembang dan menggeliat dalam ritme yang cukup pesat beberapa tahun belakangan ini. Band-band dengan beragam genre mulai berani mempublikasikan karya kreatifnya dan merilis albumnya. Sebuah perubahan pola perilaku kreatif telah mendorong produktifitas band lokal di Palembang khususnya, dan Sumatera Selatan pada umumnya.
Walau jauh dari hingar-bingar bombastis skena musik kota-kota utama, band lokal di Palembang mencoba menepis segala kekurangan yang ada dan membuat para pelaku musik nasional perlahan menoleh ke scene musik lokal di Palembang.
“Ini sebuah awal dari proses panjang yang bahan bakarnya adalah semua yang terlibat di depan dan belakang layar. Sebagai usaha untuk tidak mengekor tapi mencoba realistis dengan mengambil sikap proaktif terhadap kekurangan yang ada,” tulis press release yang diterima redaksi SuperMusic. “Kurangnya venue disiasati dengan studio gigs dan fokus pada rilisan. Kami juga membangun tradisi baru yaitu keberanian untuk tur mandiri, serta berbagai cara kreatif lain untuk menyiasati kekurangan yang ada.”
Sebagai upaya untuk menciptakan medium bagi band lokal di Palembang dan sekitarnya, maka sebuah inisiatif kreatif dari penggiat komunitas kreatif di Palembang, ARTMOSHPIT, bekerjasama dengan RIMAUMAN MUSIC mengerjakan proyek album kompilasi yang berisi band-band Palembang dan sekitarnya.
Proyek tersebut diberi tajuk ARTMOSHPIT COMPILATION ALBUM yang bertujuan untuk mengenalkan aksi-aksi lokal scene musik Palembang secara lebih luas. Album kompilasi ini berisi 19 band yang dikurasi dan dipilih dengan seksama tanpa melihat batasan genre – diisi oleh band yang eksistensinya cukup kuat hingga band-band generasi baru yang mulai menggeliat.
Sejumlah band asal Palembang yang terlibat dalam kompilasi ini antara lain Sumar, Black/Hawk, Cloud, Vent, Nesto, Time, dan masih banyak lagi. Album kompilasi berformat CD ini juga didistribusikan luas secara nasional melalui berbagai record store dan outlet yang tersebar pada kota-kota besar di Sumatera, Jawa, hingga Sulawesi.
Akhirnya, ini persis seperti harapan yang disampaikan oleh sang penggagas proyek album kompilasi ARTMOSHPIT, “Sebagai upaya untuk membakar batas lokalitas, bahwa apa yang dilakukan di level lokal pun bisa mendapat apresiasi secara nasional. Semoga ini memiliki dampak yang besar.”
Tracklist:
1.Sumar - Never Break Me Down
2. Vent - Hidden
3. Archie - Aktivasi Hati
4. For Tomorrow - Masih Tersisa
5. Black//Hawk - Nervous Breakdown
6. Kantong Simayit - The Last Tiger Ogre
7. Aircraft901 - Ghost In My Head
8. FourtySixth Block - Glory and Story
9. Against Oppression - Second Nature
10. Chicken Shit Flower - Roda Paramuda
11. Black Coffee Ice - S'moka Senja
12. Nesto - Sohib Plastik
13. Chicks Brain - Generasi Konsumtif
14. Gerram - the Bloodthirst
15. [C54] - Heartless
16. Time - Time that Gone
17. Cloud - Hopes for Freedom (Don't Afraid Sleeper)
18. Shekill - Laga Pembantaian
19. Dream Catcher - Change the World
Foto: Artmoshpit / Rimauman
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 08/01/2016
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :