Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Antara Suar dan Pure Saturday: Nostalgia dalam Bentuk Berbeda

Tahun 2020 tak hanya menghadirkan perpisahan, tetapi juga sebuah awal baru bagi seorang Suar Nasution. Sosok yang dikenal sebagai vokalis dari band Pure Saturday itu kembali dari tidur panjangnya dengan menghadirkan proyek duo baru.

Dengan mengambil nama panggung Suar, Suar Nasution berkolaborasi dengan Yoga Patria yang resmi mengumumkan diri kehadiran mereka pada Juli lalu. Langkah pertama pun sudah dicetak, yaitu dengan merilis single debut berjudul “Terjadilah”.

Merupakan rekan lama, keduanya kembali bertemu di tahun 2018, dengan Suar yang sudah memiliki beberapa materi lagu yang belum digarap mapan. Yoga menyambut tawaran Suar terkait menggarap materi-materi tersebut. Dari sana, lahirlah Suar.

Secara umum, single Terjadilah merupakan lagu yang masih berdegup dalam getaran alternatif brit pop era 90-an. Meski begitu, tidak bisa sepenuhnya lagu ini dapat dimirip-miripkan dengan Pure Saturday.

Di dalam lagu Terjadilah terdapat sejumlah elemen yang menjadi unsur pembeda antara Suar dengan Pure Saturday, walaupun karakter suara dan musik Suar mampu membuat para pendengar menapak tilasi musik Pure Saturday dalam nostalgia.

Durasi empat menit 10 detik diisi dengan sound gitar twangy ala britpop, kocokan drum energetik, serta vokal bittersweet yang sudah menjadi ciri khas Suar Nasution. Uniknya, “Terjadilah” juga mendapuk ketukan drum loop yang memberikan kesan modern di tengah terpaan musik berjiwa 90-an ini.

"Lagu ini merupakan karya pembuka untuk karya lagu lainnya yang akan dirilis berikutnya. Semoga bisa mengobati rasa rindu akan karya saya. Perubahan atau evolusi band Suar ini akan dirasakan secara perlahan di karya-karya berikutnya,," ungkap Suar melalui siaran pers.

"Lagu ini ditulis oleh Suar Nasution pada bulan Oktober 2018. Ceritanya tentang seseorang yang mengenang kisah indah di masa lalu dan masih membayang hingga saat ini," sambung Yoga Patria.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by SUAR (@suar_musik)

Suar Adalah Evolusi Bermusik Suar Nasution Setelah Pure Saturday

Mereka yang menggeluti tumbuh kembangnya musik britpop dan alternatif di tanah air tidak mungkin tak mengenal Pure Saturday, sebuah grup musik dari Bandung. Band ini dibentuk pertama kali oleh Muhammad Suar Nasution (vokal, gitar), Aditya Ardinugraha (gitar), Yudhistira Ardinugraha (drum), Ade Purnama (bass), dan Arief Hamdani (gitar).

Cikal bakal lahirnya Pure Saturday banyak terpusat pada sosok Suar. Para remaja yang awalnya hanya berkumpul sembari mencari kesibukan saat menunggu hasil UMPTN, justru melahirkan ide-ide kreatif saat berkumpul di gudang rumah Suar.

Di tempat itu pula, gudang bekas pabrik gitar, Pure Saturday menyulapnya menjadi tempat latihan dan menuliskan lagu-lagu mereka. Band ini pada awalnya bernama "Tambal Ban", nama yang kurang enak di dengar dan terdengar sangat umum. Akhirnya terpilihlah nama “Pure Saturday” yang tercetus secara spontan.

Akhirnya Pure Saturday mencoba hadir di blantika musik Indonesia. Mereka banyak mendapat pengaruh dari grup-grup asal Inggris seperti The Cure, Ride, My Bloody Valentine, Wonder Stuff dan lain-lain. Musik yang mereka bawa begitu unik dan berbeda dari kebanyakan grup musik yang ada pada saat itu (1990-an). Musik mereka sederhana namun mudah ditangkap dan lirik yang mereka bawa mengusung tema sosial.

Pada tahun 1994 mereka mengikuti ajang "Festival Musik Unplugged" yang diselenggarakan se-Jawa dan DKI Jakarta. Pure Saturday mendapat Juara Pertama kategori Umum pada ajang ini, yang bikin nama Pure Saturday dan Suar semakin dikenal. Mereka mulai banyak manggung mengisi acara-acara musik dan keluar masuk stasiun radio.

Ketenaran Pure Saturday membuat seorang produser bernama Ambari yang juga merupakan manajer dari band PAS untuk memproduseri album perdana mereka. Akhirnya pada tahun 1996 album perdana mereka Pure Saturday dirilis. Album ini dikerjakan secara indie dan di pasarkan secara mail order lewat sebuah majalah remaja di Jakarta.

Album perdana Suar bersama Pure Saturday berisi delapan lagu (Silence, Kosong, a song, Desire, Simple, Enough, Open Wide dan Coklat). Karya Suar bersama kawan-kawannya mendapat sambutan hangat dan dinilai sangat segar kala itu.

Pada tahun 1999 Pure Saturday merilis album kedua. Album ini di beri nama Utopia dan dirilis di bawah bendera Aquarius Musikindo. Album ini terdiri dari 11 lagu. Lagu berjudul "Di Bangku Taman" menjadi lagu andalan di album ini.

Utopia menjadi tapal batas antara Suar dengan Pure Saturday. Ketika ketenaran mulai didapatkan keduanya, Suar justru memilih hengkang pada 2004. Pure Saturday memang tak menyerah berkarier selepas Suar pergi, mereka diperkuat Satria sebagai vokalis baru.

Suar dikabarkan hengkang dari Pure Saturday untuk mengejar karier ke luar negeri. Suar memutuskan untuk berhenti di bidang tersebut dan kembali ke Bandung untuk melanjutkan usaha gitar milik ayahnya pada tahun 2014 silam.

Setelah proses pencarian panjang, Suar kembali pada dunia yang membesarkan namanya dulu. Meski tak lagi dengan Pure Saturday, Suar punya ambisi untuk memberikan suguhan berkualitas kepada para penikmat musik Tanah Air dan siap bersaing dengan industri musik kiwari.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#suar # suar nasution # pure saturday # pop # duo # berita musik indonesia # berita musik nasional # single baru suar

Article Category : Super Buzz

Article Date : 31/12/2020

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

2 Comments

Comment
vika hermawan

vika hermawan

21/04/2025 at 17:00 PM

Antara Suar dan Pure Saturday: Nostalgia dalam Bentuk Berbeda
tiurnatalia

tiurnatalia

11/03/2026 at 22:13 PM

Yes
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive