Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Monkey to Millionaire – Tanpa Koma

Binatang Records

Nilai: 7.0/10

Ada sebuah opini berbunyi: “Album ketiga adalah masa krusial bagi keutuhan unit band.” Ya, jika menelisik tafsiran dari pernyataan tersebut barangkali tak salah. Bagi kalangan yang menjunjung tinggi nilai musikalitas tentu sepakat jika di tahap vital itu seharusnya para band harus mencoba seabrek tantangan lewat eksplorasi maupun eksperimen di pembuatan album. Istilah populernya adalah “keluar dari zona aman.”

Berbicara tentang rilisan ketiga, duo rock alternatif asal Jakarta, Monkey to Millionaire baru saja melepas opus teranyarnya di awal bulan Maret kemarin. Dominasi warna merah gelap menyertai keseluruhan sampul pada album tersebut. Selain itu lembaran artwork bernuansa absurd terpajang acak di setiap kolase lirik. Muatan karya terdiri dari 10 jajaran track mumpuni yang siap untuk sekadar melepas rindu kepada pasukan monyet. Terakhir mereka melepas album Inertia sekitar empat tahun yang lalu.

Seiring waktu bergulir, tak terasa duo karib Wisnu Adji dan Aghan Sudrajat telah menempuh jejak album ketiga selama perjalanan kariernya di belantika musik tanah air. Dua album pertama yakni Lantai Merah (2009) dan Inertia (2013) seolah menunjukkan kalau kedua albumnya itu bersinggungan kutub secara musikalitas. Maka pro-kontra transformasi musik oleh Monkey to Millionaire kala itu sempat menuai protes dari kalangan penggemarnya.

Jika debut album perdana mereka terkesan manis selayaknya hidangan pembuka di restoran fancy ternama, lain halnya Inertia yang kentara dengan nuansa kelam nan ‘semau gue’ di dalamnya. Maka di album ketiganya kali ini, Monkey to Millionaire seperti ingin mendamaikan dua kutub berbeda itu tanpa mengurangi kedalaman kualitas pada album.

Dibuka dengan nomor agresif berjudul “Tular”. Tanpa ampun raungan distorsi tebal cukup terdengar menghujam keras di telinga. Skuad Monkey to Millionaire seolah tak segan untuk menaruh track tersebut di barisan terdepan repertoar. Wisnu dengan sigap hadirkan riff catchy ala pesohor grunge sebagai pemantik bara semangat yang efektif. Secara tegas Wisnu dan Aghan menyingkap alter ego identitas musik mereka sebenarnya, bukan semanis muatan yang ada pada di album perdana.

Sedikit bergeser ke barisan daftar lagu berikutnya. Secara naik-turun ‘The Monkeys’ menyisipkan berbagai fragmen sound yang cukup terdengar berbeda-beda beriringan. Untuk sentuhan indie rock dapat didengar di track “Peduli Puji”, “Kekal”, dan “Mengetuk Hati Benalu”. Pada melankolia ala ballad dapat ditemukan di lagu manis bertitel “Bencinya Untukmu”.  Sepasang track “Hujan” dan “Nista” pun dianggap tepat untuk merayakan kejayaan grunge di masa silam. Sedangkan “Malam Mangsa” dan “Teduh Hari Ini” terdengar mengguncang keras tetapi penuh luka.

Sementara itu, di departemen lirik mengalami perubahan yang signifikan. Tidak seperti kedua album sebelumnya, Tanpa Koma sepenuhnya berisi larik berbahasa Indonesia. Topik yang diangkat juga begitu pribadi dan gelap. Tampaknya Wisnu secara perlahan mulai ingin mencoba mengedepankan penggunaan bahasa nasional ke publik luas. Hal itu tentu tak banyak dilakukan oleh deretan band sejawat yang mayoritas masih senang menggunakan pelafalan bahasa asing.

Well, tampaknya Monkey to Millionaire sendiri mulai cukup beradaptasi dengan baik sejak merotasi peralihan dari Lantai Merah ke Inertia ke Tanpa Koma. Dan mereka tentunya lebih berhati-hati dalam mengonsepkan karya. Tanpa Koma setidaknya menjadi fase penting bagi skuad monyet untuk tampil nyaman dengan suasana baru selagi menapaki masa penyesuaian.

Jika ditelisik terdapat korelasi antara mitos album ketiga dan perjalanan karier Monkey to Millionaire. Pertama, mereka telah melewati hingga ke titik karya ‘ketiga’ yang lazimnya dipercaya orang sebagai awal mula kehancuran keutuhan sebuah band. Kedua, mereka berani keluar dari zona yang dianggap nyaman. Tak banyak jajaran band yang berani mengambil risiko tersebut. Bahkan untuk band tenar sekaligus. Angkat topi untuk Monkey to Millionaire!

Track-track esensial: “Kekal”, “Mengetuk Hati Benalu” dan “Malam Mangsa”

 

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Monkey To Millionaire #album review

Article Category : Super Buzz

Article Date : 26/03/2017

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

8 Comments

Comment
RENI HENDRAYANI

RENI HENDRAYANI

03/03/2026 at 16:10 PM

-
Yogi Putra Pratama

Yogi Putra Pratama

03/03/2026 at 21:19 PM

keren
BUDIYANA BUDI

BUDIYANA BUDI

07/03/2026 at 15:56 PM

-
FINA MARDIANA

FINA MARDIANA

08/03/2026 at 14:12 PM

-
Nurul Fadhilah

Nurul Fadhilah

08/03/2026 at 20:42 PM

keren
Tio

Tio

09/03/2026 at 21:51 PM

Like
IRWAN JAELANI

IRWAN JAELANI

11/03/2026 at 21:48 PM

-
PERES FILIMON

PERES FILIMON

16/03/2026 at 15:54 PM

-
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive