Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

HURT’EM - Condolence

Album Review: HURT’EM - Condolence

Lawless Records

Nilai: 7.8/10

Condolence menghantam tanpa ampun, tanpa peringatan. Trio grind/hardcore asal Depok, HURT’EM, mampu menerjemahkan intensitas sebuah energi besar yang menolak ditumpulkan. Album perdana ini memperdengarkan bagaimana rasanya menjadi seorang pemadat kemarahan.

Dirilis oleh Lawless Records pada 27 Januari kemarin, Condolence terdengar seperti sedang berada di persimpangan antara grindcore dan hardcore modern pasca 2000-an. Aransemen padat dan cepat yang dibungkus pekatnya sound gitar berat adalah warna utama Condolence. Tanpa sedikitpun momen rehat, album ini bergerak liar ke satu titik intens melalui rute yang berbeda-beda.

Konsekuensi mempertahankan tulang punggung grindcore tanpa komposisi yang dinamis adalah lagu-lagu yang cenderung terdengar monoton, HURT’EM berhasil lolos dari jebakan tersebut. Riff-riff berat bernuansa dark hardcore menjadi senjata ampuh untuk menjaga tegaknya wall of sound, memungkinkan berbagai aransemen yang variatif untuk hidup di dalamnya.

Komposisi tersebut akhirnya memberi celah bagi nada-nada minor dan melodius untuk tumbuh lebat. Progresi tersebut tidak melemahkan musik HURT’EM, karena atmosfer yang dibangun justru menjadi semakin gelap. Nada minor yang menukik memaksimalkan kekuatan lagu-lagu seperti “Compulsion,” “Deceit,” dan “Condolence,” juga nomor mid-tempo “Avarice.”

Namun, ruang lebar di belakang wall of sound tersebut gagal dimanfaatkan dengan maksimal di lagu “Bleed” dan “Revelation.” Aransemen dua lagu tersebut terlalu bervariasi, berkelok ke berbagai arah hingga akhirnya menumpulkan intensitasnya dan berbuah kebisingan tanpa tujuan.

Sementara itu, “Neglect,” “Patronage,” dan “Fallen” malah mengandalkan kecepatan rentetan drum di atas riff-riff tebal untuk menghasilkan tenaga maksimum. Dua lagu tersebut adalah contoh terbaik kemampuan drumming Oces Rahmat (Carnivored) saat mengeksploitasi ruang sempit improvisasi lewat blastbeat berpresisi tinggi. Permainan Oces yang cepat dan keras dijembatani dentuman kasar bass Epan (Deth Krokodil) yang kemudian melengkapi raungan gitar Chuky (Slutguts & Beauty Killed the Beast). Tugas HURT’EM berikutnya adalah menggantikan posisi vokalis yang ditinggalkan Adul (Ancaman), karena vokalnya pun berkontribusi besar dalam menyalurkan energi setingkat tiga instrumen lainnya.

Condolence adalah perpaduan empat elemen tersebut; sebuah album debut bertenaga tinggi hasil pergesekan grindcore dan hardcore yang menyeret pendengarnya ke dalam gumpalan kemarahan.

Foto: Lawlessjakarta.com

ARTICLE TERKINI

Tags:

#HURT'EM #album review

Article Category : Super Buzz

Article Date : 31/01/2017

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

1 Comments

Comment
Garindratama Harashta

Garindratama Harashta

20/07/2025 at 09:50 AM

kereen banget ini
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive