Di jagad musik hip-hop, R&B, soul dan pop dewasa ini, Frank Ocean bukanlah nama yang kecil. Penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat ini dikenal handal menulis lirik jujur dan emosional yang dikemas dengan kemampuan vokal tinggi. Permasalahannya, ia terhitung jarang merilis karya. Selain itu, ia juga cukup misterius—cukup susah dikorek informasinya.
Beda ceritanya kali ini. Ocean telah membeberkan sedikit bocoran kepada pihak W Magazine, soal musik yang ia dengar saat diwawancara di New York—tempat tinggalnya sat ini.
Ketika ditanya apa yang sedang ia pikirkan dekat-dekat ini, Ocean menyatakan bahwa ia tengah disapu habis oleh musik-musik elektronik serta kisah dan sejarah yang dimiliki oleh genre tersebut.
“Saya sedang tertarik dengan club, juga dengan banyaknya ragam musik yang hadir dari budaya nightlife itu. Jadi, ya, hal-hal yang saya geluti masih berhubungan dengan skena tersebut; yakni Kota Detroit dan Chicago, lalu musik techno, house, hingga French electronic...,” ungkap Frank.

Dalam wawancara tersebut, Ocean juga meceritakan bahwa mungkin penulisannya di hari mendatang tidak lagi bersifat otobiografis. Keputusan ini didorong dari suatu ide tentang menghidupi sebuah karakter yang sedang ia dalami.
“Saya sudah lama percaya bahwa akan selalu ada kekuatan dalam kerentanan, namun saya sudah tidak percaya lagi akan hal itu.
Kekuatan dan kerentanan merupakan kata yang berseberangan. Jadi bagi saya, bijak rasanya untuk menggabungkan keduanya—saya tidak tahu apakah ini sesungguhnya bijak atau tidak, sih.
Hanya saja ada pencerahan yang menampar saya: ‘Oh, benar, ini hanyalah sebuah pilihan terkait mau jujur atau bohong’,” jelas Frank.
“Jika saya bercerita dan memutuskan untuk berhenti bercerita, maka sah-sah saja. Itu kan cerita saya. Ekspektasi atas seorang seniman yang dipaksa harus terkesan rentan dan jujur itu besar, lho—lebih-lebih kalau sudah menjadi sesuatu yang diharuskan.
Jadi, guna memuaskan ekspektasi orang-orang, akan diperlukan sebuah penumpahan secara blak-blakan dari hati atau pengalaman saya dengan cara yang sangat jujur dan rentan.
Saya sudah tidak mau seperti itu. Saya lebih tertarik dengan sebuah kebohongan ketimbang jujur yang seperti itu sekarang. Jadinya seperti sebuah fantasi layar lebar macam film-film keren itu,” lanjutnya menambahkan.
Rilisan terakhir dari seorang Frank Ocean adalah Endless dan Blonde—keduanya resmi dirilis pada tahun 2016 silam. Baru minggu lalu, telah terungkap bahwa Ocean-lah yang menulis kalimat pembuka untuk buku terbaru dari film pemenang penghargaan Oscar, Moonlight (2017).
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 02/10/2019
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
EKO SUSILOWATI
12/05/2025 at 10:29 AM