Inspirasi dalam menulis lagu bisa datang dari mana saja. Tak terkecuali dari sosok-sosok berpengaruh di sekitar kita. Setidaknya, ada sepuluh lagu dari musisi dalam negeri yang terinspirasi tokoh-tokoh penting Indonesia. Beberapa di antaranya bahkan pahlawan nasional. Penasaran? Simak langsung di bawah ini!

Marsinah - Marjinal
Marsinah adalah pahlawan buruh Indonesia. Dia dibunuh karena memperjuangkan hak kaum buruh yang bekerja di PT Catur Putra Surya, Sidoarjo. Nahas, sikap kritis Marsinah justru membuat atasan tempatnya bekerja geram. Singkat cerita, Marsinah dibunuh secara keji, termasuk disiksa di bagian alat vitalnya. Jenazah Marsinah ditemukan pada Mei 1993 di hutan Dusun Jegong, Nganjuk, Jawa Timur.
Setelah kematiannya, nama Marsinah harum. Dia adalah simbol perjuangan kaum proletar. Menjadi cermin nyata bahwa sempat ada rezim di Indonesia yang membungkam para aktivis secara represif. 12 tahun setelah kematian Marsinah, grup punk Marjinal mengabadikan nama sang buruh ke dalam lagu dengan judul Marsinah. Lagu Marsinah muncul di album Predator dan menjadi repertoar andalan Marjinal dalam aksi panggungnya.
Di Udara - Efek Rumah Kaca
Lagu Di Udara terinspirasi dari kematian aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir, yang diracun ketika berada di pesawat dalam penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam, Belanda, pada 7 September 2004. Peristiwa ini lantas menjadi isu nasional yang terus diperdebatkan hingga kini.
Tidak bisa dipungkiri lagi, Efek Rumah Kaca (ERK) menulis lirik Di Udara dengan sangat cerdas. Sebuah lagu yang layak menjadi anthem para pejuang-pejuang kemanusiaan. Di Udara merupakan lagu yang terdapat dalam album debut ERK, yang dirilis pada 2007.
Bung Hatta - Iwan Fals
Nama Mohammad Hatta tak bisa dilepaskan begitu saja dari sejarah berdirinya Indonesia. Di samping perannya sebagai politikus ulung, Bung Hatta juga dikenal sebagai begawan ekonomi. Dia mengenyam pendidikan di Economische Hogeschool (cikal bakal Universitas Erasmus Rotterdam).
Hatta tutup usia pada 14 Maret 1980. Iwan Fals menyematkan lagu Bung Hatta pada album Sarjana Muda, yang dirilis satu tahun setelah kepergian sang proklamator. Ditulis dengan pendekatan folk, lagu Bung Hatta terdengar sederhana, tanpa mengurangi makna.
Negeri Kaya - Iwan Fals
Iwan Fals melengkapi lagu dedikasi untuk Bung Hatta, dengan lagu dedikasi untuk Bung Karno. Sehingga lengkap "dynamic duo" sejarah Indonesia itu mendapat penghormatan dari Iwan Fals.
Dalam sebuah wawancara dengan media, Iwan menceritakan bahwa Negeri Kaya lahir dari hasil refleksi dari perjalanan ke beberapa kota, termasuk ke makam Bung Karno di Blitar. Iwan melihat kenyataan yang pilu, bahwa banyak yang tidak sejahtera di negeri yang kaya ini.
Negeri Kaya merupakan track ke-tiga dari album Raya yang dirilis Iwan Fals pada tahun 2013.
Ini Dadaku - Musikimia
Lagi, inilah lagu yang terinspirasi dari kebesaran Bung Karno. Musikimia yang sebagian besar personelnya juga anggota band Padi, merilis Ini Dadaku dalam album mini berjudul Indonesia Adalah. Bung Karno memang dikenal mampu membakar semangat rakyat lewat pidato-pidatonya. Semangat itu lantas diserap oleh Musikimia ke dalam lagu.
"Lagu Ini Dadaku adalah lagu yang terinspirasi dari pidato Bung Karno. Kami ingin menyemangati generasi sekarang untuk tidak melupakan sejarah, tukas sang drummer Yoyo, dalam sebuah wawancara.
Gie - Eross Feat. Okta
Pada tahun 2005, sutradara Riri Riza di bawah naungan Miles Films merilis film biografi Gie. Seperti diketahui, Soe Hok Gie adalah aktivis Universitas Indonesia yang idealis, kritis, sekaligus pecinta alam. Gagasannya tertuang dalam buku Catatan Seorang Demonstran.
Lantas, proyek film Gie melebar ke arah musik. Gitaris Sheila On 7 bersama Okta menulis lagu hasil interpretasi terhadap sosok Gie. Lagu berjudul Gie itu menjadi soundtrack film ini.
Sunset di Tanah Anarki - Superman Is Dead
Grup punk-rock asal Bali ini merilis album Sunset di Tanah Anarki pada tahun 2013, termasuk di dalamnya lagu dengan judul sama. Dalam berbagai kesempatan, drummer Jerinx menjelaskan bahwa Superman Is Dead terinspirasi oleh aktivis dalam menulis Sunset di Tanah Anarki, di antaranya adalah Munir, Gendo (aktivis anti-reklamasi Bali), dan Wiji Thukul.
Jerinx bersama rekan-rekannya di Superman Is Dead memang dikenal kritis dan kerap menyuarakan hal yang menurut mereka penting untuk diperjuangkan, salah satunya adalah penolakan reklamasi Teluk Benoa, Bali.
Juara Dunia - Sir Dandy
Siapa sangka musisi jenaka Sir Dandy turut menyumbang lagu yang mengenang tokoh Indonesia. Bukan politisi, bukan pula aktivis, pilihan Sir Dandy jatuh kepada tokoh olahraga, Chris John!
Membuat rekam sejarah lewat musik adalah pilihan cerdas. Setidaknya, lewat lagu Juara Dunia kita tahu bahwa pernah ada juara dunia tinju kelas WBA dari Indonesia. Sebuah negara yang dalam peta olahraga tinju dunia terabaikan.
Sir Dandy mengemas lagu untuk Chris John dengan lirik lugas dan nakal, "Meskipun pelatihmu asal Australia, Tak berarti kau tak cinta pelatih Indonesia, Yang penting hasil akhirnya yang maksimal, Kalo Chris John juara Indonesia jadi terkenal," lantun Sir Dandy.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 09/11/2016
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :