Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

rapper produser kolaborasi

Dalam dunia hip-hop, produser adalah kepala dibalik beats yang meluncur sebagai dasar pijakan sang rapper untuk berkoar dengan rimanya. Itu sudah jadi term yang umum di dunia hip-hop; tak jarang, akan ada indikasi beats itu di produseri oleh siapa dalam tiap judul-judul sebuah trek hip-hop. Singkat kata, produser—dalam konteks hip-hop—merupakan posisi yang sangat krusial. Tak kalah penting dengan sang rapper yang lebih sering disorot spotlight.

Hip-hop lokal, seperti yang kita semua ketahui, memang sedang panas-panasnya. Menoleh kembali beberapa tahun kebelakang, hip-hop menjadi sebuah genre yang berkembang dengan pesat. Namun perkembangan itu—selain karena demand yang mendadak naik pesat—juga disokong oleh bakat-bakat yang mampu menyikapi permintaan musik itu dengan kualitas yang baik, lepas dari usia dan generasi mereka sebagai seorang pelaku seni.  Dan yang penting untuk disadari adalah bahwa bakat-bakat itu bukanlah hanya rapper, melainkan produser juga. Hip-hop lokal tak akan bisa menjadi seperti sekarang ini hanya dengan mengandalkan rapper berkualitas; ada juga produser yang hebat di balik karya-karya itu.

Produser, terutama musik elektronik, juga makin ramai dengan nama-nama baru. Tak hanya EDM yang biasa ditemukan di club, tapi juga hadir dengan berbagai subgenre-nya. 

Untuk itu, dalam tulisan ini, SUPERMUSIC hendak meruntutkan kolaborasi rapper-produser lokal--yang biasanya berkutat di musik elektronik--dan karya-karya mereka yang keren. Langsung dengarkan jika memang belum sempat, ya. Tunggu apa lagi? Selengkapnya, bisa kalian baca di bawah ini!

***

1. Matter Mos x Dipha Barus – “Whoosah”

Mungkin untuk produser yang satu ini, sudah tidak lagi membutuhkan perkenalan. Ya, Dipha Barus, musisi elektronik/DJ/produser kawakan asal Indonesia, menggabungkan energi kreatifnya dengan Matter Mos—rapper muda  dari Jakarta, untuk merilis sebuah trek bertajuk “Whoosah”.

Tidak main-main, trek dihajar oleh keduanya dengan maksimal. Mengingat ini Dipha di balik kendali beats, maka jelas trek tersebut dancy dan pumping, semangatnya keluar secara maksimal. Energi itu seperti ditangkap oleh Matter Mos, dan diinterpretasikan menjadi barisan rima dengan cara yang sefrekuensi. Alhasil? Sebuah trek yang fun untuk didengarkan. Sample-sample organik yang bak preaching, dipadukan dengan permainan piano ala latin yang seksi, bertemu dengan beats yang fresh tapi agresif. Bayangkan semua itu menjadi sirkuit lintasan Matter Mos untuk ngebut. Woosah!

2. Jevin Julian x Kara Chenoa – “No Clue”

Sehabis dibuka dengan hentakan oleh Dipha dan Matter Mos, menapak ke trek Jevin x Kara Chenoa ini seperti menginjak rem, menurunkan gigi, dan coasting dengan santai dan rileks di jalanan minggu pagi yang anti macet. Ya, mungkin “carefree” bisa jadi nuansa yang kerap hadir kala mendengar lagu ini. Siapa juga yang bisa disalahkan? Lagunya memang begitu, mampu melepas gundah gulana dan membawa kalian terbang ke alam yang lebih tenang.

Sekujur tubuh “No Clue” dibanjiri synth yang kental. Masuk ke chorus, keys yang genit beraksi—mengajak kepala mengangguk, kaki menyentak, ataupun badan berjoget. Rhymes yang dituturkan oleh seorang Kara juga terasa sangat cocok dengan lagu gubahan Jevin ini, melihatnya mengupas barisan lirik secara riang seperti teringat mendiang Mac Miller era album Kids. Kurang percaya? Simak langsung video klipnya, lihatlah sendiri seberapa mengalirnya mereka, Jevin dengan OP1 yang lengket di tangan, dan Kara yang tak bisa diam.

3. Mardial x Ramengvrl – “Digital Love”

Berbicara tentang sang produser Mardial, trek ini cukup unik. Melihat daftar kolaborasi di album Mardial & Friends, terutama dengan rapper, maka “Digital Love” ini menjadi salah satu trek yang hadir dengan nuansa yang paling berbeda. Di trek ini, ada kesan eksplorasi yang terang-terangan nampak. Dan untuk itu, kita beri salut kepada kedua musisi yang berani keluar dari jejak nyaman mereka dan menggarap  trek ini dengan serius. Lagipula, hasilnya memuaskan, kok. Trek terdengar seperti Nicki Minaj yang menggila di atas beats Daft Punk  dengan lirik dan nuansa musik ala romansa remaja macam Katy Perry.

Trek ini mungkin menjadi trek yang paling pop dari keutuhan daftar ini. Treatment elektronika yang dihadirkan oleh Mardial cukup retro, tapi tetap segar dan terdengar refined. Semua itu diumpan kepada rapper muda yang sudah melalang buana, Ramengvrl. Quirkiness sang rapper itu membuatnya  cocok untuk membawakan trek ini, oleh karena itu pula kita para pendengar terasa mampu dibuat lebih meresapi liriknya yang, jujur saja meski cheesy, ia cukup punchy dan terus terangsehingga terdengar cocok. Bukankah quirky seharusnya begitu?

4. Muztang xTuan Tigabelas — “Run”

Drum and bass kubantai macam boombap, tell me who’s the king?”, begitulah salah satu baris lirik guratan Upi A.K.A Tuan Tigabelas dalam trek yang, masih sama dengan sebelumnya, “menapak jauh dari zona aman”. Ya, Tuan Tigabelas memang sudah bukan nama yang asing dalam halaman hip-hop lokal, trek demi trek apik ia lontarkan dari balik microphone. Tapi tentunya, beats dari karya-karyanya itu sebagian besar jatuh dalam pengelompokan beats old-school boombap.

Nah, dalam kolaborasinya bersama Muztang ini—seorang produser dari roster label Javabass (sebuah label yang memainkan musik-musik UK based macam drum and bass, breaks, breakbeat, UKG, dsb)—Upi bak berada dalam lautan badai namun kapalnya tetap berlayar stabil. Stabil mungkin kata yang cukup underrated untuk yang satu ini, bahkan; sebut saja ngebut! Trek berdurasi tiga menit 28 detik ini jauh lebih intens dari kebanyakan lagu-lagunya, tapi keduanya mengeksekusinya dengan serasi. “Run” menjadi salah satu nomor yang patut disaksikan secara live, jadi kalau ada kesempatan untuk menyimak penampilan Tuan Tigabelas di esok hari, waspada dengan trek yang ini!

5. CVX x Laze – “Sudut Pandang”

“Sudut Pandang” cocok untuk menutup daftar ini. Kolaborasi Laze dengan CVX memberikan sentuhan new-school hip-hop dengan pendekatan chill yang digubah dengan lirik sadar sosial nan sarat makna. Summer vibes mengalir deras dari beats rancangan CVX, membuat penyampaian rima ala preaching  dari Laze dapat mendarat dengan mulus di dalam anggan tiap pendengarnya, menegurnya dengan cara halus meski liriknya tajam. Ya, CVX hadir dengan beats yang terasa seperti menumpulkan ketajaman lirik Laze—namun bukan dalam konteks negatif. Justru dengan begitu, trek ini terasa bisa lebih dibidik secara akurat.

Menilikya lebih dalam, adapula alunan nada synth yang sangat west coast, yang tersemat di baliknya. Mungkin di sanalah kehadiran nuansa musim panas itu bersarang. Unsur itu juga—selain berlaku sebagai sebuah self-check dari keutuhan trek ini—memberikan kesan keseimbangan antara pendekatan new school dan old shcool, membuatnya memeluk karakteristik kedua era itu. Selebihnya, Laze hadir dengan skema liriknya yang sudah matang, sama seperti kebanyak trek lainnya.

***

Itulah dia lima trek kolaborasi produser elektronik dan rapper lokal yang harus diwaspadai dewasa ini. Sudah pernah dengar semuanya? Bagaimana pendapat kalian tentang fenomena kolaborasi dalam ranah hip-hop lokal Indonesia, atau luasnya, pada umumnya? Tentunya, kolaborasi akan terus berjalan seiring semakin berkembangnya genre ini, dan tentunya, para musisi ini butuh ruang lebih yang hadir melalui sebuah kolaborasi.

Adakah kolaborasi produser/rapper hip-hop lokal favorit lo yang tidak masuk ke dalam daftar ini? Coba sebut siapa saja mereka di kolom komentar di bawah ini!

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Hip Hop #rapper #produser #lokal #Kolaborasi #matter mos #dipha barus #jevin julian #kara chenoa #mardial #ramengvrl #muztang #tuan tigabelas #cvx #laze #berita musik indonesia #musik baru lokal

Article Category : Super Buzz

Article Date : 10/10/2019

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

3 Comments

Comment
Agus Samanto

Agus Samanto

22/03/2025 at 00:57 AM

msntsp
Alriz .

Alriz .

11/09/2025 at 18:50 PM

Keren
Andyyy y

Andyyy y

01/11/2025 at 07:41 AM

Mantap
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive