Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

frontwoman metal

Perempuan dalam metal? Kenapa tidak? Sama seperti musik lain, metal juga tidak seharusnya menjadi ruang tertutup bagi para perempuan yang hendak berkarya. Stigma kelewat maskulin yang tak jarang menjadi toxic dalam metal pun seraya semakin dikikis dengan bertambahnya kontribusi perempuan di dalamnya, dan memang sudah seharusnya demikian.

SUPERMUSIC telah merunut lima nama frontwoman segar dalam kancah metal bagi kalian yang penasaran siapa-siapa saja perempuan yang berkecimpung dan berkarya di dalam dunia ekstrem tersebut. Siapa saja mereka, dan bagaimanakah musik yang mereka bawakan? Selengkapnya, silahkan baca di bawah ini:

***

1. Djamila (Ithaca)

Membuka daftar ini, adalah Djamila--vokalis grup multigenre cadas bernama Ithaca. Untuk band asal Inggris ini, perpaduan sejumlah genre menjadi DNA yang dominan di dalam karya mereka. Musiknya renyah, tak jarang dipenuhi dengan glitch sedap ala metalcore, eksperimentalisme post-punk dan post rock, hingga hantaman brutalisme hardcore yang ganas.

Icing on the cake-nya adalah vokal "basah" Djamila yang merapal lirik-lirik social/politically conscious, maka lengkap sudah amunisi mereka untuk menerjang halaman musik keras di dekade baru ini. Coba selami distorsinya, dijamin puas hingga geger otak ringan. Mudahnya simak dan dengarkan klip "Impulse Crush" sebagai single album debut mereka The Language of Injury (2019).

2. Reba Meyers (Code Orange)

Lanjut, kita punya Reba Meyers selaku gitaris-vokalis dari outfit hardcore metal asal Amerika, Code Orange. Jebolan label Deathwish Inc. ini memang sudah menjadi nama yang mampu diangkat sebagai pakem musik cadas pada kelasnya, mereka sudah bermusik dari tahun 2008, dan di balik empat buah studio mereka, Reba Meyers menjadi sosok krusial yang tak tergantikan. Mengusung musik hardcore punk yang terus terang pada awalnya, Code Orange pun semakin menggeser palet musiknya ke arah yang lebih "metal" seiring berjalannya waktu dan masuknya personil baru.

Album terbaru mereka, Underneath, resmi rilis pada tanggal 13 Maret kemarin, dan di dalamnya, adalah sebuah track yang mampu menampilkan olah vokal Reba secara maksimal. Dengarkan dan simak klip dari "Sulfur Surrounding" yang dimajukan sebagai single ketiga dari album anyar mereka itu!

3. Lzzy Hale (Halestorm)

Halestorm adalah unit hard rock/heavy metal asal Amerika yang juga berhasil menyabet penghargaan Grammy untuk kategori Best Hard Rock/Metal Performance pada thun 2013 silam. Dikepalai oleh Lzzy Hale selaku vokalis-gitarisnya, mereka menjadi grup yang dipimpin oleh seorang perempuan pertama yang berhasil memenangkan kategori tersebut. Tentu, karisma dan karater Lzzy berperan besar dalamnya, membuat single "Love Bites (So Do I)" menjadi sebuah track pemenang Grammy yang patut diapresiasi.

Terakhir dari Lzzy cs., adalah album keempat mereka yang bertajuk Vicious (2018). Ia menyatakan bahwa album tersebut menjadi album yang mampu menyalurkan intensitas live mereka, tak hanya menyorot kepada Lzzy, namun membuka ruang untuk kuartet ini bersinar secara bersama-sama.

4. Larissa Stupar (Venom Prison)

Venom Prison adalah grup death metal asal Wales yang sudah melantangkan musiknya dari tahun 2014 silam. Debut mereka, Animus (2016) menjadi sebuah rilisan yang diterima baik oleh kritik dan publik. Melanjutkan diskografi mereka dengan album nomor dua, adalah Samsara (2019). Secara musikalitas, Venom Prison mengusung death metal secara terbuka--ada injeksi hardcore dan grindcore di dalamnya, yang menjadi pondasi untuk membahas isu-isu politik, ketidakadilan gender, kesehatan mental, fasisme, hingga lain sebagainya.

Membahas Larissa Stupar sendiri, ia merupakan mantan vokalis dari Wolf Down sebelum pindah ke Wales dan membentuk Venom Prison. Dalam jagad metal, olah vokal seorang Larissa merupakan salah satu yang terbaik di kelasnya. Kerrang! menyatakan Larissa sebagai "metal's most important voices" berkat kualitas vokal dan lirik yang ia tulis. Itu pula yang hadir sebagai daya tarik Venom Prison

5. Serena (Svalbard)

Mengutip laman Bandcamp mereka, Svalbard mengusung musik yang mauk dalam kategori alternative, crust, harcore, metal, punk, rock, serta post-hardcore, post-rock, post-metal, black metal dan emo. Di balik semua itu, adalah Serena Cherry selaku vokalis-gitaris yang juga turun tangan menggarap penulisan lirik dan merupa artwork.

Album teranyarnya adalah It's Hard to Have Hope (2018). Melaluinya, Svalbard membahas politik dari sudut pandang segar terkait isu-isu kontemporer seperti tubuh dan pikiran perempuan, perubahan iklim, kekerasan terhadap binatang, dan lain sebagainya. Segala pesan yang hendak disampaikan terasa lebih ampuh dengan vokal mengoyak telinga ala Serena. Entah saat dipadukan dengan drum liar ala d-beat, ataupun dengan momen-momen melodic dari gitar yang menyayat megah. Coba jajal track "Revenge Porn" di bawah ini:

ARTICLE TERKINI

Tags:

#frontwoman #perempuan #Metal #ithaca #Code Orange #Halestorm #venom prison #svalbard #djamila #reba meyers #lzzy hale #larissa stupar #serena

Article Category : Super Buzz

Article Date : 18/03/2020

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

7 Comments

Comment
RAJIN SILALAHI

RAJIN SILALAHI

25/01/2025 at 21:15 PM

Nice
Fais Arifin

Fais Arifin

10/02/2025 at 14:27 PM

mantap
Ald /

Ald /

20/07/2025 at 03:07 AM

Nice info
A. Kun n

A. Kun n

29/08/2025 at 23:37 PM

Done
Brawijaya Hutabarat

Brawijaya Hutabarat

14/11/2025 at 07:07 AM

Coll
Charlie Hutabarat

Charlie Hutabarat

16/11/2025 at 08:10 AM

Like
Maoreen Lokito

Maoreen Lokito

20/01/2026 at 18:43 PM

Masa kini
Other Related Article
image article
Super Buzz

The Dare Lepas Single Terbaru yang Berjudul Strangestreetfellows

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Tampil di Jepang, Isyana Sarasvati Akan Kolaborasi Bareng Mantan Gitaris Megadeth

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Milledenials Luncurkan Musik Video untuk Single Precious Me dan Feel Any Pain

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Super Buzz

Break Out Day Fest Cirebon Berlangsung Super Seru!

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive