Oleh: Felix Dass
Fenomena Lombok, The Dare, akhirnya memasukkan seluruh katalog musik mereka ke digital streaming platform (DSP). Karyanya, sekarang bisa dengan mudah dinikmati di berbagai macam kanal distribusi musik seperti Spotify, Apple Music, Youtube Music, dll.
Kabar ini baik. Semenjak kemunculannya beberapa tahun yang lalu, The Dare berhasil mencuri perhatian. Musik indiepop yang dimainkannya memang tidak baru, tapi konteks musik dan muatan cerita yang dibawanya begitu kuat. Ditambah lagi, faktor bahwa mereka berdomilisi di Lombok, kota yang tidak begitu familiar sebagai produsen band-band seru.
Rute yang ditempuh oleh The Dare, sangatlah old school. Mereka merilis karya dalam bentuk fisik, pergi tur ke beberapa kota untuk memperkenalkan musik mereka, lalu meninggalkan kenangan. Jika ada yang disisakan secara digital, itu paling hanya single lepasan saja.
Mungkin, jadi semi mitos. Mungkin juga, muncul efek samping; bahwa orang bisa mengenal nama The Dare, mengikutinya via media sosial, tapi tidak tahu lagunya yang mana. Jika kemudian dapat kesempatan untuk menyaksikan mereka bermain live, barulah ada kontak dengan karya.
Merchandise yang diproduksi, harus diakui, jadi lebih populer. Kampanye-kampanye yang mereka bawa, sungguhlah cerdas. Misalnya, tentang kesetaraan perempuan di tengah scene secara khusus atau dunia secara umum. Atau juga support besar untuk Riverside Forest, salah satu klub sepakbola akar rumput asal Bandung yang berbuah kolaborasi jersey yang ikonik itu. Belum lagi beberapa benefit yang mereka lakukan untuk mendukung kausa-kausa tertentu yang diperjuangkan.
Dengan jejak yang pelan-pelan dibangun, sebenar-benarnya, ada pertanyaan tentang, “Lagunya yang mana sih The Dare ini?”
Plus, kemudian bandnya mengambil langkah untuk berhenti dan memelankan kisah mereka. Untungnya, dibaca juga dengan kebijakan untuk merilis karya-karyanya dalam format digital, tentu supaya bisa didengarkan dengan lebih seksama oleh orang banyak.
Sejak awal tahun 2025 ini, dua EP dan satu album mereka sudah bisa didengarkan secara luas. Mendengarkan musik dalam format fisik, adalah kesenangan tersendiri. Sayangnya, tidak semua orang memilih pendekatan yang seperti itu.
Terima kasih The Dare, akhirnya dunia jadi punya kesempatan untuk benar-benar menyimak karya-karya yang bagus itu. Alasan untuk menyukai sebagai sebuah grup musik pun jadi lebih valid. Kontaknya via lagu, bukan via brand image. Akhirnya! (*)
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 11/03/2025
15 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
DEVI TRI HANDOKO
11/03/2025 at 14:29 PM
RAHARDJO TEONOVI
11/03/2025 at 15:25 PM
Aw J
11/03/2025 at 15:29 PM
Indra Desanri
11/03/2025 at 15:35 PM
AGUSTIN DWI CHRISTANTI
11/03/2025 at 16:21 PM
Smard man
11/03/2025 at 19:26 PM
Angga Rino
11/03/2025 at 19:55 PM
John TSH
11/03/2025 at 23:26 PM
Radhitya Pasha Rustam
11/03/2025 at 23:32 PM
Lukman Hakim
12/03/2025 at 10:14 AM
DENNY ADHY NUGROHO
12/03/2025 at 12:07 PM
Musdalifa
13/03/2025 at 14:24 PM
Naz rul
13/03/2025 at 14:41 PM
Aditya Prayoga
28/01/2026 at 20:07 PM
Ida Wahyuni
05/04/2026 at 06:24 AM