Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Label Rekaman

Oleh: Felix Dass

Di masa di mana semua orang bisa mengerjakan musik dari hulu ke hilir, punya label rekaman itu masih penting nggak sih?

Pertanyaan yang sama juga bisa ditujukan ke banyak hal di tengah industri musik sekarang ini. Keterbukaan informasi, cara bisnis yang referensinya cenderung bisa didapatkan dari mana saja serta praktik yang sudah semakin menjamur dengan berbagai macam skala, membuat nyaris semua bisa dicari tahu sendiri. Gatekeeping informasi masih terjadi, tapi untuk hal-hal yang mendasar, rasanya bisa tergambar dengan baik.

Tapi, mari fokus dengan label rekaman.

Sejarah mencatat bahwa hubungan antara artis dengan label rekaman adalah tipe koneksi yang tarik-menarik serta dukung-mendukung. Ada kebutuhan standar yang jadi area expertise masing-masing pihak. Seharusnya begitu.

Zaman yang terus jalan, mengubah pelan-pelan atau membentuk peran masing-masing dengan batasan yang bergeser.

Misalnya saja, sekarang ini, artis bisa jadi label rekaman untuk dirinya sendiri dengan mudah; produksi di dapur, materi selesai kirim ke provider DSP, berpromosi dengan segala macam trik dan menuai hasilnya, atau malah jadi ringsek karena tidak diterima pasar.

Atau kebalikannya, label rekaman tidak perlu keluar modal banyak untuk membiayai rekaman artis. Tinggal cari barang jadi, sepakat mengolahnya dengan perhitungan bisnis yang lebih win-win, lalu tidak perlu memiliki master rekaman. Biar saja artisnya yang memegang hak untuk master tersebut.

Itu contoh saja, tapi intinya, sekarang segala sesuatunya makin cair dan tidak ada pakem yang benar-benar mutlak harus diikuti. Semua bergantung pada proses ngobrol yang terjadi di dalam perkenalan atau perbincangan awal sebelum ketemu kesepakatan.

Lalu, kenapa masing-masing pihak masih membutuhkan satu sama lain?

Sebenarnya, sederhana saja; Tidak semua artis lihai mengolah bisnis, tidak semua label lihai mengolah proses produksi. Dan, apa sih tujuan kolektifnya bekerjasama? Untuk bisa memasarkan sebuah karya di pasar yang cocok, bukan? 

Kalau bisa berdua, kenapa harus sendiri? Jika kemudian hitungan bisnis menjadi bahasan, memangnya berapa sih yang mau dibagi?

Revenue stream artis dan label juga ikut berkembang seiring waktu. Artis, dengan sangat menyedihkan, seringkali tidak bisa hidup dari karyanya. Yang memberi bisnis besar adalah deal turunan; untuk artis misalnya main ditanggap sebagai pengamen atau karyanya diikat dengan brand tertentu untuk jadi materi kampanye. Sementara untuk label, revenue bukan datang dari royalti streaming yang nyaris nggak ada artinya dari segi angka, tapi bisa dari merchandise seperti rekaman fisik, apparel atau bikin pertunjukan bersama artisnya.

Itu di permukaan saja. Bisa dibedah masing-masing. Tapi, yang jelas, ada expertise yang dijaga dan jika kemudian dijadikan kesatuan dengan semua peran disikat, bikin capek.

Lebih ke menghitung effort dan apa yang bisa dilakukan bersama ketimbang sendiri sih. Catatan pentingnya, kalau boleh memberi tips, ada kesetaraan yang terjadi di dalam proses ngobrolnya. Jadi, masing-masing pihak tahu ekspektasi apa yang bisa digantungkan. Tenang aja, kalau memang gagal, selalu ada kesempatan berikutnya untuk mencoba dengan orang lain.

Bisnis, bagaimanapun juga, sebaiknya tidak dijadikan sambilan. Ups. (*)

ARTICLE TERKINI

Tags:

#felix dass #label rekaman #Label Rekaman Indonesia

Article Category : News

Article Date : 11/03/2025

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

33 Comments

Comment
Smard man

Smard man

11/03/2025 at 19:22 PM

Nice Articlenya bro...
Nur Afifi Ablagh

Nur Afifi Ablagh

11/03/2025 at 21:44 PM

Keren articelnya.
Ericka Adelia

Ericka Adelia

12/03/2025 at 08:36 AM

Nice
SUSILO UTOMO

SUSILO UTOMO

12/03/2025 at 08:50 AM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
EDI SASONO

EDI SASONO

12/03/2025 at 09:46 AM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
Lukman Hakim

Lukman Hakim

12/03/2025 at 10:11 AM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
pujanadi

pujanadi

12/03/2025 at 11:12 AM

fokus dengan label rekaman
DENNY ADHY NUGROHO

DENNY ADHY NUGROHO

12/03/2025 at 12:07 PM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
SARI ASTUTI

SARI ASTUTI

12/03/2025 at 13:52 PM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
WARNO WARNO

WARNO WARNO

12/03/2025 at 14:16 PM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
Indra Desanri

Indra Desanri

12/03/2025 at 17:54 PM

mantap
Radhitya Pasha Rustam

Radhitya Pasha Rustam

12/03/2025 at 19:58 PM

kalo bs knp gak
John TSH

John TSH

12/03/2025 at 21:49 PM

semangat
AyuRL Ningtyas

AyuRL Ningtyas

12/03/2025 at 23:07 PM

Angga Rino

Angga Rino

12/03/2025 at 23:11 PM

lanjutkan
SEPTIAN DWI NUGROHO

SEPTIAN DWI NUGROHO

12/03/2025 at 23:41 PM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
Bur Zhan

Bur Zhan

13/03/2025 at 14:18 PM

bagus
Musdalifa

Musdalifa

13/03/2025 at 14:24 PM

bagus
Naz rul

Naz rul

13/03/2025 at 14:40 PM

bagus
Yanti A

Yanti A

13/03/2025 at 15:00 PM

bagus
SEPTIAN DWI NUGROHO

SEPTIAN DWI NUGROHO

14/03/2025 at 22:52 PM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
Muhammad Jodi Indra

Muhammad Jodi Indra

16/03/2025 at 18:41 PM

Good
Agus Sungkawa

Agus Sungkawa

18/03/2025 at 09:27 AM

Penting
uptoyou.

uptoyou.

18/04/2025 at 16:06 PM

Bagus
SAKIYONO IYOK

SAKIYONO IYOK

07/05/2025 at 22:50 PM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
zakief Nazmudin

zakief Nazmudin

12/05/2025 at 11:59 AM

penting seharusnya untuk koleksi
ERLAN SAPUTRA PRIADY

ERLAN SAPUTRA PRIADY

26/05/2025 at 08:31 AM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
HENDRI PRATAMA

HENDRI PRATAMA

04/06/2025 at 22:51 PM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
SAMSUL BAHRI

SAMSUL BAHRI

05/06/2025 at 10:45 AM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
CAECILIA SRI MURNI

CAECILIA SRI MURNI

25/06/2025 at 23:12 PM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
Leli Mustika Krisliani

Leli Mustika Krisliani

08/07/2025 at 09:05 AM

Punya Label Rekaman Itu Masih Penting Nggak Sih?
Andyyy y

Andyyy y

23/07/2025 at 19:00 PM

Mantap
Ida Wahyuni

Ida Wahyuni

04/04/2026 at 06:24 AM

Artikel ini menambah pengetahuan pembaca
Other Related Article
image article
News

Total "Kesurupan" Lewat Opus Terbaru Kelelawar Malam

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Chord Gitar Slow Rock 90an Indonesia, Barat, dan Malaysia buat Pemula

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

Arti Tangan Metal yang Dipakai Anak Band, Ini Asal Usulnya

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
News

The Waving’s Rilis Maxi Single “Ley Sin Voz”, Ketegangan Datang Tanpa Peringatan

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive