Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Setelah di artikel sebelumnya kita membahas tentang Gain-based effect unit (Fuzz, Overdrive & distortion), rasanya kurang lengkap jika kita tidak membahas tentang Time-based effect unit. Secara singkat, efek jenis ini bekerja dengan menangkap input sound yang masuk dan memainkan kembali dengan jangka waktu tertentu.

Meskipun ada beberapa jenis pedal efek yang masuk ke dalam kategori time-based effect, namun untuk artikel ini kita akan membahas salah satu yang paling sering dipakai oleh para player khususnya gitaris; yaitu Delay. Terlepas dari jenis dan merek efek yang ada di pasaran, secara garis besar efek jenis ini mempunyai tiga hal utama dalam pengoperasiannya;

 

Effect Level/Mix

Mengatur seberapa besar perbandingan yang akan keluar antara sinyal yang belum diolah (dry) dengan sinyal yang sudah diolah oleh efek tersebut. Jadi bisa dibilang semakin besar kita memutar knob ini, maka semakin banyak delay yang keluar dibandingkan dengan sinyal aslinya.

Feedback/Regen/Repeats

Mengatur banyaknya pengulangan yang akan dikeluarkan oleh unit tersebut, atau bisa dibilang banyaknya "gema" yang dihasilkan oleh unit tersebut.

Delay Time/Delay/Time

Berfungsi untuk mengatur jeda waktu yang dibutuhkan oleh efek untuk melakukan pengulangan (delay). Simplenya, semakin lama waktu yang kita "set" maka semakin lama jeda waktu yang diperlukan oleh efek ini untuk melakukan delay. Fitur ini berfungsi untuk memberikan kesan "dekat/jauh" dalam sound yang kita bentuk.

 

Jadi, bagaimana cara menggunakannya?

Jika ada yang bertanya bagaimana seharusnya menempatkan efek ini di dalam rangkaian pedal board kita, mungkin tidak ada jawaban yang absolut. Karena eksperimen selalu membawa kita ke penemuan sound yang "unik/baru". Namun berdasarkan pengalaman dan eksperimen-eksperimen saya dan teman-teman musisi lainnya, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan;

  1. Apabila kita menempatkan delay sebelum distorsi/input ampli, maka yang terjadi adalah efek distorsi/ampli akan memproses/mendistorsi dua sinyal sekaligus (dry + delay). Buat beberapa orang, efek ini kurang disukai karena membuat sound distorsi jadi kurang detail.
  2. Apabila kita menempatkan setelah distorsi/input ampli, maka sound delay yang keluar akan terdengar lebih smooth atau nge-blend dengan sound kita secara keseluruhan. Opsi ini adalah setting yang umumnya digunakan oleh kebanyakan orang, yaitu menempatkan delay setelah distorsi atau melalui fitur send/return dari ampli.

Meskipun opsi nomer dua adalah yang sering digunakan oleh kebanyakan orang, namun tetap ada orang yang menempatkan delay sebelum distorsi/input ampli mereka. Apakah langkah ini salah? Belum tentu, karena mungkin sesuai dengan kebutuhan sang musisi, dan mungkin memang sound yang dicari sesuai dengan karakter bermusik yang bersangkutan sehingga memutuskan untuk menempatkan delay di dalam rangkaian unit efek tersebut.

Baca Juga: Delay Pedal: Line 6 DL4

So, keep playing and keep learning ;)

 

Cover image taken from: https://www.boss.info/us/

ARTICLE TERKINI

Tags:

Article Category : Tips & Gears

Article Date : 13/01/2017

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Tips & Gears

Cara Sederhana Merawat Gitar Akustik dan Listrik Biar Awet

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Zoom VE-22 Vocal Performer: Revolusi Performa Vokal Digital dalam Genggaman

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Behringer P16-HQ: Monitor Pribadi Digital yang Siap Tempur di Panggung dan Studio

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Canvas Line Isolator: Solusi Profesional untuk Masalah Ground Loop di Sistem Audio

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive