Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Rafi Muhammad

Sejak mulai bermusik di usia tujuh tahun, saya sudah merilis album pertama pada 2006. Berjudul Can’t Stop The Beat, album tersebut diproduseri oleh Harvey Mason dan diiringi berbagai musisi jazz kawakan seperti Bo James, Tom Scott, Paul Jackson Jr, Nathan East, hingga Vann Johnson sebagai pengisi vokal untuk “Bengawan Solo” di album tersebut.

Tidak hanya album solo, saya juga berkarya melalui proyek bersama musisi Indonesia seperti Indra Lesmana, Barry Likumahuwa, Adra Karim, Sri Hanuraga, dan masih banyak musisi-musisi hebat lainnya. Sebut saja LLW, Rafi and The Beat, Art of Tree, Her Coat of Arm, dan Zatua. Jajaran karya tersebut adalah refleksi perjalanan karier saya di dunia musik.

Hingga album solo kedua saya hingga Transition yang dirilis di Motion Blue, Yokohama, Jepang pada 2017. Semenjak dirilisnya album tersebut, karier saya di Jepang semakin dikenal oleh penikmat music jazz di sana. Sampai akhirnya pada 2019, tur album Transition meliputi beberapa titik, termasuk Motion Blue Yokohama dan Blue Note Nagoya.

Bukan hanya para penikmat musik saja yang menikmati musik saya, tapi musisi Jepang pun juga turut mendengarkan album saya. Sebut saja Toku, pemain trumpet yang juga memiliki suara merdu ini pun sudah berkolaborasi di Motion Blue Yokohama bersama saat tur Transition.

Tidak hanya sampai disitu, kolaborasi saya dengan musisi Jepang pun berlanjut hingga tur Transition pada Desember lalu yang mengajak tiga musisi Jepang sebagai pendampingnya tur mulai dari Yokohama, Kyoto, hingga Nagoya. Formasi baru khusus tur Jepangnya kali ini menggaet Jun Miyakawa sebagai pianist, Yusuke Morita sebagai bassist, dan Taku Masaada sebagai gitaris.

Selama perjalanan karier saya, beberapa tawaran endorse datang. Namun, belum ada yang pernah saya terima selama 15 tahun berkarir. Hingga pada akhirnya saya dilirik Canopus Drums Japan. Sejak 1977, brand tersebut adalah salah satu perusahaan manufaktur drum terbesar di dunia yang berasal dari Jepang. Tawaran bergabung di Canopus Drums datang pada pertengahan 2019.

Saya pertama kali memainkan Canopus Series yaitu pada di gig Motion Blue Yokohama. Semenjak itu, saya beberapa kali memainkan drums keluaran Canopus setiap kali kunjungan tur Jepang. Tipe yang saya pilih adalah tipe Reinforced Maple Series atau yang dikenal RFM Series. Detail spesifikasinya gear adalah TOM 1 dengan ukuran 10 x 7, TOM 2 dengan ukuran 12 x 8, FLOOR TOM dengan ukuran 16 x 15, dan Base Drum dengan Ukuran 20 x 15 cm.

Pemilihan bahan kayu RFM Kit tentunya menggunakan kayu yang banyak digunakan drum ternama di dunia, yakni kayu maple. Kayu jenis tersebut kerap dipilih karena mudah untuk diatur ke berbagai genre musik. Itulah alasan saya saat memilih RFM Kit. Karakter dari tipe sangat sesuai dengan yang saya inginkan. Sound-nya dry untuk main jazz, selain itu pas banget untuk hip-hop atau saat main vintage music, sound-nya dapet banget. Tapi waktu saya main pop atau funk, sound-nya lebih bright, RFM nih enak, gampang dan cepat buat di-adjust ke berbagai jenis musik.

Lanjut hingga detail tentang pedal dan cymbal yang saya gunakan, sampai saat ini saya belum eksklusif dengan brand tertentu. Saya suka pedal yang kokoh dan agak berat untuk diinjak. Bentuknya juga saya lebih nyaman pakai yang agak besar, karena enak di ukuran kaki saya yang besar. Saat ini saya menggunakan pedal DW 5000. Untuk cymbal sendiri saya menyampaikan bahwa ia menggunakan berbagai macam brand untuk cymbal yang dia gunakan. Mulai dari Zildjian, Mainel, dan Sabian.

Saya suka koleksi cymbal, karena saya juga main berbagai macam genre terus bentuk panggung juga beda-beda. Beda panggung perlu sound yang beda, kalau panggung kecil enaknya cymbal yang sustainnya lebih pendek dan enggak nyaring bunyinya, sebaliknya kalau panggung besar harus yang yang lebih panjang sustain-nya dan lebih bright.

Kurang lebih itulah gear yang saya pakai saat ini. Mulai dari Drum Kit dari Canopus RFM Series, Pedal DW 5000, hingga berbagai jenis cymbals yang selalu saya gunakan untuk berbagai genre musik.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#rafi muhammad #drum #Drummer #Jazz #hip-hop #funk #Jepang #Tur #cymbal #tom #artikel #opini

Article Category : Tips & Gears

Article Date : 25/02/2020

Supermusic
Admin Music
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

7 Comments

Comment
AGUSTIN DWI CHRISTANTI

AGUSTIN DWI CHRISTANTI

11/05/2025 at 20:49 PM

Rafi Muhammad Mengulik Drum Kit Andalannya
Brawijaya Hutabarat

Brawijaya Hutabarat

08/06/2025 at 21:43 PM

Coll
Ald /

Ald /

19/08/2025 at 15:25 PM

Nice info
Sofi .

Sofi .

31/08/2025 at 22:43 PM

Bagus
Leli Mustika Krisliani

Leli Mustika Krisliani

23/10/2025 at 09:19 AM

Rafi Muhammad Mengulik Drum Kit Andalannya
Andyyy y

Andyyy y

28/10/2025 at 12:16 PM

Mantap
LUKMAN RAMADHAN

LUKMAN RAMADHAN

03/03/2026 at 11:36 AM

Rafi Muhammad Mengulik Drum Kit Andalannya
Other Related Article
image article
Tips & Gears

Cara Sederhana Merawat Gitar Akustik dan Listrik Biar Awet

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Zoom VE-22 Vocal Performer: Revolusi Performa Vokal Digital dalam Genggaman

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Behringer P16-HQ: Monitor Pribadi Digital yang Siap Tempur di Panggung dan Studio

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Canvas Line Isolator: Solusi Profesional untuk Masalah Ground Loop di Sistem Audio

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive