Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Marshall JCM900 reissue

Kali ini akan membahas ampli yang paling sering muncul hampir di setiap venue di Indonesia; JCM 900. Ampli keluaran dari Marshall Amplification memang paling sering tersedia baik di venue maupun di studio latihan/recording. Ampli yang sering digunakan oleh para gitaris rock dan metal pada awal 1990-an ini mempunyai knob paramater yang bisa dibilang simple; dua channel (low-gain A; high-gain B) dengan empat band EQ yang digunakan secara bersamaan.

Untuk Channel A, ampli ini memberikan sound clean dengan clarity dan body yang oke, dengan memberi tambahan reverb bisa dikategorikan sweet. untuk channel B, sound distorsi yang dihasilkan tentu saja Marshall banget, mungkin jika dideskripsikan; sound dengan frekuensi mid-high yang menonjol, secara clarity oke meskipun cenderung agak ‘tajam’. Kadar distorsi yang dihasilkan memang tidak se-brutal ampli high-gain yang beredar di era-era sekarang. Mungkin kita perlu tambahan efek di depannya untuk menambah kadar distorsinya, karena jika knob gain channel-B ini kita geber, sound yang dihasilkan cenderung jadi terlalu fuzzy atau kehilangan clarity-nya. Dari segi ketahanan, ampli ini jelas dapat melalui medan-medan venue, selama enggak dibanting tentunya hehe.

Meskipun diberikan label high-gain, secara sound ampli dua channel ini memiliki karakter yang in my opinion cenderung lebih cocok untuk musik rock. Namun, untuk keperluan saya di panggung, terutama manggung diluar kota/pulau di mana kemungkinan untuk membawa ampli sendiri bisa dibilang kecil dan biasanya ampli ini yang selalu available, ternyata ampli ini mampu mengakomodasi saya mendapatkan sound yang saya butuhkan untuk memainkan lagu-lagu saya di Burgerkill ;) 

ARTICLE TERKINI

Tags:

Article Category : Tips & Gears

Article Date : 25/11/2015

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Tips & Gears

Cara Sederhana Merawat Gitar Akustik dan Listrik Biar Awet

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Zoom VE-22 Vocal Performer: Revolusi Performa Vokal Digital dalam Genggaman

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Behringer P16-HQ: Monitor Pribadi Digital yang Siap Tempur di Panggung dan Studio

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Canvas Line Isolator: Solusi Profesional untuk Masalah Ground Loop di Sistem Audio

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive