Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Setelah membahas tentang berbagai jenis supergears di artikel-artikel sebelumnya, tentunya kita sudah mendapatkan wawasan baru tentang berbagai supergears yang dapat kita gunakan, baik itu untuk keperluan recording, rehearsal ataupun live alias manggung. Bisa jadi beberapa teman-teman yang mengikuti artikel-artikel Supergears sebelumnya sudah menambah berbagai jenis gears baru ke dalam perangkat perang (baca: manggung) mereka. 

Namun, bagaimana dengan teman-teman yang memang mempunyai budget terbatas untuk menambah gear baru kedalam alat tempur mereka?? atau bagaimana dengan teman-teman yang memang sudah memiliki berbagai jenis gears tapi ternyata tidak dapat atau tidak diperbolehkan untuk menggunakan semua benda tersebut? Karena dalam beberapa kasus, bisa jadi kita tidak dapat membawa gears yang kita miliki karena terbatasi oleh beberapa hal seperti batasan berat bawaan kita, kebutuhan mobilitas yang tinggi, efek kita rusak namun kita harus tetap manggung, dsb.

Sedikit berbeda dari artikel-artikel sebelumnya. Kali ini, kita akan membahas sebuah topik berdasarkan tantangan yang akan/sedang kita hadapi. Untuk artikel kali ini, pertanyaan utamanya adalah, “Jika kita hanya diperbolehkan membawa dua buah pedal efek, efek apa yang akan kita bawa?”

Mari kita pikirkan selama ±5 menit, kira-kira efek apa yang akan kita bawa.

Salah satu cara paling mudah untuk mensiasati situasi seperti ini adalah dengan menggunakan multi-effect seperti Zoom MS-50G, Behringer V-amp atau multi-effect lainnya. Karena multi-effect cenderung mempunyai mobilitas yang tinggi (baca: mudah dibawa) dan umumnya memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan pedalboard ukuran sedang-besar, selain itu juga penggunaan multi-effect cenderung jauh lebih simpel dibandingkan dengan pedalboard yang berisikan berbagai jenis efek. Karena saat kita menggunakan multi-effect kita tidak perlu memikirkan tentang kabel-kabel, ruang antar efek, signal chain, power supply dsb. Meskipun ada beberapa kalangan yang memang tidak menyukai multi-effect namun untuk beberapa situasi tertentu benda ini akan sangat bermanfaat.

Bagi saya pribadi, jika saya dihadapkan pada situasi seperti ini saya akan memilih untuk membawa pedal wah dan pedal delay. Mengapa?

Wah Pedal

Alasan kenapa saya memilih pedal wah sebagai pilihan pertama adalah karena pedal ini merupakan “expression pedal”, yang bisa dibilang bahwa pedal ini akan berbunyi sesuai dengan cara kita memainkannya, bukan sekedar ON/OFF. Alasan lain kenapa memilih pedal ini adalah sound yang dihasilkan oleh pedal ini sulit ditiru dengan teknik permainan gitar ataupun efek lainnya.

Delay Pedal

Dramatis, mungkin itu salah satu alasan kenapa ini adalah pedal kedua yang saya pilih jika saya hanya diperbolehkan menggunakan dua pedal efek. Efek delay juga dapat membuat sound kita sedikit lebih soft, dan juga efek delay dapat membantu kita untuk menghadirkan mood tertentu ke dalam sound yang kita keluarkan.

Juga ketika melakukan solo guitar dengan efek delay pada posisi ON lebih nyaman ketimbang melakukan solo tanpa delay atau reverb atau efek “ambience” lainnya. Dan selain itu, jika kita men-setting efek delay dengan delay time yang sangat pendek, kita akan mendapatkan efek reverb tanpa harus menggunakan pedal reverb.

Distorsinya di mana?

Setelah melihat pilihan pedal yang akan saya bawa, pasti ada beberapa teman-teman yang akan mempertanyakan tentang “distorsinya di mana?”

Sekadar sharing kepada teman-teman, bisa dibilang hampir secara keseluruhan sound distorsi yang saya gunakan berasal dari ampli yang saya gunakan, baik itu saat tampil bersama Burgerkill ataupun saat coaching clinic atau saat tampil solo. Mungkin bisa dibilang penggunaan tube screamer dalam pedal board saya hanya digunakan dalam situasi tertentu.

Well, It’s not cheating (curang), lagi pula pertanyaannya adalah, “Jika kita hanya diperbolehkan membawa dua buah efek, efek apa yang akan kita bawa?” bukan berarti kita tidak boleh bawa ampli kan hehe. Terkecuali ada challenge tambahan seperti “Harus menggunakan ampli yang ada di panggung dan hanya boleh menggunakan dua buah efek” berarti saya akan mencari alternatif lainnya, yang tidak saya bahas sekarang hehe.

Keep playing and combine it with your knowledge and experience!

*Foto cover: Roland.co.uk

ARTICLE TERKINI

Tags:

#wah pedal #delay pedal #minimalist pedalboard

Article Category : Tips & Gears

Article Date : 22/12/2017

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Tips & Gears

Cara Sederhana Merawat Gitar Akustik dan Listrik Biar Awet

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Zoom VE-22 Vocal Performer: Revolusi Performa Vokal Digital dalam Genggaman

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Behringer P16-HQ: Monitor Pribadi Digital yang Siap Tempur di Panggung dan Studio

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Canvas Line Isolator: Solusi Profesional untuk Masalah Ground Loop di Sistem Audio

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive