Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
show password icon
  • circle icon icon check Contain at least one Uppercase
  • circle icon icon check Contain at least two Numbers
  • circle icon icon check Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
show password icon
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Bagi para gitaris, membeli atau mempunyai pedal efek bisa dibilang menjadi kebutuhan yang absolut. Terlepas dari banyaknya pedal yang digunakan, ada baiknya kita mengetahui apa saja perbedaan antara berbagai jenis pedal (analog/digital), stompboxes ataupun multi efek. Dan salah satu jenis efek yang paling sering digunakan oleh para gitaris adalah "gain-based effect", di mana efek tersebut bekerja dengan cara mengubah/nge-boost level, volume serta tone dari sinyal yang masuk ke dalam efek tersebut. Atau bahasa umumnya distorsi/overdrive/booster.

Meskipun termasuk salah satu jenis efek paling populer di kalangan gitaris, namun perbedaan dari jenis-jenis efek yang masuk kategori "gain based effect" ini sering membuat bingung, khususnya gitaris yang baru mulai "bermain" dengan stompbox. Kali ini SuperMusicID akan membahas tiga jenis efek yang masuk dalam kategori gain-based effect yaitu: Fuzz, Overdrive dan Distortion.

 

Overdrive

Sebagaimana namanya, sebuah overdrive pedal dibuat untuk "meniru" suara dari ampli tabung yang melewati proses overdrive. Walau sebenarnya effect ini tergolong sedikit ketinggalan jaman, karena belakangan banyak amplifier yang sudah mampu menghasilkan drive/distorsi dengan sangat baik tanpa bantuan pedal. Sebut saja merk seperti Tube Screamer TS808, Maxon, TS-9, Boss Super Overdrive.

Secara penggunaan, umumnya effect ini digunakan jika channel drive/lead dari ampli yang digunakan masih membutuhkan sustain atau drive yang lebih. Jadi jika kalian berharap untuk menirukan sound garang, seperti yang dihasilkan ampli Marshall JCM 900 atau Mesa Boogie, maka jangan gunakan pedal ini.

 

Distortion

Secara singkat, pedal jenis distortion mampu menghasilkan lebih banyak kadar drive/distortion dibandingkan dengan efek jenis "overdrive" di atas, sebut saja Metal Zone, Uber Metal dsb.

Untuk penggunaannya, umumnya efek jenis ini sering digunakan untuk menghasilkan sound jadi;

1. Digunakan di channel clean dari suatu ampli.

2. Langsung dimasukkan melalui return ampli.

3. Langsung dimasukkan ke DI box yang mempunyai cabinet simulator.

 

Fuzz

Awalnya pedal efek ini bertujuan untuk membuat para gitaris dapat meniru karakter suara dari saxophone. Efek yang menjadi populer dan banyak digunakan sebagai booster sejak digunakan oleh gitaris legendaris Jimi Hendrix melalui solo gitarnya dan juga Keith Richard bersama Rolling Stones' dalam lagu "(I Can't Get No) Satisfaction".

Dari cara menggunakannya, efek jenis fuzz bisa digunakan seperti efek Overdrive; yaitu dengan ampli yang sudah terdistorsi. Meskipun cara bekerja efek jenis ini mirip dengan "Overdrive", bisa dibilang efek jenis ini mempunyai karakter suara tersendiri yang dibutuhkan oleh para gitaris dari genre tertentu.

Baca Juga : Ian Antono Menelusuri Tapak Musik Ian Antono

Kesimpulan

Apabila diurut berdasarkan besarnya kadar distorsi yang dapat dihasilkan, maka yang paling besar adalah efek jenis Distortion. Meskipun efek jenis fuzz mampu menghasilkan kadar drive yang serupa, namun jarang gitaris yang menggunakan efek fuzz untuk digeber, karena mereka akan kehilangan detil sound mereka. Semoga artikel ini dapat membantu kalian yang masih bingung memilih jenis efek apa yang harus kalian miliki.

Keep playing and keep experimenting ;)

 

Cover Photo taken from: audiofanzine

ARTICLE TERKINI

Tags:

Article Category : Tips & Gears

Article Date : 23/12/2016

Supermusic
Supermusic
Admin Music
Penulis artikel dan penggila musik rock/metal yang setiap hari ngulik rilisan baru, liputan gig, dan cerita di balik panggung band legendaris. Gue percaya musik keras itu bukan cuma suara, tapi energi dan gaya hidup. Konten gue disajikan dengan detail dan semangat yang sama garangnya sama musik yang gue bahas. Superfriends yang hidupnya nggak bisa lepas dari riff gitar dan gebukan drum pasti betah nongkrong di sini. Tiap artikel gue bikin biar lo ngerasa kayak lagi ada di depan panggung.

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Tips & Gears

Cara Sederhana Merawat Gitar Akustik dan Listrik Biar Awet

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Zoom VE-22 Vocal Performer: Revolusi Performa Vokal Digital dalam Genggaman

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Behringer P16-HQ: Monitor Pribadi Digital yang Siap Tempur di Panggung dan Studio

Read to Get 5 Points
image arrow
image article
Tips & Gears

Canvas Line Isolator: Solusi Profesional untuk Masalah Ground Loop di Sistem Audio

Read to Get 5 Points
image arrow
1 /

Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive