Dalam fitness, ada sebuah pandangan umum yang mengatakan kalau lo tuh nggak bisa membakar lemak dan membentuk otot secara efektif dan optimal di saat yang bersamaan. Buat orang-orang yang melakukan fitness dengan cara-cara konvensional kayak weight lifting dan cardio di treadmill, mungkin iya benar, bro. Tapi, buat orang-orang yang ingin memaksimalkan hasil dari setiap workout session, ada banyak cara super efektif yang bisa lo coba! Metode-metode workout yang menggabungkan strength training dengan cardio ini emang nggak ringan, dan dijamin bakal bikin lo ngos-ngosan dan basah kuyup keringetan. Salah satu metode yang bisa lo coba adalah High Intensity Interval Training atau sering disingkat HIIT.
High Intensity Interval Training atau HIIT pada dasarnya adalah workout Cardio, tapi lo juga bisa menambahkan exercise untuk strength ke dalam rangkaian workout ini. Inti dari HIIT adalah membagi workout lo ke dalam beberapa sesi dengan intensitas tinggi. Setiap sesi ini akan diselingi waktu untuk istirahat atau recovery yang diberi sebutan interval. Makanya nama workout ini High Intensity Interval Training, karena lo melakukan latihan dengan intensitas dengan interval yang konsisten di antara tiap sesi.
Umumnya, HIIT diawali dengan exercise Cardio yang berat kayak sprint, jumping jacks, atau bahkan skipping. Selama olahraga itu lo lakukan dengan power dan speed tinggi, itu bisa jadi pembuka untuk sesi HIIT lo, bro. Lo bisa lakukan tiap sesi HIIT selama 30 detik sampai 3 menit, kemudian istirahat untuk durasi yang sama. Ulangi latihan dan istirahat itu sampai menurut lo cukup. Untuk awal-awal nyoba, mungkin cukup 3 kali dulu aja, bro. Setelah itu lo bisa ganti dengan exercise lain dengan pola yang sama.
Keuntungan dari workout kayak gini adalah dampaknya setelah lo selesai latihan bakal tetap terasa, bro. Menurut penelitian, tubuh lo akan tetap membakar kalori sampai up to 2 jam setelah sesi latihan lo selesai. Makanya, HIIT itu jadi salah satu workout favorit para penggiat fitness yang ingin cepat mengurangi kadar lemak dan meningkatkan definisi otot di tubuh mereka. Nah, apa hubungannya HIIT yang mostly cardio ini sama strength training?
Cara untuk melibatkan strength training dalam HIIT adalah dengan menyisipkan latihan-latihan compound atau weight dalam Workout HIIT lo. Misal, lo buka workout dengan sprint di treadmill, lalu istirahat. Habis itu, lo push up secepat mungkin sebanyak mungkin selama 2 sampai 3 menit, terus lo istirahat. Habis itu, lo sprint lagi kayak di step awal, dan seterusnya ulangi terus. Dengan begitu, HIIT lo nggak cuma melatih cardio tapi juga otot lengan, dada, core, dan bahkan punggung juga bisa, Superfriends. Tapi, perlu diingat, latihan kayak gini bakal benar-benar menguras tenaga lo. So, jangan terlalu diforsir, lakukan sesuai kemampuan lo. Kalau lo mau push limit, boleh-boleh aja, tapi jangan berlebihan. Ingat, semua yang berlebihan itu nggak baik, bro!
ARTICLE TERKINI
Article Category : Urban Sport
Article Date : 04/03/2022
Source:https://www.webmd.com/fitness-exercise/a-z/high-intensity-interval-training-hiit
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :