Superfriends, setuju nggak Lo kalau kreativitas dari para developer, dipaksa seolah “Mati”, gara-gara The Game Awards? Soalnya, beberapa tahun kebelakang ini, gue ngerasa kalau event award game tahunan tersebut, bukannya jadi motivasi bagi para developer untuk bikin game baru yang berkualitas super, tapi justru malah bikin game yang bisa “memenangkan” hati para jurinya aja. Apakah feeling gue ini benar? Gas langsung aja mari kita bahas!
Title Game Of The Year yang setiap tahunnya selalu dinanti, nggak mungkin lepas dari yang namanya kontroversi. Bahkan, kontroversi The Game Awards yang sudah bergulir di Desember 2024 aja, masih nempel di kalangan gamer hingga saat ini. Pasalnya, game-game yang “kurang” diunggulkan untuk jadi game terbaik tahun tersebut, malah jadi pemenangnya.
Faktor-Faktor Yang Memicu Kontroversi di Ajang The Game Awards
-
Voting Power The Game Awards
Nah, faktor yang paling memicu kontroversi dari ajang award game tahunan paling bergengsi ini, menurut gue ada di sistem voting nya nih, Superfriends. Soalnya, sistem voting yang dilakukan itu, teknisnya menggunakan suara terbanyak dari juri yakni media dan jurnalis yang berada di angka 90% suara, sementara gamer, hanya menjadi pelengkap saja di 10% suara. Loh? Ini yang main gamenya para juri atau gamer nih? Kok yang dominan kasih voting bukan yang mainin gamenya ya? Gimana kalau menurut Lo?
-
Nominasi Game of The Year
Per tahun ini, The Game Awards mengubah aturan, dengan memperbolehkan DLC, remake, dan ekspansi, bisa masuk nominasi Game of The Year. Tunggu-tunggu, kalau aturan barunya seperti ini, gue takutnya kalau sampai ada DLC yang bisa memenangkan Game of The Year, malah bikin developer kedepannya hanya fokus jual konten tambahan aja, dibandingkan bikin game baru yang berkualitas. Ini nih, yang gue maksud di awal kalau kreativitas developer dipaksa seolah “Mati” sama The Game Awards. Mudah-mudahan aja banyak yang nolak sama kebijakan baru ini, dan bikin TGA jadi mengembalikan aturannya ke peraturan sebelumnya.
-
The Meaning of “Indie”
Dave The Diver, jadi momen paling heboh The Game Awards lainnya, karena dinominasikan sebagai game indie terbaik tahun ini. Padahal, game ini didevelop oleh studio game raksasa Korea, bukan oleh studio game indie. Yang pada akhirnya, gamers pun mengkritik definisi ‘indie’ ke pihak TGA, yang dianggap terlalu longgar. Haduh, ada-ada aja ini The Game Awards!
So, itulah alasan-alasan yang bikin gue bilang kalau gara-gara The Game Awards, developer-developer game ini kedepannya seperti bakal dibungkam kreativitasnya nih, Superfriends! Lo setuju nggak sama opini gue? Atau Lo punya pendapat lain? Coba share opini Lo pada kolom komentar dibawah!
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 11/01/2025
Source:https://automaton-media.com/en/news/bayonetta-creator-hideki-kamiya-says-his-creativity-would-have-died-had-he-continued-to-work-at-platinumgames/
28 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Smard man
14/01/2025 at 09:26 AM
Khairul Amri
15/01/2025 at 15:02 PM
SUSILO UTOMO
17/01/2025 at 08:46 AM
alif sutriono
17/01/2025 at 20:17 PM
Radhitya Pasha Rustam
18/01/2025 at 20:19 PM
Indra Desanri
18/01/2025 at 21:02 PM
John TSH
18/01/2025 at 21:54 PM
Angga Rino
18/01/2025 at 23:47 PM
Desy Osmon
22/01/2025 at 00:08 AM
DEVI TRI HANDOKO
24/01/2025 at 14:20 PM
Fais Arifin
27/01/2025 at 09:37 AM
DENNY ADHY NUGROHO
29/01/2025 at 14:26 PM
vika hermawan
07/02/2025 at 14:50 PM
Raihan Abdullah
20/03/2025 at 10:37 AM
Maoreen Lokito
26/03/2025 at 08:34 AM
Aw J
26/03/2025 at 09:05 AM
Yanti A
26/03/2025 at 09:19 AM
Siti
27/03/2025 at 15:10 PM
Naz rul
02/04/2025 at 08:42 AM
asep syaripudin
07/05/2025 at 07:04 AM
Ricko Pratama Putra
31/07/2025 at 19:37 PM
Leli Mustika Krisliani
01/08/2025 at 09:18 AM
Sofi .
03/08/2025 at 08:05 AM
zakief Nazmudin
22/08/2025 at 07:45 AM
Charlie Hutabarat
01/09/2025 at 06:00 AM
Yohanes Hariono
20/11/2025 at 00:45 AM
Budi Prasetyo
06/01/2026 at 21:59 PM
AyuRL Ningtyas
16/02/2026 at 11:08 AM