SuperFriends, kalau ada satu kata yang paling tepat menggambarkan Hasil Superchallenge Super Prix 2026 Seri 3 Kanjuruhan Malang, jawabannya adalah panas! Nggak cuma karena cuaca Malang yang sepanjang akhir pekan cukup terik, tetapi juga karena panasnya duel yang tersaji sejak sesi latihan bebas, hingga race utama. Nggak ada pembalap yang benar-benar nyaman berada di depan. Hampir setiap lap selalu ada aksi saling salip, sampai permainan strategi yang membuat ribuan pasang mata di tribun terus mengikuti jalannya balapan.
Sirkuit Kanjuruhan kembali membuktikan diri sebagai salah satu arena road race yang mampu menghadirkan tontonan terbaik. Layout lintasan yang memadukan tikungan cepat dan area pengereman keras membuat pembalap harus tampil nyaris tanpa kesalahan. Sejak Sabtu pagi, atmosfer paddock sudah berbeda. Mekanik sibuk membongkar mesin, aroma bensin balap bercampur dengan asap knalpot memenuhi area paddock. Di sudut lain, para rider terlihat berdiskusi dengan para mechanic sambil mempelajari data lap time demi mencari setelan terbaik sebelum turun ke lintasan.
Seri Ketiga Menjadi Titik Penting Perebutan Gelar
Superchallenge Super Prix 2026 yang terdiri dari lima putaran, seri ketiga selalu memiliki arti yang sangat penting. Pada titik inilah performa setiap tim mulai terlihat konsisten atau justru mengalami penurunan. Rider yang tampil cepat pada dua seri pertama harus membuktikan bahwa mereka mampu menjaga performa, sementara pembalap yang tertinggal poin wajib tampil menyerang jika masih ingin menjaga peluang menjadi juara musim ini.
Bebek 4 Tak Expert Masih Jadi Milik Akbar Abud Afdallah
Di kelas Bebek 4 Tak Expert, nama Akbar Abud Afdallah kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi salah satu kandidat kuat juara musim ini. Rider HMS 95 Racing Team Sekaranom Group mampu menjaga konsistensi sejak seri pembuka. Hasil yang diraih di Kanjuruhan membuatnya tetap berada di puncak klasemen sementara dengan koleksi 138 poin. Meski masih memimpin, tekanan mulai datang dari para rival.
Wilman Hammar mengumpulkan 87 poin, sementara Aldiaz Aqsal Ismaya terus memperpendek jarak setelah tampil impresif sepanjang akhir pekan di Malang dan kini mengoleksi 83 poin. Selisih poin tersebut membuat persaingan menuju seri keempat dipastikan semakin terbuka. Bagi tim-tim papan atas, hasil di Malang menjadi pengingat bahwa musim ini nggak akan mudah dimenangkan hanya dengan mengandalkan kecepatan motor. Konsistensi menjadi faktor yang jauh lebih menentukan.
Aldiaz Aqsal Ismaya Kuasai Bebek 2 Tak Expert
Kalau ada rider yang paling mencuri perhatian sepanjang seri ketiga, nama Aldiaz Aqsal Ismaya layak masuk daftar teratas. Pembalap asal NTB tersebut tampil sangat agresif sejak sesi latihan hingga race utama. Gaya balapnya yang berani saat masuk tikungan serta akselerasi keluar tikungan membuatnya mampu bersaing di grup depan. Hasil tersebut mengantarkan Aldiaz memimpin klasemen sementara Bebek 2 Tak Expert dengan 85 poin.
Tepat di belakangnya ada Lucky Hendriansyah dengan 81 poin, sedangkan Rio Andriyato terus menempel melalui raihan 80 poin. Hanya terpaut lima poin di posisi tiga besar membuat kelas ini diprediksi menjadi salah satu kategori paling menarik hingga akhir musim. Nggak ada pembalap yang benar-benar aman. Satu kemenangan saja bisa langsung mengubah urutan klasemen.
Kategori Novice Kembali Melahirkan Bintang Baru
Salah satu daya tarik Superchallenge Super Prix selalu datang dari kelas Novice. Di sinilah banyak talenta muda Indonesia mulai menunjukkan kemampuan terbaik mereka sebelum naik ke level Expert. Dan, seri ketiga di Kanjuruhan kembali membuktikan hal tersebut. Banyak rider muda tampil tanpa rasa takut.Mereka nggak segan melakukan late braking, membuka racing line yang berbeda, hingga memanfaatkan celah sekecil apa pun untuk menyalip lawan. Aksi mereka beberapa kali membuat tribun bergemuruh.
Reykat Yusuf Fadilah Masih Kokoh Memimpin
Pada kelas Bebek 4 Tak Novice, Reykat Yusuf Fadilah berhasil menjaga posisi teratas klasemen dengan 108 poin. Meski mendapat tekanan dari para pesaing, pembalap asal Jawa Barat tersebut mampu mempertahankan konsistensi yang menjadi modal utama sepanjang musim.
Chessy Meilandri berada di posisi kedua dengan 87 poin, sementara M Jordan Badaru terus menjaga peluang setelah mengumpulkan 75 poin. Persaingan mereka menjadi salah satu tontonan yang paling dinantikan karena ketiganya memiliki karakter balap yang berbeda. Ada yang mengandalkan start cepat, ada yang kuat saat pertengahan lomba, sementara yang lain terkenal mampu menyerang pada lap-lap terakhir.
Hafizd Fahril Rosyadan Ambil Alih Momentum
Di kategori Bebek 2 Tak Novice, Hafizd Fahril Rosyadan berhasil mempertegas statusnya sebagai pemimpin klasemen sementara. Total 91 poin yang dikumpulkan menjadi bekal penting menghadapi seri berikutnya. Namun persaingan masih jauh dari selesai. Chessy Meilandri masih menguntit dengan 71 poin, sedangkan Ragazzo mulai memberi ancaman setelah naik ke posisi ketiga melalui raihan 67 poin. Jika melihat tren performa mereka di Malang, bukan nggak mungkin posisi klasemen kembali berubah pada putaran selanjutnya.
Underbone Selalu Jadi Magnet Penonton
Begitu kelas Underbone memasuki lintasan, suara penonton langsung berubah. Kelas ini memang memiliki karakter balapan yang sangat rapat. Slipstream terjadi hampir di setiap lap. Posisi pertama bisa berganti beberapa kali hanya dalam satu putaran. Nggak heran jika banyak penonton rela berdiri sepanjang race berlangsung.
Lucky Hendriansyah berhasil mempertahankan posisi puncak klasemen sementara dengan 67 poin. Di belakangnya, Alfi Husni mengoleksi 62 poin, sementara Akbar Abud Afdallah berada di posisi ketiga lewat raihan 56 poin. Melihat selisih poin yang nggak terlalu jauh, kelas Underbone dipastikan masih akan menjadi salah satu penentu perebutan gelar musim ini.
Menuju Seri Berikutnya
Berakhirnya Superchallenge Super Prix 2026 Seri 3 Kanjuruhan Malang, bukan menjadi akhir persaingan. Justru sebaliknya. Tiga seri yang sudah berlangsung menunjukkan bahwa hampir semua kelas masih memiliki peluang menghadirkan juara baru. So, can you guess siapa yang bakal tampil mentereng di seri selanjutnya?
Akbar Abud Afdallah memang masih memimpin Bebek 4 Tak Expert. Aldiaz Aqsal Ismaya sukses menguasai Bebek 2 Tak Expert. Reykat Yusuf Fadilah dan Hafizd Fahril Rosyadan juga masih memimpin kategori Novice. Sementara Lucky Hendriansyah tetap menjadi rider yang harus dikalahkan di kelas Underbone.
Namun melihat ketatnya selisih poin, nggak ada satu pun pembalap yang bisa merasa aman. Seri keempat dipastikan akan berlangsung lebih panas. Semua tim akan datang dengan evaluasi baru, setting motor yang lebih matang, dan strategi berbeda demi mengumpulkan poin maksimal.
Kalau atmosfer di Kanjuruhan sudah berhasil menghadirkan pertarungan seketat ini, bukan nggak mungkin putaran berikutnya akan menyajikan duel yang lebih spektakuler. Bagi Lo SuperFriends yang selalu mengikuti perjalanan Superchallenge Super Prix sejak awal musim, satu hal yang sudah pasti. Musim 2026 masih menyimpan banyak cerita yang belum selesai, dan perebutan gelar juara nasional masih akan menjadi tontonan wajib hingga seri terakhir.
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 30/06/2026
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Yohanes Hariono
01/07/2026 at 04:41 AM