Kota Yogyakarta emang tempat yang bisa dibilang hampir sempurna untuk seorang seniman. Pengaruh budaya dan sosial yang khas, juga pergesekan dengan dunia luar, membuat kota ini menjadi semacam melting-pot bagi tumbuhnya ekspresi-ekspresi kesenian yang kuat. Nggak heran kalau banyak seniman lahir dan menetap di kota ini. Salah satunya adalah Iwan Effendi, seorang perupa yang juga bekerja bersama istrinya membangun Papermoon Puppet Theater.
Akhir-akhir ini Iwan Effendi bereksplorasi dengan sebuah konsep sederhana dan unik. Bukan tentang sesuatu yang bersifat raksasa dan mencengangkan, lebih ke arah sebuah momen yang tenang dan seringkali terlupakan. Ketika banyak ekspresi yang disorot bagaikan air terjun niagara, Iwan Effendi hadir bak danau tenang yang kedalamannya tiada tara.
Konsep sederhana yang berhasil membuat Iwan Effendi dikenal dunia adalah kontemplasi wajah melamun. Unik kan? Bagi Iwan, di antara berbagai ekspresi wajah manusia, wajah datar yang sedang melamun itu adalah ekspresi yang paling dalam. Dalam lamunan itu manusia berpikir, bro. Entah tentang apa yang sedang dihadapi sekarang, apa yang tiba-tiba lewat di benaknya, apa yang ada di belakang, atau bahkan apa yang ada jauh di depan. Kadang tentang apa yang mungkin, dan apa yang tidak mungkin tapi tetap diharap-harap jadi mungkin. Bisa dikatakan juga, melamun itu cara seseorang untuk benar-benar berkomunikasi dengan dirinya sendiri. Berdialog dengan sosok yang nggak tampak, yang hanya ada dalam benak. Melamun itu momen yang sangat personal buat satu orang, sampai-sampai nggak ada orang lain yang bisa menebak apa yang ada di balik lamunan itu. Keren kan, bro?
Cuma seniman sekelas Iwan Effendi yang bisa menguak makna dalam dari sesuatu yang cuma sekilas. Dengan melihat celah singkat antara dua titik, Iwan Effendi mendapatkan tema karya yang sekarang melekat di dirinya. Tapi, kalau lo lihat Instagram Iwan Effendi di @_papeyo_ harusnya lo bisa menilai sendiri dan nggak heran sama pola pikir Iwan yang suka memerhatikan proses yang ada di tengah. Kebiasaan itu bisa dilihat dari hobinya, bro, yaitu gowes!
Apa hubungannya gowes sama melamun? Gowes itu sama kayak melamun, bukan dalam artian lo gowes sambil ngelamun. Gowes itu proses yang ada di tengah, antara dua titik; sebuah perjalanan. Seorang Iwan Effendi yang punya hobi menjalani proses kayak gowes tentunya akan lebih mudah memaknai proses-proses lainnya, dan melihat sesuatu di sana yang nggak dilihat orang lain.
Goresan-goresan Iwan Effendi tidak berhenti di atas kertas atau kanvas, tapi juga frame sepedanya. Bahkan banyak seleb yang minta sepedanya digambari olehnya, kalau kita cek di Instagramnya salah satunya Nicolas Saputra, di mana sepedanya digambari oleh Iwan Effendi dengan charcoal atau arang. Selain itu drawing Iwan Effendi juga banyak yang diaplikasikan di jersey sepeda yang menjadi rebutan kolektor.
Nggak percaya? Coba lo lihat desain jersey sepeda yang dia buat untuk kolaborasi Cyclo Olala bareng Superchallenge dan Kill The DJ. Check deh di instagram @superchallenge_id kira-kira apa makna di balik desain itu, Superfriends? Kalau perlu, sekalian aja lo ikut eventnya, biar bisa gowes dan memaknai lamunan bareng Iwan Effendi!
Sumber:
http://archive.ivaa-online.org/pelakuseni/iwan-effendi-1
https://www.instagram.com/_papeyo_/
https://hot.detik.com/spotlight/d-5763750/eksplorasi-iwan-effendi-di-antara-wajah-melamun-dan-teater-boneka
https://mizuma-art.co.jp/en/artists/iwan-effendi/
https://seafocus.sg/artists/iwan-effendi/
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 21/03/2022
Source:https://www.instagram.com/_papeyo_/
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :