Superfriends, suka pakai topi nggak? Banyak yang bilang kalau topi itu aksesoris fashion paling berisiko karena butuh komitmen yang besar dan naluri fashion yang top. Kalau nggak, bisa fail dan malah terlihat aneh. Alasannya banyak, bro. Topi bisa merusak rambut lo dan membuat lo harus pakai topi untuk menyembunyikan rambut itu. Topi juga bisa membingkai wajah lo dengan berbagai cara, bisa komplementer, bisa juga jadi distraksi tergantung topinya kayak gimana. Tentunya, dampak yang diberikan topi juga bergantung ke jenis topi yang dipakai, warnanya, dan tren yang lagi berlaku. Tapi, ada satu jenis topi yang nggak pernah benar-benar mengikuti tren yang jelas, tapi sesekali muncul mencolok dan sangat mudah diidentifikasi.
Yup, Bucket Hat. Topi yang sering mengalami salah sebut jadi topi rimba atau topi mancing ini terkenal sebagai topi yang lumayan kontroversial di dunia fashion. Nama Bucket Hat sendiri didapat karena bentuknya yang menyerupai ember, sampai ada fashion parodi yang menuliskan “Anti Pecah” di Bucket Hat mereka. Nah, Bucket Hat ini bisa bikin lo tampil keren, atau tampil konyol tergantung situasi, komposisi, dan lo itu siapa, Superfriends. Tahun 2021 kemarin Bucket Hat mengalami peningkatan peminat setelah tokoh-tokoh kayak Rihanna, Brad Pitt, Bella Hadid, dan Johnny Depp ditangkap kamera pakai topi ember ini. Padahal, image Bucket Hat sebagai aksesoris fashion sendiri cenderung dipandang miring karena alasan yang masuk akal juga.
Bro, coba lo bayangin orang pakai Bucket Hat, orang kayak gimana yang kebayang di kepala lo? Bucket punya image yang agak dipandang sebelah mata, terutama karena tampilannya dan feelnya di kepala. Bucket Hat cenderung ngepas di kepala lo, membuat lo merasa seperti anak kecil yang pakai topi ukuran pas biar nggak terbang tertiup angin. Penampilan Bucket Hat juga memberi kesan tertutup dan terpisah dari masyarakat, dan seringkali dipakai orang-orang yang punya gaya hidup santai bahkan kurang peduli sama sekitarnya. Gaya hidup careless gitu emang asik buat jadi tema tokoh di film, tapi di dunia nyata kurang bisa diterima karena kita hidup bermasyarakat, bro. Makanya tren Bucket Hat ini belum pernah benar-benar meroket. Terlalu banyak beban yang harus dibawa di atas kepalanya.
Meskipun begitu, bukan berarti semua orang yang pakai Bucket Hat itu orang yang malas, bro. Bucket Hat juga bisa menunjukkan pribadi yang easygoing, menyenangkan, dan nggak suka ribet. Sebagai sebuah fashion statement dan penanda identitas, Bucket Hat seringkali menghiasi dahi penikmat musik indie dan folk yang kerap lo temui di kedai kopi atau toko buku. Harus diakui juga, kalau stylenya pas, Bucket Hat itu keren banget, Superfriends. Tapi, kembali lagi, karena trennya nggak kunjung populer, banyak yang masih menghindari Bucket Hat. Menurut lo sendiri gimana? Bucket Hat itu emang keren atau sekadar tren kecil singkat yang bentar lagi mati?
ARTICLE TERKINI
Article Category : News
Article Date : 14/04/2022
Source:https://wear-next.com/trends/are-bucket-hats-still-in-style-in-2021/
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Argan Valentino
19/04/2022 at 09:16 AM