Turnamen The International 11 beberapa waktu lalu membuat komunitas DOTA 2 terkejut-kejut, bro. Gimana nggak? Tim-tim andalan seperti OG, Team Spirit, dan PSG.LGD nggak berkutik sama sekali, sampai mereka harus tereliminasi lebih cepat di babak Playoff. Secara mengejutkan, tim kuda hitam asal Eropa Barat berhasil merebut gelar trofi Aegis of The Champion tahun ini yang sebelumnya dipegang oleh Team Spirit juara TI 10 tahun lalu. Tim yang berhasil jadi juara TI 11 adalah Tundra Esports. Sebagai tim yang nggak jadi andalan para fans DOTA 2, Tundra Esports berhasil membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim unggulan lainya, Superfriends.
Tundra Esports yang dipimpin oleh Sneyking ini mencatatkan rekor menakjubkan dengan 11 kemenangan berturut-turut selama turnamen berlangsung, bro. Mereka berangkat dari posisi upper bracket bersama OG, Team Aster, dan Team Secret sebagai pesaing. Jelas banget bro, dengan jajaran tim-tim papan atas tersebut, Tundra Esports nggak dijagokan sama fans.
Namun, dengan motivasi yang besar serta permainan yang apik, Tundra Esports berhasil mengalahkan OG dan Team Aster dengan skor 2:0 di upper bracket. Masuk upper bracket final, mereka juga kalahkan Team Secret dengan skor 2:1. Artinya, selama babak upper bracket, Tundra Esports cuma kalah 1 permainan, bro.
Masuk ke laga grand final, Tundra Esports bertemu lagi dengan Team Secret. Tundra Esports kembali mendominasi permainan. Ya, mereka berhasil, bro. Sneyking dan kawan-kawan mengubur mimpi Team Secret dengan skor 3:0, menang telak tanpa balas. Game pertama saat laga grand final, Tundra Esports membiarkan Team Secret nge-pick Leshrac, hero yang mendominasi selama TI 11 berlangsung. Dengan kesiapan yang sangat matang, Tundra Esports punya strategi untuk counter hero tersebut dan ternyata mereka berhasil. Alhasil, Tundra Esports mengamankan game pertama.
Game kedua hampir mirip kayak game pertama, bro. Team Secret ambil Leshrac lagi dan Tundra Esports berhasil mengalahkannya lagi. Ketika early game sampai mid game, Team Secret sempat mendominasi permainan, cuma Tundra Esports yang memakai Visage, Arc Warden dan Chaos Knight, berhasil comeback menuju late game. Tundra Esports memenangkan setiap team battle dan menang di game kedua.
Masuk game ketiga, Team Secret mencoba strategi permainan Tundra Esports dengan nge-pick Naga Siren, hero yang dipakai Tundra Esports selama turnamen. Team Secret juga nggak kapok bro, mereka masih aja nge-pick Leshrac seperti dua game terakhir. Hasilnya ternyata masih nihil, Tundra Esports masih bisa mendominasi selama permainan. Tundra Esports membuktikan mereka terlalu kuat, bro. Berkat kemenangan ini, Tundra Esports berhak mengangkat trofi Aegis of The Champion TI 11 DOTA 2 dan dapat membawa pulang uang sekitar RP 132 Miliar.
Bro, emang nggak bisa diprediksi ya, siapa yang jadi juara di setiap turnamen TI. Mirip kayak Team Spirit yang berhasil jadi juara TI 10 tahun lalu. Sayangnya, Puppey si ‘TI All Timer’ nggak jadi juara tahun ini. Sekali lagi, kemenangan Tundra Esports membuktikan bahwa tim-tim baru juga bisa dapat panggung juara di turnamen kelas dunia TI DOTA 2, bro.
So, gimana pendapat lo, Superfriends? kemenangan Tundra Esports apa cuma hoki doang atau emang mereka jago dan layak jadi juara?
ARTICLE TERKINI
Article Category : E-sport
Article Date : 02/11/2022
Source:https://www.forbes.com/sites/mikestubbs/2022/10/30/tundra-esports-wins-the-international-11-dota-2-tournament/?sh=46eedb614d0f
5 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
AKHMAT KHUDDORI
21/04/2025 at 17:40 PM
RAHAYU YAYUK
22/04/2025 at 15:21 PM
WARNO WARNO
15/05/2025 at 13:15 PM
Agung Sutrisno
25/06/2025 at 11:19 AM
Vivi
04/11/2025 at 21:30 PM