Superfriends, lo pasti pernah main game kan? Di zaman sekarang ini akses ke game itu gampang banget. Saking gampangnya, hampir nggak mungkin ada orang yang nggak pernah main game sama sekali. Di handphone aja ada banyak banget pilihan game dengan berbagai genre, mulai dari yang serius, sampai yang santai casual untuk mengisi waktu luang. Video game yang tadinya eksklusif hanya bisa diakses lewat konsol dan PC, sekarang jadi jauh lebih mudah. Tapi, justru dengan semua kemudahan ini, ada satu perangkat gaming klasik yang malah jadi menarik. Selain karena faktor nostalgia, hardware satu ini juga memberi kesan eksklusif kayak barang antik yang berharga, bro.
Sebelum konsol dan PC merajai pasar video game, ada tempat-tempat yang lo datangi untuk main game. Di sana lo bakal menemui mesin-mesin game berjejer, dan untuk main lo harus masukkan koin ke mesinnya. Yup, Ding-Dong atau arcade yang identik banget sama kultur anak muda di dekade 80-an dan 90-an sekarang hidup lagi dengan gaya baru, Superfriends!
Munculnya konsol dan PC meruntuhkan popularitas Ding-Dong yang kurang praktis. Lo harus pergi ke lokasi tertentu hanya untuk main. Tapi, justru itu yang jadi salah satu pesona Ding-Dong. Dengan pergi ke suatu tempat lo jadi bertemu dengan orang-orang dengan hobi sama kayak lo. Komunitas juga jadi terbentuk, dan percaya nggak percaya nih, sejarah Esport juga pertama kali terbentuk gara-gara Ding-Dong! Selain itu, game zaman dulu itu jauh lebih sulit dan menantang daripada zaman sekarang. Game klasik emang sengaja didesain lebih susah, supaya cartridge dan mesin mereka laku diborong para pemilik Arcade dan Ding-Dong. Kenapa malah yang susah yang laku? Karena, semakin susah gamenya, semakin penasaran pemainnya. Semakin penasaran pemainnya, semakin banyak koin yang dia beli dan habiskan di satu mesin. Begitu bisnisnya, Superfriends!
Nah, setelah matinya kultur Ding-Dong, gaming jadi semakin gampang aksesnya, dan semakin gampang jug gamenya. Sampai-sampai, ketika ada game yang susah kayak Hollow Knight, Dark Souls, dan lain-lain, dianggap sebagai sesuatu yang spesial. Genre yang masih berpegang teguh dengan budaya gaming klasik era Ding-Dong itu cuma 2D Platformer, Fighting, dan beberapa game dari developer indie. Alasannya ya karena pasar mereka udah jelas siapa, jadi mereka bisa leluasa membuat game sesuai standar yang memang digemari para fans. So, jangan heran kalau game Fighting itu susah dan nggak untuk semua orang, dibuatnya pakai skill era Ding-Dong, bro!
Meskipun susah, dan ketersediaan alatnya terbatas, belakangan ini apresiasi akan game-game klasik meningkat, bro. Genre dan artstyle Retro lebih banyak peminatnya dibanding grafis realistic kekinian. Bersamaan dengan gerakan Retro Revival ini, Ding-Dong dibangkitkan dari kubur dengan gaya baru yang lebih praktis. Sekarang, mesin Ding-Dong lebih kecil, dan udah berisi ribuan game legendaris yang paling laris pada masanya. Franchise kayak Samurai Shodown, Street Fighter, Marvel Vs. Capcom, Contra, Metal Slug, Golden Axe dan ratusan lainnya bisa lo temuin di mesin Ding-Dong modern ini. Selain itu, lo juga udah nggak perlu masukkin koin. Cukup tekan tombol untuk tambah koin secara virtual aja karena mesin jenis baru ini emang ditujukan untuk pemakaian pribadi, bukan untuk sewa dengan sistem koin kayak tahun 80-an dan 90-an dulu.
By the way, Super Challenge punya mesinnya loh. Kayaknya seru nih gelar kompetisi King of Fighters ‘99, Superfriends!
ARTICLE TERKINI
Article Category : E-sport
Article Date : 12/02/2022
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :