Superfriends, keseriusan Microsoft di industri game ternyata semakin menggebu-gebu dan nggak mau kalah dengan pesaing beratnya yaitu Sony. Sony lebih menang dalam pasar game konsol karena lebih dulu muncul sebelum Microsoft mengeluarkan Xbox pada tahun 2001. Karena hadir lebih dulu, fanbase PlayStation udah begitu besar terbentuk sampai saat ini. Para playernya puas dengan game eksklusif yang dihadirkan dari zaman PlayStation 1. Tapi, awal kehadiran Xbox saat itu memberikan tekanan cukup serius bagi Sony. Microsoft pun menjadi salah satu pemain tetap di pasar konsol game dan secara konsisten meluncurkan generasi penerus dari Xbox. Meski ada beberapa game bagus yang diluncurkan Xbox tapi tetap nggak bisa mengalahkan game-game yang lebih berkualitas di PS. Game dengan label AAA lebih banyak ditemukan di PlayStation. Makanya, Microsoft banyak melakukan akuisisi beberapa developer game sebagai usahanya untuk menghadirkan game yang berkualitas.
Microsoft pernah membeli dua perusahaan game dengan nilai yang fantastis. Pada 2014, Microsoft mengakuisisi Mojang Studios, pembuat game sandbox populer Minecraft. Nilai pembelian Mojang saat itu mencapai 2,5 miliar dollar AS atau hampir Rp 30 triliun. Lalu, pada 2021 lalu, Microsoft juga mengakuisisi ZeniMax Media, perusahaan game asal Amerika Serikat yang merupakan induk dari penerbit game ternama Bethesda Softworks. Nilai pembeliannya mencapai 7,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 110 triliun. Dua akuisisi tersebut menjadi 2 diantara 10 akuisisi terbesar dalam sejarah pembelian perusahaan game di dunia. Dan nggak berhenti di situ aja, baru-baru ini Microsoft memberi kabar mengejutkan tentang akuisisinya terhadap perusahaan Activision Blizzard dengan harga beli senilai Rp 990 triliun. Itu menjadi rekor baru di industri gaming sekarang ini.
Developer yang terkenal dengan game-game legendaris kayak serial Call of Duty, Warcraft, Diablo, dan Overwatch ini akan menjadi bagian dari tim Xbox, bersama dengan developer lainnya yang belakangan ini diakuisisi juga oleh Microsoft. Proses akuisisi ini bakal dimulai pada Juni 2022 dan berlangsung sampai Juni 2023. Setelah itu, semua hak cipta dan aset milik Activision Blizzard akan ada di bawah manajemen Microsoft Gaming. Keputusan ini membuat Microsoft jadi perusahaan gaming terbesar ketiga setelah Tencent dan Sony. Microsoft juga akan menguasai sebagian besar pasar PC bahkan mobile di mana kebanyakan user game Activision Blizzard berada. Nantinya, judul-judul terbaik dari Activision Blizzard dan divisi lainnya akan masuk ke dalam koleksi Xbox Game Pass dan PC Game Pass.
Activision Blizzard sendiri berhasil menggaet pasar gamers dengan game berkualitas yang dibuat tim bertalentanya. Itu yang membuat Microsoft memilih perusahaan tersebut untuk menjadi bagian dari tim mereka. CEO Microsoft, Satya Nadella, juga mengungkapkan kalau keputusan akuisisi ini diharapkan dapat membantu Microsoft dalam usahanya berkecimpung di Metaverse. Untuk bisa menghadirkan dunia maya dan pengalaman bermain yang lebih hidup, Microsoft membutuhkan orang-orang dengan skill profesional terbaik. Pengembangan game dengan grafis dan gameplay yang lebih kompleks, tapi tetap asik untuk dinikmati bakal jadi target besar mereka berikutnya.
Makin banyak aja nih developer yang masuk ke Microsoft. Kira-kira bakal bisa menyaingi Sony nggak ya? Tunggu aja kabar terbaru yang bakal muncul dari kedua perusahaan tersebut, Superfriends!
ARTICLE TERKINI
Article Category : E-sport
Article Date : 21/01/2022
Source:https://news.xbox.com/en-us/2022/01/18/welcoming-activision-blizzard-to-microsoft-gaming/
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :