Ada gak diantara kamu yang suka dengan pelajaran sejarah ketika masih berseragam putih abu? Mulai sejarah yang berasal dari Indonesia sampai sejarah mengenai dunia biasanya ada dibuku pelajarannya. Kalau kamu memang suka dengan sejarah, ada loh di Thailand, tepatnya di Udon Thani, sebuh tempat bernama Phu Phrabat Historical Park yang sayang kalau dilewatkan. Terutama kamu yang senang dengan cerita-cerita sejarah, karena banyak banget peninggalan sejarah dengan kisah menarik di balik tempat yang satu itu.
Taman Sejarah Phu Phrabat, berokasi di hutan Pakhunam, sebelas kilometer sebelah barat dari pusat distrik Baanphue, Provinsi Udon Thani. Berada di Pegunungan Phupankum pada ketinggian 320 sampai 350 mdpl. Dibuka untuk umum mulai dari pukul 08.00 waktu setempat sampai menjelang malam. Terkadang akan diperpanjang bila sedang ada kegiatan atau diselenggarakan festival.
Phu Phra Bat Historical Park merupakan hutan yang banyak ditumbuhi oleh pepohonan diantaranya Pterocarpus, Shorea, Dalbergia, Ormosia dan lain-lain. Maka tidaklah heran kalau udaranya masih sangat segar, seperti halnya dihutan pada umumnya. Namun di beberapa tempat lapang saat siang hari, akan terasa hawa panas yang terik.
[bacajuga url=61687]
Mengunjungi bagian ini kamu seperti masuk kedalam lorong waktu, karena taman sejarah ini merupakan tempat manusia prasejarah sekitar 3.000 tahun lalu berburu hewan. Pada dinding-dinding batu terdapat gambar beberapa hewan peliharaan dan orang. Meskipun agak sedikit kabur, namun jelas terlihat gambarnya diwarnai dengan warna pink, merah, dan hitam. Dinding batu yang di warnai ini adalah tempat tinggal manusia pada zaman dulu.
Lalu ada kawasan dimana ada sejumlah batu yang nampak seperti sebuah payung. Keberadaan batu di beberapa lokasi itu merupakan tempat tinggal para biksu dalam mencari ketenangan meditasi atau berdoa, dan intu semua berlangsung pada abad ke-14 sampai 16. Batu-batu tersebut digambarkan tertata sebegitu seimbang dengan lempengan di atas dan batu di bawahnya seperti sebuah tiang penyangganya. Selain itu ada juga sisa peradaban kuno lainnya berupa patung-patung Buddha, sumur yang digali di atas batu, dan juga pilar-pilar yang menunjukkan arah di lokasi ini.
Pada 26 Juni 1992, Phu Phrabat dibuka untuk khalayak umum. Tiket dibandrol 100 Baht atau sekitar Rp 40 ribu untuk turis asing dan 20 Baht untuk turis lokal. Dibuka setiap hari, kebanyakan turis yang mengunjungi taman ini berasal dari Inggris, Jerman, Belanda, Amerika Serikat, Malaysia, dan juga Hong Kong.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 27/02/2017
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :