Di Jakarta ada bajaj, maka di Bangkok ada tuktuk. Tuktuk bisa dibilang bajajnya Thailand. Kendaraan beroda 3 ini banyak terlihat mondar-mandir keliling kota mengantar penumpang yang kebanyakan merupakan wisatawan.
Bagi warga setempat tuktuk juga sering menjadi pilihan alternatif seperlu menembus kemacetan kota. Pasalnya tuktuk mampu meliuk lincah tidak kalah gesit dari transportasi umum lain seperti taksi dan bus kota. Tertarik untuk lebih mengenal transportasi unik dari Thailand ini? Berikut diberikan ulasannya khusus untuk kamu.
Sejarah Tuktuk
Di Bangkok tuktuk juga populer dengan nama sam lor. Sam lor diambil dari bahasa Thai yang memiliki arti 3 roda. Pada awalnya dulu, tepatnya saat Perang Dunia II tuktuk hadir sebagai kendaraan sejenis becak. Adapun seiring dengan perkembangan jaman tuktuk kemudian dilengkapi dengan mesin mini yang mengeluarkan bunyi tuk-tuk. Bisa dibilang nama tuktuk diberikan dari suara yang dihasilkan tersebut.
Bentuk Unik
Dari bentuknya tuktuk memang terlihat unik. Banyak yang menyebut tuktuk sebagai gerobak sepeda motor. Sebutan yang cocok pastinya. Karena tuktuk memang terlihat seperti kendaraan gerobak yang terbuka. Sehingga saat naik tuktuk angin semilir akan menyapu kamu dengan leluasa. Meski disebut gerobak sepeda motor nyatanya hal tersebut malah dinilai cukup unik. Keunikan tuktuk itu pun menjadi daya tarik yang sukses memikat perhatian para wisatawan. Banyak turis penasaran mengendarai tuktuk keliling Bangkok. Tetapi tidak sedikit pula yang hanya ingin menjadikan tuktuk sebagai obyek foto.
[bacajuga url=14270]
Ongkos Naik Tuktuk
Berkeliling Bangkok naik tuktuk memang memberi sensasi baru. Pastinya beda dibanding naik MRT, taksi, atau bus kota. Hanya saja ada beberapa hal yang mesti kamu perhatikan sebelum naik tuktuk. Ongkos tuktuk menjadi salah satunya. Ongkos tuktuk cukup bervariasi. Ongkos dibandrol berdasar jauh-dekat jarak tempuh, waktu naik (pagi, siang, malam), dan mood supirnya.
Mood supir ini pun menjadi faktor penting yang mesti kamu perhatikan. Biasanya bila sang supir sudah selesai makan siang bisa jadi akan berbaik hati mematok ongkos murah. Namun, bila supir tuktuk sedang tidak dalam mood baik kamu bisa dimintai ongkos tinggi yang menguras kantong. Sebagai patokan tarif standar jarak pendek dibandrol 30 bath atau senilai Rp 10.000.
Sebagai tips tambahan sebaiknya lakukan pula tawar-menawar di awal. Hal ini agar kamu tidak merasa tertipu dengan ongkos tuktuk yang mahal. Namun, untuk bisa tawar-menawar ada tantangan tersendiri. Kebanyakan supir tuktuk tidak bisa bahasa Inggris. Jadi sebisa mungkin gunakan bahasa Thai. Biarkan pengemudi mematok harga lebih dulu. Setelah itu coba tawar dengan menurunkan harga 5-15 bath lebih rendah dari ongkos yang dipatok supir.
Hati-Hati Jaga Dompet
Bila kamu amati di sejumlah tuktuk biasanya ditempelkan tulisan untuk berhati-hati dengan dompet yang dibawa. Bangkok memang bukan kota yang aman untuk wisatawan asing. Bahkan kamu patut selalu waspada dengan preman-preman yang terlihat di pangkalan tuktuk. Para preman biasanya berusaha menipu mengajak wisatawan ke tempat khusus atau surga belanja di Bangkok. Padahal dari sejumlah kasus yang ada para preman membawa wisatawan ke tempat sepi untuk dirampok. Karena itu, bila kamu mendapati adanya preman yang memberi tawaran menggoda lebih baik bersiap menjauh.

ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 11/03/2016
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :