Pendakian gunung itu selalu berkaitan dengan sejauh mana kita mengenal batas diri, bukan tentang menaklukkan gunung. Karena sejatinya gunung nggak akan pernah bisa ditaklukkan oleh manusia. Seperti kata Sir Edmund Hillary; "It's not the mountain we conquer, but ourselves". Dua srikandi Indonesia ini adalah representasi dari kutipan Sir Edmund Hillary, karena mereka telah mengenal batas diri dan mengalahkan egonya sendiri setelah melewati rangkaian latihan yang cukup berat.
Prestasi cemerlang yang mereka torehkan nggak bisa disepelein bro, mereka udah membawa nama Indonesia di kancah internasional.
Via unpar.ac.id
Seperti yang udah ditunjukkan dua pendaki perempuan ini; Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari. Keduanya tergabung dalam tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition MAHITALA-UNPAR (WISSEMU). Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik dari Universitas Katolik Parahyangan Bandung ini mempunyai misi sebagai perempuan pertama dari Indonesia yang mengibarkan merah putih di tujuh puncak gunung tertinggi di dunia.
Via viva.co.id
Prestasi mereka dalam menjejakkan kaki di puncak-puncak gunung dunia jangan diraguin lagi. Awal tahun ini mereka membukanya dengan berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi di Antartika. Mulai mendaki Gunung Vinson Massif ini sejak tanggal 1 Januari 2017, keberhasilan mereka diklaim tanggal 4 Januari 2017.
[bacajuga url=63250]
Mereka sempat beristirahat di Low Camp di ketinggian 2.800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan mereka berhasil melanjutkan ke titik High Camp di 3.770 mdpl dalam satu hari. Perjuangan mereka patut diacungi dua jempol, karena mereka harus melewati hujan salju dengan suhu minus 30 derajat dan tingkat kemiringan medan sampai 45 derajat. Gokil kan?!
Via republika.co.id
Di tengah tahun ini, tepatnya 2 Juli 2017, mereka berhasil ngukir prestasi baru dengan mengibarkan Merah Putih di puncak Gunung Denali di Alaska, Amerika Serikat. High Camp di ketinggian 5.242 mdpl berhasil dicapai meski mereka juga terus didera badai salju yang bikin jarak pandang mereka terbatas banget. Saking hebatnya badai itu sampai hampir mengaburkan pandangan garis cakrawala.
Via nationalgeographic.co.id
Sebelumnya tahun 2016, puncak tertinggi di Amerika Selatan, yakni Puncak Aconcagua, udah berhasil mereka jejaki. Gunung yang terletak di jajaran pegunungan Andes itu terkenal punya cuaca dingin yang super ekstrim dan disertai badai angin.
[bacajuga url=63233]
Tapi lagi-lagi, kedua srikandi Indonesia ini nggak gentar. Bravo, semoga mereka terus mengukir prestasi dan berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di puncak terakhir misi mereka, yaitu Gunung Everest sebagai puncak gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.848 mdpl.
Featured Image : pm.unpar.ac.id
Referensi Artikel : travel.kompas.com, exploregunung.net
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 19/08/2017
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :