Trekking pole merupakan alat yang sepatutnya kalian bawa untuk mempermudah perjalanan di medan-medan sulit, salah satunya saat mendaki di gunung. Walaupun trekking pole dapat ditemukan dengan mudah, masih ada orang—khususnya pendaki pemula—yang belum mengetahui keberadaan dan fungsi dari alat tersebut.
Sebelum membelinya, kalian harus tahu cara memilih trekking pole layak pakai. Apalagi alat ini terdiri dari berbagai jenis dengan peran berbeda. Berikut tip yang bisa kalian simak.
Pilihlah trekking pole yang ringan, tapi kuat
Karbon dan alumunium adalah dua bahan yang paling sering dipakai dalam pembuatan trekking pole. Meski lebih kuat, karbon yang relatif kaku punya kelemahan seperti mudah retak dan bengkok. Lantas alumunium mempunyai kekuatan yang hampir sama dengan karbon, tetapi dari segi bobot malah lebih berat. Kalian dapat menentukan trekking pole yang cocok sesuai kebutuhan.
Pastikan trekking pole sudah dilengkapi flip-lock
Trekking pole yang menggunakan shock biasanya sudah dilengkapi flip-lock. Kunci ini berfungsi untuk mengunci shock saat kalian menanjak serta mengaktifkan shock saat melewati turunan. Lantas, trekking pole yang mempunyai flip-lock juga dinilai lebih praktis dibandingkan yang memakai twist lock karena lebih mudah rusak saat digunakan.
[bacajuga url=62997]
Pakai trekking pole yang sesuai proporsi tubuh
Pada pemakaiannya, trekking pole yang ideal akan membentuk sudut lengan sebesar 90 derajat. Sudut tersebut dianggap mampu menghasilkan momentum yang tepat. Posisinya pun tidak terlalu rendah atau tinggi saat mengambil tumpuan. Maka dari itu, kalian harus memastikan trekking pole yang dipilih pun sesuai dengan proporsi tubuh untuk melancarkan proses pendakian.
Handle trekking pole harus nyaman digenggam
Fitur terpenting dalam trekking pole yang harus kalian periksa adalah handle-nya. Busa dan karet adalah salah dua bahan yang kerap digunakan untuk membuat handle. Pegangan berbahan dasar busa adalah yang paling difavoritkan karena lebih empuk dibandingkan karet. Sementara handle berbahan dasar karet yang relatif keras lebih tahan lama dibandingkan busa.
Part-part pada trekking pole mudah buat diganti
Semakin sering digunakan, peluang trekking pole buat rusak pun semakin besar—terutama di bagian basket. Selain diproduksi dalam ukuran dan diameter yang bereda, ada sejumlah basket yang tak bisa kalian tukar kalau mengalami kerusakan. Jadi, saat kalian sedang memilih trekking pole, pastikan part-part-nya dapat diganti.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 29/06/2017
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :