Jepang sepertinya nggak pernah sedikit pun mengecewakan hati para wisatawan yang datang, bro. Dari mulai destinasi wisata alam, budaya tradisional, sampai kuliner yang lezat pun menjadi hal utama yang langsung diburu wisatawan. Kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto juga menjadi destinasi wajib ketika berkunjung ke Jepang.
Tapi, selain beberapa kota besar tadi, pulau di bagian utara Jepang ini nggak kalah menawannya, bro. Yup, Pulau Hokkaido juga memiliki deretan wisata alam yang menarik, salah satunya adalah Danau Mashu. Masih belum familiar dengan namanya, bro?
[readalso url=21575]
Terbentuk Sekitar 2.000 Tahun Lalu

Danau Mashu merupakan sebuah danau kaldera di Teshikaga-cho, di bagian timur Hokkaido, yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Akan-Mashu. Terbentuk dari letusan gunung berapi sekitar 2.000 tahun lalu, danau ini dikelilingi oleh dinding kawah dan tebing-tebing terjal.
Kedalamannya yang mencapai angka 212 meter menjadikan Danau Mashu sebagai danau terdalam di Jepang. Danau Mashu juga disebut-sebut sebagai danau terjernih di dunia. Permukaan airnya yang begitu tenang bak kaca pun terlihat memantulkan gambaran awan di langit. Bahkan, permukaan danau bisa dilihat hingga kedalaman 30 meter, bro!
Danau Para Dewa
Danau ini juga dianggap sakral oleh penduduk asli suku Ainu di Jepang. Bagi suku Ainu, Danau Mashu disebut sebagai ‘Kamuito’ yang artinya Danau Para Dewa. Sehingga danau ini sangat disucikan oleh mereka. Konon, penduduk setempat kerap melakukan ritual dengan mendekat ke danau untuk meminta keberuntungan.
Suku Ainu percaya bahwa roh perempuan bersemayam di dalam danau. Mereka mengatakan, jika ada orang baik pria maupun wanita yang mencoba mendekat ke danau dan melihat permukaan air yang biasanya tertutup kabut, dia akan mengalami nasib buruk.
Apabila pengunjung yang melihat permukaan air tersebut seorang pria, maka karir yang dimilikinya nggak akan bagus. Sementara itu, jika wanita, ia nggak akan bisa punya anak.
Diselimuti Kabut Selama 100 Hari dalam Setahun
Selain itu, tingkat air Danau Mashu juga nggak pernah berubah walau nggak ada aliran masuk dan keluar. Dalam bahasa suku Ainu, hal ini disebut ‘Kiri no Mashuko’, yang artinya ‘Danau Berkabut Mashu’, karena sering tertutup kabut.
Danau Para Dewa ini diketahui selalu diselimuti kabut selama 100 hari dalam setahun. Namun, ketika danau sudah menampakkan diri, segala kemegahan misteriusnya pun akan terlihat. Perairannya pun nggak mengandung kontaminan sama sekali dan memiliki warna biru gelap unik dan dikenal sebagai biru mashu.
[readalso url=21573]
Pengunjung Dilarang Mendekat dan Menyentuh Air Danau
Meski indah dan unik, pengunjung dilarang untuk mendekat ke Danau Mashu. Kementerian Lingkungan Jepang melarang keras pengunjung mendekati tepiannya, apalagi kalau sampai menyentuh air danau.
Karena untuk mencapai tepian danau, butuh perjuangan yang sulit. Pinggiran Danau Mashu dipenuhi oleh kontur tebing dan nggak ada daratan landai di pinggiran danaunya sehingga sangat berbahaya untuk keselamatan. Selain itu, pemerintah Jepang memang ingin menjaga kealamian Danau Mashu yang telah terjaga ribuan tahun tersebut.
Tapi, dilarang mendekat bukan berarti nggak boleh melihat, bro. Untuk sekadar melihat danau dari kejauhan, terdapat spot yang sudah disediakan untuk melihat danau dari Taman Nasional Akan-Mashu. Bahkan ada menara observasi dan beberapa jalur trekking di Taman Nasional yang menampilkan panorama danau ini.
Keindahan alam yang menyimpan sejarah dan penuh misteri seperti Danau Mashu ini bisa menjadi destinasi wisata menarik, bro. Untuk sementara waktu, Danau Mashu bisa banget dimasukkan ke dalam bucket list untuk rencana traveling selanjutnya, bro!
Source: kumparan.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 08/05/2020
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :