Sumba, sebuah kepulauan yang membuat banyak para petualang jatuh cinta pada spot petualangan ini – ternyata mempunyai nilai tersendiri untuk mereka para petualang. Tidak hanya eksotisme spot petualangannya yang menyuguhkan berbagai keindahan alam yang luar biasa – Sumba juga memberikan kearifan lokal yang patut untuk diketahui secara bersama.
Salah satu kearifan lokal yang ada di Sumba adalah Desa Adat Ratenggaro. Sebuah desa adat yang dapat membuat lo seperti time travelling ke zaman purba atau zaman megalitikum. Eits, tentu tidak ada dinosaurus di sana, bro!
[readalso url=18883]
Yang ada di sana adalah segala kearifan lokal yang luar biasa indahnya. Dijamin lo tidak ingin ketinggalan segala keindahan alam yang ada di Desa Adat Ratenggaro ini. Wah, untuk lo yang semakin penasaran dengan berbagai keindahan alam, serta eksotisme dan suasana magisnya – simak terus bahasan ini ya!

Perpaduan Ekostisme dan Suasana Magis, Selamat Datang di Desa Adat Ratenggaro! credit photo: skygrapher.id
Desa Adat Ratenggaro merupakan desa adat yang memiliki ciri khas berupa jajaran rumah adat yang menarik untuk dikunjungi. Berlokasi di wiayah Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo dan masuk ke dalam kawasan Sumba Barat Daya – Desa Adat Ratenggaro mempunyai Pasola sebagai ikon budayanya.
Desa Adat Ratenggaro – the Old Grave

Perpaduan Ekostisme dan Suasana Magis, Selamat Datang di Desa Adat Ratenggaro! credit photo: indonesiakaya.com
Begitu lo sampai dan memijakan kaki di sana, lo akan di bawa ke lorong waktu dan sampai ke pada 4.500 tahun yang lalu lamanya, di mana kuburan besar batu tua masih ada di sana. Berdasarkan arti pemenggalan katanya, Desa Adat Ratenggaro mempunyai arti tersendiri dalam namanya.
Ratenggaro – Rate mempunyai arti yaitu kuburan dan garo yang mempunyai arti orang-orang garo. Konon pada saat masih sering terjadi maraknya perang antar suku, banyak para suku yang masih sering berkelahi untuk memperebutkan wilayah orang-orang garo ini.
Pada saat itu, peperangan mempunyai konteks tersendiri – yaitu jika mati dalam peperangan tersebut, dikubur ditempat itu juga. Ini artinya satu desa adat ini juga penuh dengan kuburan orang-orang garo.
Peperangan, Kekalahan, dan 304 Kuburan Batu

Perpaduan Ekostisme dan Suasana Magis, Selamat Datang di Desa Adat Ratenggaro! credit photo: journal.momotrip.co.id
Setidaknya di Desa Adat Ratenggaro ada 304 buah kuburan batu yang artinya – bisa jadi ada 304 orang mati dalam peperangan antar suku dari zaman ke zaman. Tiga di antaranya berada di pinggiran laut dan mempunyai bentuk yang unik.
Bentuk yang uni tersebut mencakup ke segi ukuran dan bentuk pahatan yang menyerupai meja datar besar yang terlihat sangat kokoh walau dihantam angin kencang dari arah laut. Banyaknya kuburan ini bukan berarti Desa Adat Ratenggaro menyeramkan, tapi bersejarah.
Tentu, tiap kuburan atau tiap prasasti yang ada di sana, memiliki nilai cerita dan sejarah tersendiri. Hal ini lah yang menjadikan Desa Adat Ratenggaro mempunyai eksotisme dan suasana magis yang luar biasa.
Daya Tarik Utama – Uma Kelada

Perpaduan Ekostisme dan Suasana Magis, Selamat Datang di Desa Adat Ratenggaro! credit photo: eljohnnews.com
Selain kuburan batu yang tersebar di Desa Adat Ratenggaro, daya tarik utama lainnya adalah tentu rumah adat yang menjulang tinggi sehingga mudah menarik perhatian para petualang. Rumah Adat tersebut bernama Uma Kelada.
Uma Kelada mempunyai ciri khas tersendiri yang merupakan sebuah menara yang menjuang tinggi hingga mencapai 15-20 meter. Atapnya yang berbahan dasar jerami dan tinggi rendah atapnya di dasarkan atas status sosial mereka. Jelas, semakin tinggi atapnya, semakin tinggi juga status sosialnya.
Uma Kelada ini mempunyai bentuk seperti rumah panggung yang terdiri dari empat tingat dengan fungsi yang berbeda-beda tiap tingkatnya. Tingkat paling bawah digunakan sebagai tempat hewan peliharaan. Tingkat kedua diisi oleh pemilik rumah, kemudian tingkat tiga diisi oleh hasil panen, dan tingat keempat diisi oleh kotak yang menyimpan benda keamat serta tingkat paling atas akan dipasangkan tanduk kerbau sebagai simbol kemuliaan.

Perpaduan Ekostisme dan Suasana Magis, Selamat Datang di Desa Adat Ratenggaro! credit photo: berangan.com
Berbagai fungsi yang ada di rumah adat ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi tiap petualang untuk mengetahui segala kearifan lokal yang ada di sana.
Sekilas memang rumah di Desa Adat Ratenggaro ini mirip seperti rumah adat di Flores dan Toraja di mana rumah tersebut mempunyai rahang babi atau menggantung tanduk kerbau pertanda mereka pernah melaksanakan sebuah upacara adat.
Kearifan lokal yang masih bertahan ini tentu tidak lepas dari keyakinan masyarakat setempat di mana mereka yang terus memegang teguh melestarikan adat yang dan peninggalan para leluhur, lho. Hal ini terbukti mereka masih menganut tradisi Marapu, sama seperti kampung-kampung atau pedesaan di Kabupaten Sumba Barat Daya pada umumnya.
Buah Tangan Menarik dari Desa Adat Ratenggaro

Perpaduan Ekostisme dan Suasana Magis, Selamat Datang di Desa Adat Ratenggaro! credit photo: sunspiritforjusticeandpeace.org
Nah, ini yang biasanya ditunggu oleh para petualang saat bertandang ke sana – yaitu mencari buah tangan! Desa Adat Ratenggaro mempunyai ciri khas tersendiri soal kain tenun. Oleh karena itu, banyak para petualang yang memburu hasil tenun dari desa adat ini, atau yang masih dalam satu daerah Sumba.
Kain tenun dari Sumba sudah terkenal indah dan eksotis, tidak heran banyak para petualang yang rela untuk datang demi mendapatkan kain tenun tersebut.
[readalso url=18887]
Wah bagaimana nih bro? Sudah semakin penasaran dengan segala kearifan lokal, eksotisme dan segala suasana magis di sana? Langsung saja berangkat bro!
Feature Image - pegipegi.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 21/09/2018
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :