Menjadi salah satu gunung tertinggi di tengah Pulau Jawa, Gunung Slamet memang menantang untuk didaki. Segala rintangan yang ada di jalur pendakiannya, benar-benar jadi candu buat para petualang. Bicara soal jalur pendakian, ada kabar terbaru dari Gunung Slamet.
Mulai 22 Juli 2019 – yaitu hari ini, jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan ditutup sementara. Secara umum, alasan mengapa jalur pendakian Gunung Slamet yang jadi favorit para pendaki adalah perbaikan ekosistem. Sampai saat ini, penutupan jalur pendakian ini belum ditentukan sampai kapan batas waktunya.
[readalso url=20219]
Salah satu pengurus Basecamp Gunung Slamet via Bambangan yang tergabung Aremba Pala Purbalingga – Anto Wibowo, menyatakan penutupan ini dilakukan dalam perbaikan ekosistem. Selain reboisasi sampai pembersihan sampah pada jalur Bambangan, penutupan juga dilakukan guna untuk pemasangan berbagai rambu-rambu di jalur pendakian tersebut.
Pemasangan rambu-rambu pendakian juga diharapkan bisa meminimalisir kebakaran hutan. Kebakaran hutan akhir-akhir ini jadi momok yang cukup berat buat para pengelola serta para pendaki. Pasalnya, sekarang ini juga masih dalam musim kemarau, di mana ilalang mudah sekali bergesekan karena kering dan bisa terjadi api.
Terlebih, jika lo membuat api unggun sembarang – jelas ini bisa merugikan diri lo dan alam. Oleh karena itu, pemasangan rambu juga diharapkan dimengerti oleh banyak petualang agar mematuhi peraturan-peraturan di sana agar tidak banyak hal yang tidak diinginkan terjadi.
Surat Pemberitahuan oleh Perhutani

[PEMBERITAHUAN] Mulai 22 Juli 2019, Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup! credit: kumparan
Penutupan jalur pendakian Gunung Slamet tidak semata-mata keinginan dari para pengelola tanpa alasan yang jelas. Penutupan sementara jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan ini sudah berdasarkan rapat yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait dari tanggal 13 Juni 2019 kemarin.
Nah, dua hasil rapat pihak-pihak terkait adalah penutupan jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan serta alasan mengapa jalur tersebut ditutup. Maklum, sebagai salah satu jalur pendakian yang diminati banyak petualang, jalur pendakian via Bambangan ini butuh pemugaran.
Pemugaran yang dimaksud diantaranya adalah pemulihan ekosistem, perbaikan wilayah konservasi serta sampai pembersihan sampah pada jalur pendakian tersebut. Pembersihan sampah ini termasuk yang jadi salah satu hal yang mesti diperhatikan benar-benar, bro.

[PEMBERITAHUAN] Mulai 22 Juli 2019, Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup! credit: alinea.id
Terlebih, sampah yang dibawa oleh para petualang adalah mayoritas sampah yang lama waktu daur ulangnya seperti plastik, kaleng dan lainnya. Hal ini mesti diperhatikan oleh para pendaki yang mestinya tidak meninggalkan jejak apapun selain jejak setapaknya.
Langkah antisipasi untuk tidak meninggalkan sampah atau apapun di jalur pendakian, di pos-pos peristirahatan sampai di puncak Gunung Slamet – lo bisa membawa plastik sampah hitam besar yang nantinya dijadikan tempat sementara sampah yang lo produksi.
Sampah tersebut juga mesti dibawa kembali ke bawah saat lo sudah selesai muncak. Hal ini bisa jadi salah satu alasan utama mengapa ada beberapa jalur pendakian gunung-gunung lainnya yang juga ditutup sementara.

[PEMBERITAHUAN] Mulai 22 Juli 2019, Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup! credit: goodnewsfromindonesia.id
Oleh karena itu, lo sebagai traveller, petualang sejati – rasanya tidak usah sering-sering diingatkan urusan sampah karena hal tersebut adalah tanggung jawab lo untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan di spot petualangan tersebut ya!
Hal ini terkait dengan penutupan yang dilakukan oleh para pengelola di jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan. Untuk periode kali ini – ini adalah yang kedua kalinya. Via Bambangan sebelumnya juga sudah ditutup di periode 10 Januari sampai 2 Maret 2019.
Penutupan pada periode pertama tersebut dikarenakan oleh pemulihan ekosistem. Nah, mesti diingat kalau ekosistem yang lo datangi juga perlu dijaga dan jangan mengambil apapun di sana untuk dijadikan buah tangan, ya!
Jalur Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup,
Lewat Mana Lagi Ya?

[PEMBERITAHUAN] Mulai 22 Juli 2019, Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup! credit: backpackerjakarta.com
Menurut Anto – salah satu pengelola di Gunung Slamet, menyatakan setidaknya ada tiga sampai empat jalur pendakian Gunung Slamet lainnya yang bisa lo coba. Jalur pendakian tersebut adalah Guci Tegal, Baturaden, Banyumas atau lewat Jurangmangu Pemalang.
Nah, dari beberapa jalur pendakian lain ke Gunung Slamet – salah satunya Guci Tegal, adalah salah satu jalur pendakian yang cukup jadi favorit para petualang. Pasalnya, di jalur pendakian tersebut terdapat pemandian air panas yang bisa dinikmati oleh siapa saja.
Sudah dikelola dengan baik, sebelum atau sesudah berangkat muncak ke Gunung Slamet – kolam air panas Guci Tegal adalah hal wajib yang tidak bisa lo lewatkan begitu saja di jalur pendakian Gunung Slamet.
[readalso url=20221]
Nah bagaimana nih bro? Sudah cukup jelas ya mengapa jalur pendakian Gunung Slamet via Bambangan ditutup? Kalau sudah jelas – lo bisa mengatur ulang dulu nih jadwal keberangkatan lo ke Gunung Slamet lewat beberapa jalur lainnya seperti yang sudah disebutkan di atas ya!
Source – Kumparan
Feature Image – zonalibur.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 22/07/2019
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :