Vendor asal Kanada, Blackberry pernah menjadi raja ponsel pintar di tahun 2000 – an dulu. Tapi seiring bermunculannya sistem operasi smartphone lainnya seperti Android atai iOS, smartphone Blackberry makin sedikit diminati di pasaran smartphone bro.
Memang hal ini terbilang cukup menyedihkan, dulu, semua orang berlomba-lomba pengen memiliki ponsel pintar dari Blackberry. Inbet ga bro? Dulu bahkan penggunanya boleh dibilang melapisi semua kalangan, dari mulai pengusaha, sampai anak kuliahan.
Yang membuat Blackberry dulu sangat dipuja dan banyak penggunanya boleh dibilang karena blackberry messengernya atau BBM. Penggunaan PIN buat identitas BBM itu sendiri memang menjadi daya tarik tersendiri buat para penggunanya dulu.
Sayangnya, tanggal 28 September tahun 2016 kemarin, Blackberry mengumumkan bahwa mereka sudah berhenti berbisnis smartphone karena dalam kuartal kedua tahun fiskal yang berakhir pada 31 Agustus lalu, mereka menderita kerugian yang gak sedikit, yaitu mencapai sebesar 372 juta dollar AS atau kira-kira sekitar 4,8 triliun Rupiah bro!
Belum lagi pangsa pasarnya yang menurun drastis cuma mencapai kurang dari satu persen. Tercatat, mereka juga hanya mampu menjual ponsel pintar sebanyak 400.000 unit perangkat pada kuartal kedua tahun fiskal.
[bacajuga url=61856]
Padahal Blackberry sudah berusaha mengikuti arus smartphone dengan menggunakan Android sebagai basis sistem operasi ponsel pintar mereka. Blackberry juga sempat merilis dua ponsel pintar yang menggunakan Android, yaitu Priv, dan DTEK50.
Sayangnya meskipun begitu, Blacberry tetap saja merugi dan gak bisa menggaet lebih banyak konsumen di pasaran ponsel pintar, sehingga menyebabkan keputusan untuk mengakhiri bisnis di bidang penjualan ponsel pintar ini.
Akhirnya sekarang pamor Blackberry memang sudah tertelan zaman karena banyak bermunculannya ponsel pintar baru yang berbasis sistem operasi lainnya. Meskipun mereka berhenti berbisnis ponsel, tapi bukan berarti ponsel pintar Blackberry ini sudah gak diproduksi sama sekali.
Smartphone bermerk Blackberry masih akan diproduksi, tapi melalui tangan ketiga, pihak Blackberry sendiri sudah gak akan ikut campur sama sekali dengan pemasaran dan produksinya.
Pada akhirnya, Blackberry sekarang ini memang lebih fokus dalam mengembangkan software dan aplikasi manajemen perangkat untuk Android dan iOS.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 13/03/2017
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :