Setelah berhasil mengguncang dunia dengan keindahan pantainya, kini pulau Lombok makin menebar pesonanya dengan beragam keindahan alam, termasuk wisata Gunung Rinjani dan Bukit Pergasingan yang belakangan ini dikenal dengan olahraga paragliding atau yang dikenal dengan nama paralayang.
Berlokasi di kaki Gunung Rinjani, membuat Bukit Pergasingan makin dikenal sebagai tempat strategis untuk lahan pertanian. Secara total, lahan pertanian di sana setara dengan pemukiman masyarakat.
Kondisi alam yang masih segar ini makin disempurnakan dengan berbagai bukit yang mengelilingi sekitar Gunung Rinjani, termasuk Bukit Pergasingan, Bukit Nanggi dan Bukit Kanji, yang dikenal sebagai Bukit Induk yang kini sedang dikembangkan untuk keperluan pariwisata.
Ini belum termasuk bukit-bukit kecil dengan ketinggian 1500 mdpl, di mana bukit tersebut tidak hanya menarik untuk didaki, tapi juga kerap dijadikan lokasi sempurna untuk lepas landas paralayang, salah satu yang paling populer adalah Bukit Pergasingan.
Menurut Henry Wahyu Susanto, atlet paralayang Sembalun, Bukit Pergasingan merupakan lokasi sempurna untuk paralayang. Selain karena lokasinya yang tergolong strategis dengan views yang menakjubkan, putaran angin di sini pun tergolong stabil sehingga aman untuk belajar terbang.
[bacajuga url=53580]
Untuk bisa mencapai Bukit Pergasingan, kalian harus melakukan pendakian terlebih dahulu selama tiga jam. Menurut Henry, waktu terbaik untuk melakukan pendakian, sekaligus terbang adalah pagi-pagi, sekitar jam 5-8 pagi, atau di waktu petang, antara jam 3-6 sore.
Sambil terbang, mata kalian akan disuguhi dengan pemandangan indah yang disajikan perbukitan di tengah hijaunya hamparan pesawahan yang terbilang sangat luas. Selain itu, terbang saat pagi pun akan membuat kalian bisa nikmati pemandangan matahari terbit di balik Bukit Nanggi.
Cocok Untuk Paralayang Bebas
Didit Majalolo, pemain paramotor profesional, Bukit Sembalun punya medan yang cukup sulit untuk di tempuh. Hal inilah yang membuat lokasi lepas landas di Sembalun tidak memenuhi standar kompetisi. Tapi kalau untuk dijadikan paralayang bebas, ini merupakan surga sambil menikmati indahnya alam.
Tapi menurut Didit, kondisi ini berbeda dengan paramotor. Walaupun sama-sama terbang dengan menggunakan parasut, tapi paramotor lebih cenderung menggunakan mesin tambahan. Kondisi inilah yang membuat paramotor lebih mungkin untuk lepas landas langsung dari darat.
Bahkan Didit sendiri mengaku tidak pernah repot-repot mendaki Bukit Pergasingan untuk sekedar menikmati indahnya warna-warni sawah dan hijaunya bukit di Sembalun. Dia hanya cukup mencari petak sawah datar bekas panen, setelah itu tinggal kembangkan parasut dan lepas landas.
Well, bagaimana dengan kalian, Bro? Penasaran ingin mencicipi serunya paralayang di Sembalun? Sebagai gambaran, mendingan simak aja deh videonya berikut ini:
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 20/06/2016
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :