Papua selain memiliki Raja Ampat juga memiliki Lembah Baliem yang dihuni oleh Suku Dani. Banyak fakta unik tentang Lembah Baliem yang cukup jarang diketahui. Berikut ini adalah beberapa fakta menarik tentang Lembah Baliem
Pusat Pendidikan Islam Terbesar di Papua
Anjing dan babi merupakan mayoritas binatang piaraan warga Papua. Ini memberikan kesan bahwa mereka memeluk agama non-Muslim. Tetapi di Walesi Papua, kebanyakan masyarakatnya memeluk agama Islam. Walesi merupakan pusat pendidikan Islam untuk masyarakat Suku Dani. Bahkan di sana ada sebuah pesantren dan madrasah yang sudah tua. Perbedaan agama di sana tidak menjadi penghalang karena mereka dapat hidup rukun satu sama lain. Bila tradisi ‘Bakar Batu’ di Papua biasanya menggunakan daging babi, maka masyarakat muslim di Walesi menggunakan daging ayam.
Festival Lembah Baliem
Ini adalah acara perang antar suku yakni Suku Dani, Suku Yali, dan Suku Lani. Tentu saja perang antara suku ini aman untuk ditonton. Acara ini bahkan mampu menarik perhatian banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Acara tersebut digelar selama 3 hari setiap bulan Agustus sebelum perayaan kemerdekaan Indonesia.
[bacajuga url=55479]
Tradisi Mandi Lumpur dan Potong Jari Sebagai Ungkapan Kesedihan
Ungkapan rasa sedih karena kehilangan sanak keluarga bagi masyarakat Suku Dani di Lembah Baliem adalah dengan tradisi ikipalin atau potong jari. Ini merupakan simbol rasa pedih dan sakit yang mereka rasakan. Bagi Suku Dani, jari tangan menjadi lambang kerukunan, kekuatan dan kebersatuan dalam diri manusia. Pemotongan jari tersebut dapat dilakukan dengan digigit sampai putus, menggunakan benda tajam, atau mengikat dengan tali sampai jari mati kemudian baru dimotong. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, tradisi ini semakin ditinggalkan. Selain ikipalin, ada pula aksi mandi lumpur untuk memberi tanda bahwa setiap manusia yang meninggal nantinya akan kembali ke tanah.
Pasir Putih Tanpa Pantai
Lembah Baliem berupa perbukitan hijau yang menawarkan panorama sangat alami dan indah. Tetapi di atas sana justru nampak pemandangan seperti pantai yang berpasir putih. Kehadiran pasir putih di sana sama seperti pasir yang terdapat di pantai. Bahkan pasir tersebut rasanya asin. Selain itu di sana juga terdapat batuan granit yang menyembul. Konon, dulu kawasan ini adalah sebuah danau. Tetapi karena gempa, terjadi perubahan alam.
Pesta Bakar Batu
Ini adalah pesta yang dilakukan Suku Dani saat hari pernikahan, kelahiran, syukuran, upacara kematian, atau euphoria usai perang. Api yang dibuat tidak dari korek api tetapi dengan menggesek-gesekkan kayu sampai menimbulkan api yang selanjutnya digunakan untuk membakar batu. Batu tersebut disusun di atas tumpukan daun kemudian akan dimasuki babi atau ubi untuk dimasak. Tradisi ini merupakan bentuk kerukuran masyarakat di Lembah Baliem.
Teks dan Foto : Barry Kusuma
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 11/07/2016
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :