Sebagian besar traveler sangat familiar dengan kawah putih di kota Bandung, ternyata selain kawah putih di Bandung, ada kawah jenis lain yang tidak kalah cantik di pelosok Medan yang biasa disebut kawah biru tinggi raja. Untuk mencapai kawah biru tinggi raja ini perlu waktu sekitar 3-4 jam dari kota medan. Ada beberapa rute yang bisa dipilih seperti rute Medan – lubuk pakam-Galang-Dolok-Masihul-Nagori Dolok-Dolok tinggi raja, atau rute Medan-Lubuk pakam-galang-Bangun purba-Dolok tinggi raja. Saat itu saya memilih untuk menggunakan rute pilihan kedua karena menurut informasi jarak tempuhnya lebih dekat dan kondisi jalannya lebih baik. Tapi jangan harap disepanjang jalan akan ada petunjuk jelas untuk mencapai lokasi ini, akan sangat membantu jika sebelum ketempat ini mencari informasi lewat mbah google dan jangan lelah dan malu untuk bertanya saat kesulitan untuk menentukan jalan.
Setelah sampai diparkiran untuk menuju lokasi kawah biru kita masih harus berjalan menyusuri hutan kecil yang ditumbuhi oleh banyak sekali pohon pandan besar dan akan ditemui juga bukit batu kecil, kemudian bersiap-siaplah untuk disambut oleh cantiknya sibiru dengan bau belerang yang khas, suhu hangat akan keluar dari lapisan pijakan dimana kaki kita berdiri. Ternyata hal ini terjadi karena ada air panas mengalir diantara bebatuan kapur.
Setelah puas berfoto-foto dan menikmati pemandangan hamparan biru, diluar rencana saya mendapat bonus, ada satu tempat lagi yang dapat dikunjungi yang berada di bawah tebing kapur. Disini kita bisa mandi air hangat atau sekadar berendam air panas setelah menikmati keindahan kawah biru, berbekal informasi dari traveler lain, kepalang basah dan rasa penasaran saya pun mencoba untuk kesana dan akses menuju tempat ini pun dibutuhkan perjuangan menapaki ratusan anak tangga J
Secara over all menurut saya tempat ini sangat bagus dan menarik, karena memiliki ciri khas tersendiri, kalau ibarat bahasa promosi buy 1 get 1, cukup mengunjungi satu tempat tapi dapat dua sekaligus hehhehehe.
Tetapi, sayangnya selama melakukan perjalanan ini saya merasakan beberapa kesulitan dan ketidaknyamanan seperti kurangnya papan petunjuk untuk mengarahkan pengunjung ke lokasi area wisata ini dengan jelas, papan petunjuk yang ada hanya seadanya dan kadang malah membuat bingung. Pungutan liar disepanjang menuju lokasi (mungkin karena belum ada yang benar-benar konsen untuk mengelola tempat ini), lokasi ini pun masih minim keselamatan misalnya selama dilokasi saya tidak menemukan batas aman pengunjung bisa mendekat ke kawah, undakan belerang yang masih diinjak oleh pengunjung padahal bisa saja itu berbahaya, ada bekas-bekas pohon yang tumbang dibiarkan begitu saja padahal bisa melukai pengunjung yang tidak sengaja melewatinya dan juga menghalangi pemandangan yang ada. Sampah bekas makanan yang dibuang dimana-mana padahal sudah ada peringatan untuk membuang sampah pada tempatnya, hal ini dikarenakan kesadaran pengunjungnya pun yang masih kurang dan ketidaktersediaannya tempat sampah disini (walaupun itu tidak bisa dijadikan alasan untuk buang sampah sembarangan) Fasilitas umum yang tersedianya masih kurang seperti toilet yang hanya ditemui diluar area wisata dan pengelolaan tempat parkir yang tidak terkelola dengan baik.
Mungkin hal-hal tersebut yang menyebabkan kawah biru ini jarang dikunjungi oleh traveler, semoga kedepannya kawah biru tinggi raja dapat terpromosikan dengan baik dan terkelola dengan lebih baik lagi. Karena, sungguh disayangkan jika ini tetap dibiarkan keindahan kawah biru ini semakin lama akan semakin tersembunyi dan mungkin nantinya akan terlupakan.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 08/01/2016
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
alan firmansyah
30/10/2025 at 21:57 PM