Pada awal tahun 2016 yang lalu, perusahaan atau pabrikan (besar) kamera dari negeri sakura ini (Nikon), mengumumkan akan merilis kamera tipe teranyarnya. Kamera yang akan di perkenalkan ini merupakan bagian dari jajaran kamera saku premium seri DL yang terdiri dari tiga varian.
Ketiganya dijanjikan pihak Nikon akan mulai meramaikan penjualan kamera saku dan hadir pada kwartal ke 2 tahun 2016, tapi kemudian kabar itu ditunda. Penundaan itu ternyata bukanlah, kabar penundaan yang terakhir, karena terus terjadi beberapa kali penundaan lainnya.
Hingga akhirnya, Nikon benar-benar mengumumkan, bahwa pihak mereka tidak jadi merilis ketiga seri kamera DL tersebut. Alasannya, pabrikan asal bunga sakura ini, mengatakan takut rugi di karenakan, kamera seri DL dianggap tidak mempunyai prospek dan nilai jual yang menjanjikan di masa yang akan datang.
Menurut pihak Nikon dalam sebuah pernyataan resmi, di tulis di beberapa koran berbau elektronik dan kamera, bahwa “penjualan seri DL ini dibatalkan karena ongkos pengembangan yang terus saja naik, serta penurunan proyeksi penjualan, dikarenakan sedang melesunya pasar.”
[bacajuga url=61847]
Padahal, ketiga varian kamera saku yang berasal dari Nikon ini, sudah di persenjatakan sensor ukuran 1 inci. Sempat sengit diperpincangkan bakal menjadi lawan yang tangguh dari kamera seri RX dari Sony. Namun sayangnya, Nikon DLyang terdiri dari tiga varian kamera malah melempem.
Dua varian rencananya dibekali dengan lensa zoom standar dan wide-angle berbukaan lebar (F1.8-2.8), sementara itu, satu varian lain memiliki lensa super zoom dengan rentang focal length panjang. Ketiganya kini dipastikan batal menyapa peminatnya, meski sempat menarik perhatian dunia fotografi ketika diumumkan awal yang tahun lalu.
Selain dibatalkannya seri kamera DL-nya. Nikon juga, turut mengumumkan bahwa keuangan perusahaan sedang mengalami kerugian luar biasa, berkala selama rentan periode April hingga Desember 2016 tahun kemarin.
Oleh sebabnya itu, rencananya akan melakukan restrukturisasi perusahaan Nikon yang menelan biaya 53 miliar yen ini dan akan berlangsung cukup lama, hingga akhir tahun fiskal pada Maret 2017 sekarang.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 13/03/2017
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :