Saat mendaki gunung ataupun jalan setapak yang menanjak kadang dibutuhkan alat bantu yang bisa menopang gravitais atau beban yang kamu bawa agar perjalanan bisa terus lanjut. Salah satu alat bantu selain tangga yang memang sengaja disediakan, kamu juga bisa menggunakan tongkat jalan. Tongkat jalan disebut juga dengan trekking pole yang fungsinya adalah untuk menjaga keseimbangan kamu ketika menapaki medan menanjak yang berat. Di luar negeri, trekking pole ini lebih banyak digunakan untuk mendaki gunung bersalju yang dingin.
Trekking pole kini juga sudah mulai banyak digunakan di Indonesia, paling banyak merupakan produk dari Cina yang tentu harganya lebih murah dibanding produk Amerika atau Eropa. Tetapi untuk digunakan sebagai alat bantu kamu nggak perlu beli kok. Kamu bisa membuat sendiri trekking pole atau tongkat jalan dengan memilih kayu yang tepat serta cara pembuatan agar nyaman digunakan. Dari segi keawetan memang tongkat buatan sendiri mungkin hanya bisa dipakai beberapa kali saja. Tetapi pengetahuan ini cukup penting untuk ilmu surviving kamu ketika berada di alam terbuka.
Kayu mati dengan panjang yang pas
Memilih kayu untuk dijadikan tongkat jalan bisa susah-susah gampang. Carilah kayu mati yang sudah jatuh ke tanah dengan panjang yang sesuai dengan kenyamanan kamu, misalnya sepanjang dagu. Kayu juga harus memilik ketebalan yang seragam dari atas sama bawah dengan diameter kira-kira 2,5 – 5 cm, nggak terlalu berat tetapi juga nggak terlalu enteng. Bentuk kayu juga sebaiknya yang lurus agar bisa menerima beban lebih baik.
Jemur kayu selama 3 minggu
Kalau kamu ingin membuat tongkat jalanmu sendiri sebelum melakukan pendakian, sebaiknya siapkan waktu senggaknya satu bulan untuk membuat tongkat. Jika kamu nggak bisa menemukan kayu yang sudah mati, kamu bisa menebang kayu yang memenuhi syarat di atas untuk dijadikan tongkat. Masalah pada tongkat yang masih hijau adalah ia masih terlalu lentur untuk dijadikan tongkat. Maka dari itu setelah kayu dipotong dari pohonnya, hilangkan kulit tunasnya kemudian jemur di bawah matahari kira-kira selama 3 minggu.
[bacajuga url=14402]
Jenis kayu yang kuat
Jika dalam keadaan darurat atau kamu baru butuh tongkat jalan saat sedang mendaki memang nggak bisa terlalu pilih-pilih jenis kayu. Yang penting cukup kuat dan memenuhi syarat-syarat yang telah disebutkan sebelumnya. Tetapi jika kamu punya waktu, kamu bisa memilih jenis-jenis kayu yang kuat dan kokoh tetapi tetap ringan seperti hickory dan ash. Jenis kayu lain yang banyak digunakan untuk membuat tongkat jalan lainnya adalah ironwood, vine maple, salt cedar, dan aspen. Tetapi jenis kayu ini mungkin masih sulit ditemukan di Indonesia dan mesti kamu import. Kayu lokal yang bisa menjadi alternatif adalah kayu sonokeling yang juga banyak dimanfaatkan untuk membuat perabotan rumah.
Fitur kenyamanan dan keamanan
Pastikan kayu yang kamu gunakan bebas dari ujung-ujung atau potongan cabang yang bisa melukai kulit jika bergesekan. Lapisi tongkatmu dengan pelapis kayu agar lebih tahan lama penggunaannya. Kamu bisa menambahkan bahan kulit pada pegangannya agar terasa lebih nyaman dan berbagai fungsi lain yang bisa berguna saat pendakian misalnya lampu untuk senter dan sebagainya.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 20/03/2016
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :