Berpetualang sudah pasti tidak selalu menyenangkan. Menyaksikan keindahan alam, seperti dari puncak gunung memang sangat seru tapi untuk bisa menyaksikannya butuh perjuangan yang seringkali tidak mudah saat mendakinya. Tantangan dan halangan yang dihadapi selama berpetualang inilah yang sebenarnya membuat pengalaman kamu bertambah. Semakin seru petualangan yang dijalani biasanya akan semakin besar pula tantangan yang akan dihadapi. Mudah mengeluh dan gampang menyerah bukan tipe petualang sejati. Kegiatan berpetualang menuntut kita untuk memiliki mental yang kuat, tidak mudah mengeluh, apalagi sampai menyerah padahal petualangan belum diselesaikan.
Menghargai Semua OrangSikap menghargai semua orang yang dijumpai saat berpetualang adalah salah satu tanda seorang petualang sejati. Menghargai sesama petualang, teman seperjalanan dan masyarakat lokal wajib dilakukan oleh seorang petualang. Berpetualang ke tempat baru sudah pasti akan membuat mereka yang berpetualang bertemu dengan orang-orang baru dan juga budaya yang belum dikenal. Para petualang juga akan berjumpa dengan warga lokal yang memiliki gaya hidup yang benar-benar berbeda. Jangan sekali-kali meremehkan warga lokal tempat kita berpetualang karena seringkali mereka yang hidup sederhana memiliki sikap hidup yang jauh lebih bijaksana dibandingkan mereka yang tinggal di perkotaan.
Tidak Melakukan VandalismeKebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh beberapa oknum petualang yang tidak bertanggung jawab adalah vandalime. Batu, tembok, bahkan tugu atau monumen yang syarat sejarah menjadi korban mereka dengan mencoret-coretnya dengan cat semprot atau spidol. Hilangkan kebiasaan buruk ini jika Anda ingin disebut sebagai petualang sejati. Sebagai petualang kia harus bisa bersikap dewasa dan berpikir bahwa dampak dari tindakan vandalisme akan merusak pemandangan dan lokasi tersebut sudah pasti tidak akan menarik lagi untuk dijelajahi. Vandalisme bukan cara yang tepat untuk membuktikan eksistensi karena sekarang sudah ada sosial media. Berfotolah kemudian upload di akun sosial media yang kamu miliki adalah cara yang tepat untuk membuktikan bahwa kamu memang benar pernah berpetualang di lokasi tersebut.
Tidak Buang Sampah SembaranganJangan sekali-kali mengaku petualang sejati jika masih membuang sampah sembarangan saat berpetualang di alam. Sampah, terutama yang terbuat dari plastik, sangat sulit terurai secara alami, dan karena itulah sebagai petualang yang juga pecinta tentu tidak akan membuangnya sembarangan. Bawa kembali sampah saat mendaki gunung karena selain sudah pasti tidak ada petugas kebersihan yang akan datang dan membesihkannya, petualangan mendaki tentu tidak akan berkesan jika kita menyaksikan sampah yang menumpuk. Selalu ingat, bahwa petualang sejati hanya meninggalkan jejak kaki dan tidak meningalkan sampah saat mendaki.
Tepat WaktuWalaupun tampak sepele, untuk Anda yang hobi ngaret alias tidak tepat waktu harus dihilangkan jika ingin disebut petualang sejati. Tidak hanya saat bekerja, saat berpetualang pun kita harus membisakan tepat waktu. Risiko apabila kita tidak tepat waktu saat berpetualang bisa sangat fatal dan satu contoh sederhananya adalah ketinggalan pesawat hanya karena datang terlambat. Atau saat ingin menyebrang ke sebuah pulau yang jadwal keberangkatan kapalnya tidak tiap jam atau tidak tiap hari. Saat ketinggalan maka Anda harus menunggu lagi jadwal selanjutnya yang seringkali sangat lama. Membiasakan tepat waktu saat berpetualang akan membuat petualang menjadi lebih seru dan juga lebih nyaman.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 06/04/2016
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :