Hobi icip makanan asing bercita rasa lezat memang bisa membuat lidah lupa berhenti bergoyang. Tentu tidak ada yang salah dengan mencicipi makanan dari luar negeri seperlu menambah referensi akan cita rasa makanan enak. Namun, ada rambu-rambu tertentu yang wajib menjadi perhatian. Terutama bagi kamu umat muslim. Tentu mesti pintar-pintar memilih produk makanan yang halal dikonsumsi. Pasalnya saat kamu sedang berada di suatu negara yang memiliki kondisi berbeda dengan tempat tinggal asal diakui bukan hal mudah menemukan makanan halal.
Ada baiknya kamu lebih waspada dengan sejumlah makanan yang akan dimakan. Jadi jangan sembarang makan. Salah-salah kesehatan kamu pun bisa menjadi taruhannya. Adapun berikut ini diberikan beberapa rambu makanan asing yang berisiko:
Rambu Makanan Mengandung Babi
Makanan yang mengandung babi atau diolah dari babi sebenarnya bisa mudah dikenali dari namanya. Tepatnya ada beberapa istilah yang bisa digunakan sebagai rambu waspada, diantaranya yaitu:
-
pork: makanan daging hasil olahan daging babi.
-
bacon: daging babi yang diasap.
-
ham: daging paha babi.
-
sow milk: susu babi
-
lard: lemak babi yang digunakan untuk minyak masakan atau kue.
Sementara untuk restoran Asia, rambu makanan mengandung babi memiliki istilah lain, sebagai berikut:
-
bak: olahan daging babi dalam bahasa Tiongkok, sebagai contoh bakkwa dan bak kut teh.
-
cu nyuk: istilah daging babi pada hidangan bubur atau siomay.
-
tonkotsu: ramen berkuah putih keruh dari tulang, lemak, dan kolagen babi.
-
tonkatsu: irisan daging babi goreng khas restoran Jepang.
-
dwaeji: olahan daging babi dalam bahasa Korea, sebagai contoh galbi dan bulgogi.
-
rou: olahan daging babi dalam bahasa Mandarin, sebagai contoh rou ji mo, hongshao rou, dan tuotuorou.
Bila menemukan istilah rambu tersebut kamu tidak perlu ragu untuk batal memesan. Untuk lebih aman ganti produk yang jelas bersertifikat halal seperti beef bacon, atau turkey ham. Untuk lebih amannya kamu juga bisa memilih restoran halal yang kini juga mulai banyak dijumpai di beberapa negara dengan penduduk muslim minoritas.
Rambu Makanan Beralkohol
Adanya kandungan alkohol  baik dalam makanan atau minuman sebenarnya dapat menyebabkan seseorang menjadi ketergantungan. Apalagi bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Dalam hal ini ada beberapa istilah yang dapat menjadi rambu adanya kandungan alkohol dalam produk makanan atau minuman. Berikut diantaranya:
-
spirits: minuman dengan kadar alkohol sampai 40%, misalnya rum, vodka, dan gin.
-
liqueurs: alkohol yang didapat dari hasil penyulingan krim, buah, rempah, bunga, bumbu, dan juga kacang, misalnya French liqueuer dan herbal liqueuer
-
ale: bir yang terbuat dari gandum yang sudah melalui tahapan fermentasi dan biasanya menggunakan alat pembuat ragi, misalnya barley ale dan stout ale.
-
beer: alkohol yang didapat dari fermentasi bahan-bahan yang berpati tetapi tidak melalui tahapan penyulingan pasca fermentasi, misalnya Budweiser dan smithwicks.
-
cider: alkohol yang dibuat dari buah apel, misalnya strongbow chider dan magners chider.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 21/02/2016
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :