Lo suka naik gunung? Pasti sering dong ketemu pendaki lain di jalur pendakian? Secara etika, berpapasan dengan pendaki lain di gunung baiknya saling melempar senyum lalu bertegur sapa.
Hal ini mungkin agak sulit dilakukan buat tipikal orang yang pemalu atau tertutup, jangan kan ajak ngobrol, natap mata lawan bicara aja takut.
Ada beberapa rekomendasi berbasa-basi sesama pendaki ketika lo terpaksa harus membuka pembicaraan ketika suasana mulai memasuki masa-masa awkward. Hal pertama yang bisa lo tanyakan adalah berangkat jam berapa, ini pertanyaan standar bisa memecah keheningan.
Pertanyaan "Puncak masih jauh nggak, mas?" udah sangat ekstrim dan sangat sering dilontarkan para pendaki, tapi ya nggak ada salahnya untuk tanya aja dari pada bengong bingung mau ngomong apa.
Ada juga kadang yang nanya masalah cuaca seperti "Semalam puncak ujan nggak mas?", atau "Dapet sunrise nggak mas?", atau mungkin bisa juga nanya "Puncak rame nggak mas?".
Ada satu pertanyaan yang kelihatan banget kalau benar-benar udah kehabisan topik, dan sebisa mungkin dihindari bro supaya nggak terlihat sotoy, yaitu "Tektok, mas?", padahal lo ngeliat dia bawa carrier super gede (Pastinya nggak mungkin tektok kecuali dia setengah dewa).
Nah buat lo, pendaki-pendaki yang hobi foto bisa juga membuka topik pembicaraan dengan pendaki lain pake cara ini; "Mbak, boleh tolong fotoin nggak?", lalu dilanjutkan dengan kalimat "Nanti gantian mbak saya yang fotoin". Biasanya hal ini sering terjadi bro.
[bacajuga url=63266]
Ya kira-kira itu lah seputar basa basi sesama pendaki di gunung. Kadang bikin nyengir dan awkward sendiri, makanya banyak orang yang bilang kalau naik gunung itu melatih skill komunikasi juga, karena lo dipaksa harus ngobrol sama stranger dengan hobi yang sama.
Featured Image : candradimukacrew.blogspot.co.id
Referensi Artikel : phinemo.com
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 24/08/2017
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :