Sudah ada dua beladiri yang cocok dipelajari oleh kalian para cowok metropolis, yakni Krav Maga yang sangat mematikan, dan Mixed Martial Art yang lebih aman. Nah selain kedua olahraga beladiri tersebut, masih banyak ilmu beladiri lainnya yang cocok buat dijadikan senjata ketika dalam kondisi terdesak.
Termasuk beladiri Tarung Derajat, olahraga asli buatan Indonesia yang dikembangkan Ahmad Drajat, atau yang kita kenal dengan nama AA Boxer. Awalnya, seni beladiri ini terlahir di jalanan, sekaligus dibentuk dari kerasnya kehidupan sang guru.
Pada saat awal terbentuknya olahraga beladiri ini, kebanyakan muridnya AA Boxer adalah laki-laki yang biasa menghabiskan waktu di jalanan, dari mulai pedagang pasar, kenek, supir kendaraan umum, tukang parkir, sampai dengan tenaga keamanan lepas atau bahkan kurir.
Hal inilah yang membuat pelatihan olahraga ini bersifat pendek dengan konsep langsung praktek dan langusng bertarung saling berhadapan. Tidak sama dengan olahraga beladiri lainnya, Tarung Derajat lebih banyak menekankan latihan fisik.
Tidak aneh kalau mereka yang mendalami Tarung Derajat, terlihat lebih lebih berisi, dengan kepalan tangan yang super keras. Coba saja bayangkan, tingkat pertamanya saja kalian sudah harus bisa melakukan push up 10 kali per hari. Setelah itu, kemudian hingga 25-50 kali, tergantung tingkatannya.
[bacajuga url=54656]
Lebih banyak mengandalkan kekuatan otak
Walaupun terlihat keras, Tarung Derajat tidak sama dengan olahraga lainnya yang kerap mengandalkan jurus. Olahraga ini justru lebih banyak mengandalkan kekuatan otak, naluri bertarung yang baik, reflek, sekaligus ketenangan dan ketepatan dalam melihat celah.
Kenapa demikian? Pasalanya, dulu Ahmad Drajat punya pengalaman buruk ketika dia masih belum dewasa dan baru belajar ilmu bela diri. Ketika itu dirinya dipaksa untuk berkelahi dengan senior di perguruannya. Pada saat itu, dia belum memiliki bekal jurus yang cukup untuk melawan sang senior.
Karena keterbatasan pakem gerak tersebutlah akhirnya AA Boxer muda jadi bulan-bulanan sang senior. Belajar dari pengalaman, dirinya pun akhirnya membentuk Tarung Derajat sebagai simulasi pertarungan yang nyata, dengan otak dan kecerdasan yang harus digunakan sebagai senjata utama.
Dalam Tarung Derajat, refleks lebih utama ketimbang penguasaan jurus. Hal inilah yang membuat penggelut Tarung Derajat bisa menerapkan ilmunya dalam segala situasi, termasuk situasi terpojok ketika dalam kondisi darurat.
ARTICLE TERKINI
Article Category : Wilderness
Article Date : 01/04/2016
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :